
Mona terus mengabariku jika dia sedang berpergian. Karena begitu penasaran aku mengikuti perjalanan mereka, tapi.. aku pergi dengan penerbangan jam 9 malam. Selama menuju pulau jaeju aku merasa gugup dan takut tentang dugaanku yang semakin membuatku takut jika dugaanku selama ini benar.
Hotel dan daerah yang mereka datangi aku tahu karena Mona terus mengabariku. Selama perjalanannya ke pulau jeju Mona terus berharap aku bisa datang menyusulnya dan bisa menikmati liburannya bersamaku juga.
Setibaku di pulau jeju, suara laut terdengar jelas meski dimalam hari laut tak kelihatan. David dan Mona menginap di Hotel yang sangat mewah, karena aku tak memiliki uang cukup.. jadi aku memilih pergi ke hotel yang dwkat saja dengan hotel mereka.
#TING!!!
Baru saja aku merebahkan tubuhku di kasur yang empuk sebuah pesan masuk datang dari Mona. Segera kubuka pesannya dan membaca pesan masuk dari putriku yang satu ini
" mah.. aku ingin pulang ? Apa mamah bisa memesankan tiket untukku ?! "
" pulang ? Kenapa ? Bukannya kamu baru ajah sampai ? " balasku penasaran kenapa Mona tiba-tiba
Ingin pulang
" aku hanya kesal ayah terlalu sibuk dengan pekerjaannya.. aku juga kangen sama mamah "
" mungkin ayah masih sibuk.. besok kau pasti bisa melihat pantai-pantai yang cantik sayang " balasku lagi mencoba membuat Mona tidak mengeluh untuk pulang.
" baiklah... selamat malam mah... semoga mimpi indah... ♡♡♡ "
Pesan terakhir dari Mona sedikit membuatku lega, aku pikir mona akan terus mengeluh dan merengek minta pulang. Biasanya Mona tak pernah seberani biasanya jika dia sedang kesal ? Ada apa sih dengan mona sebenarnya ?
__ADS_1
*******
Setelah pagi tiba, aku sudah menunggu David dan mona keluar dari hotel. Sambil menunggu mereka, aku duduk disebuah cafe di sebrang jalan. 30 menit aku menunggu mereka keluar akhirnya kulihat Mona dan seorang pria muda keluar, laki-laki itu sepertinya anak Yuna... tapi.. kenapa mereka berdua bisa bersama ?
Tak lama kemudian David dan Yuna berjalan bersama sambil berpegangan tangan, mereka berdua saling tersenyum bahagia layaknya keluarga yang begitu lengkap adanya. Yuna dan david begitu terlihat sangat serasi.. sampai-sampai aku tak bergerak sedikitpun karena aku sudah tak habis pikir dengan hubungan mereka.
Hatiku rasanya tercabik-cabik setelah lama aku tak pernah dihianati oleh seseorang. Kini... suamiku sendiri telah menghianatiku dan mungkin ia menyembunyikan segalanya setelah bertahun-tahun. Ingin rasanya kujambak rambut mereka berdua, tapi.. aku masih mencoba menahannya karena ada dua anak pergi bersamaa mereka.
" apa ini mimpi ? Bagaimana bisa david melakukan ini padaku ? " benakku terus mennepis yang kulihat ini hanya mimpi, tapi sebenarnya memang fakta bahwa mereka sekarang telah bersama
Aku mencoba menelpon Mona tapi tak ada jawaban darinya, kulihatt Mona hannya menatap bingung pada layar ponselnya. Karena mona tak mennjawab.. aku menelpon David dan dia menganngkatnya dengan santai sambil menunggu mobil di depan hotel
" halo sayang... gimana kabar mona ? Apaa dia senang berada disana ? "
" hmm... Mona sepeertinya menyukai liburannya.. " jawabnya santai dan mencoba menghindar dari Yuna saat menjawab telponku
" Na.. maaf aku ada meeting.. nanti aku telpon lagi ya.. investornya sudah datang.. " david memotong pemmbicaraanku dan langsung menutup telponnya dengan cepat
" apa aku sebodoh itu ? Kau.. tega sekali vid.. " tak disangka david yang sangat penyayang dan sangat setia padaku melakukan hal sejahat ini. Meski aku sadar diri hak bisa memberikan anak untuknya.. tapi.. tidak dengan sepeerti ini david melakukan hal yang sungguh menyakitkan untukku.
********
Seharian.. aku hanya berdiam diri di cafe itu dan mematung layaknya orang gila yang tak punya arah di pulau jeju. Sekitar jam 4 sore.. David dan Yuna kembali ke hotel saat hujan gerimis. Saatbitu juga aku mendapat kabar dari Mona kalau dia sekarang sedang berada di museum bersama teman Ayahnya.
__ADS_1
Aku tak menngerti lagi dengan drama mereka berdua, aku hanya.. tak rela jika aku terus dipermainkan seperti ini. Biarlah perceraian itu datang padaku, yang terpenting adalah.. sebuah kejujuran yang menjaga suatu ikatan. David telah mengecewakanku.. mungkin alasan menngapa sikapnya berbeda beberapa tahun lalu.. adalah memang begini adanya.. David telah memmiliki hubungan kuat juga dengan Yuna
" huft... " kuhembuskan nafas keberanianku dan melangkah menemui mereka berdua dan membicarakan semuanya secara dewasa.
********
Aku tiba di depan kamar hotel David menginap. Kakiku bergetar dan tubuhku melemas saat aku mencoba mendatangi mereka. Kupikir akan mudah menghadapi mereka berdua, tapi.. aku merasa jika aku datang mendatangi mereka.. hanya akan membuatku nampak bodoh saja
" aku pasti bisa !! " baru aku akan mencoba menekan belnya.. pintu itu segera akaan terbuka " .... " segera aku berbalik arah dan menghadap ke depan pintu kamar yang ada di sebrang kamar David
#TINGNONG!!!!
Dengan bodohnya.. aku malahh mennekan bel kammar orang yang tak tahu itu kamar siapa. Pikiranku sempit dan terus menunggu seseorang membukakan pintu seperhi orang bodooh saja.
" sayang.. apa kau tidak lihat antingku tadi.. sepertinya tadi jatuh diluar " kudengar suara Yuna yang keluar dari pintu kamar david, kukepalkan jari tanganku dan menahan semua kemarahanku.
" hmm.. mungkin jatuh di tempat makan siang tadi..hmm sudahlahhh nanti aku belikan anting yang lebih cantik lagi ya.. " sahut david dengan suara manjanya pada Yuna
" tapi.. anting itukan yang kau belikan 2 bulan yang lalu "
" hmm.. benarkah ? Baiklah nanti aku akan carikan anting yang sama persis " katanya lagi
" .... " kuteteskan air mataku karena harus menyaksikan perselingkuhan yang benar-benar kusaksikan secara langsung meskipun David tak menyadati keberadaanku. Mereka berdua mungkin sedang bermesraan di belakangku tapi.. pintu yang ada dihadapanku tiba-tiba terbuka. Aku melihat Taeyong membukakan pintunya.
__ADS_1
" .... " mata kita berdua terbelalak kaget. Aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Apa lagi setelah taeyong melihat David dan Yuna sedang berduaan di belakangku.
Bersambung.......