
Hari ini aku menyuruh Dea istirahat dirumahnya dan menyuruhnya libur karena kemarin dia bekerja sendirian. Lagi pula hari ini tidak begitu ramai seperti hari kemarin. Saat sibuk menyiapkan makanan untuk satu orang pelanggan.. tiba-tiba saja David, Yuna dan anak-anaknya datang bwrsama ke kedaiku.
" .... " aku terdiam karena tiba-tiba saja mereka datang layaknya keluarga yang begitu lengkap dan bahagia.
" mah... " Mona yang baru datang langsing memelukku erat hingga aku hanya tersenyum lirih menarap kedatangannya bersama mereka
" Na.. kamu apa kabar ? Dimana hyun ? Bukankan ini sudah pulang sekolah ? " tanya David penasaran padaku
" hmm.. sepertinya Hyun masih di jalan pulang vid "
" Na.. apa kamu hanya memasak sendirian ? Bukannya kamu punya pegawai ? " tanya yuna santai padaku. Aku tahu Yuna mencoba akrab denganku tapi rasanya... aneh saja mereka menganggap semua hubungan rahasianya sudah berlalu begitu saja tanpa ada rasa tak enak hatinsedikitpun padaku
" hmm.. pegawiku sedang libur " jawabku canggung lalu menyiapkan minuman untuk mereka
" tante.. aku sudah menelpon hyun.. katanya dia sedang dijalan tadi.. "
" .... " aku terdiam menatap Sarang yang malah mengundang hyun datang kesini " seharusnya kau tak usah memberitahunya " benakku sedikit kesal
" baguslah.. sudah lama aku ingin berbincang dengan hyun " David begitu bersemangat mendengar hyun akan datang
Aku tahu saat ini aku sedikit kebingungan melayani keluarga baru ini, karena merasa tidak fokus aku mengabari taeyong diam-diam dan menyuruhnya datang. Aku hanya takut hyun merasa sedikit terluka melihat David bersama keluarga barunya.
" mah.. aku pulang.. " hyun datang dengan pakaian sekolahnya yang masih ia kenakan. Tak hanya datang sendiri hyun juga datang bersama alexa
" bibi... aku datang... " alexa berlari ke dapur menemuiku, namun sebelum itu mereka menyapa David dan keluarganya dengan sopan.
" ohh kalian datang bersama ? Ayo alexa bantu bibi " untung saja ada alexa, setidaknya di dapur aku tidak merasa sendirian dan kebingungan melayani David. Tak sampai 5 menit, hyun hanya berbincang kecil dengan David. Walaupun hyun masih memanggil David Ayah.. mereka berdua terlihat sekali canggung sebagai seorang keluarga. Tak ingin lama-lama bicara, Hyun menyibukkan dirinya dengan membantuku dan mencuvi piring.
**********
__ADS_1
Sepertinya Taeyong masih sibuk dengan pekerjaannya, pesanku belum ia baca sama sekali. Setelah selesai.. mereka malah bersantai-santai dan berbincang dengan seru. Aku tak mengerti mengapa David dan Yuna seolah menunjjukan kebahagiannya padaku. Aku berusaha untuk menahan semuanya, tapi apakah hyun bisa menahannya.. melihat mereka tertawa bahagia layaknya keluarga.. sementara aku dan hyun hanya sebagai pekerja di kedai ini dan sibuk dengan pekerjaan keseharianku.
#Kring!! ( telpon masuk dari Taeyong )
" halo tae.. " aku segera mengangkat telponnya
" na.. bisakah kau suruh Hyun menjemputku di parkiran ? " katanya dengan nafas yang terengah-engah
" hmm baiklah... " aku menutup telponnya
" hyun.. ayah menyuruhmu menjemputnya di parkiran " teriakku pada hyun yang sibuk berbincang dengan Sarang dan alexa "
Tak sampai lima menit hyin kembali bersama Taeyong sambil membawa banyaknya belanjaan kebutuhan kedaiku. Taeyong terlihat sangat kelelahan dengan cepat aku memberikannya segelas air putih . David, Yuna , dan mona terbingung melihat kedatangan Taeyong
" sayang.. apa kau tidak kehabisan bahan hari ini ? " Taeyong berbicara sambil mengatur nafanya yang kecapean.
" bibi... " alexa terus terkejut dan tak menyangka sama sekali
" ... " hyun awalnya sedikit bingung tapi dengan jahilnya.. hyun malah ikut-ikutan bersandiwara di depan keluarga baru itu ( keluarga David yang baru )
" Ayah kan keras kepala mahh.. sebaiknya besok kalian tidak usah datang ke kedai.. biar aku dan bibi Dea saja yang mengurus kedai.. bukankah kalian akan pergi memancing ? " kata hyun dengan santainya
" .... " David membisu tak percaya dengan apa yang hyun katakan. Mungkin david pikir.. hibunganku dan Taeyong tidak sedekat itu.. tapii untuk kali ini.. aku juga berhasil membalas rasa sesakku melihat keluarga mereka bahagia dan mengumbarnya di depanku dan hyun.
" Anna.. terimakasih untuk makanannya.. berapa semuana ? " David bangkit mencoba bayar dengan uang cash nya
" ohh David kau disini ? Maaf aku tidak sadar.. " Taeyong datang menghampirnya lalu menyapanya santai " untuk kali ini semua gratis.. anggap saja sebagai hadiah sebelum pernikahan kalian nanti.. ngomong-ngomong kapan kalian akan mengundang kita ? "
" .... " David terdiam bisu tak menjawab pertanyaan Taeyong
__ADS_1
" terimakasih na.. aku sangat suka dengan sup pangsit buatanmu " kata Yuna lau pamit dan menarik David pergi . Meski tak maunpergi.. Sarang menarik mona untuk ikut pulang bersama mereka.
" wahhh bibi !! Kalian pacara ?!! " Alexa sangat penasaran dengan hubungan aku dan Taeyong
" stttt!!!! " hyun langsung menutup mulut Alexa dan menariknya pergi " mah.. yah.. aku harus pergi ke toko buku dulu ya.. " hyun menarik Alexa dengan cepat lalu mereka meninggalkan kita berdua saat kedai sudah sepi.
" huft... " aku terduduk lemas setelah semuanya sudah pergi
" apa kau baik-baik saja ? " Taeyong mencoba memastikan kondisiku yang lemas
" hmm.. dia sudah pulang.. makasih ya.. kamu udah datang.. " kataku masih terdiam dan menahan tanganku yang gemermtar lemas belum makan apa-apa sejak pagi
" apa kau masih mencintai david ? Kau.. masih cemburu melihat mereka ? " tanyanya
" bagaimana tidak.. selama beberapa tahun hyin hidup bersama david dan merasakan sebuah hangatnya keluarga . Aku hanya cemburu Hyun tidak bisa mersakan keluarga yang lengkap lagi "
" huft... " Taeyong menghembuskan nafasnya dengan lesu mendengar kata-kataku. Taeyong juga tersadar sebagai seorang ayah.. blm bisa membahagiakan Hyun
" Tae.. " aku memanggilnya dan menunjukna tanganku yang bergetar sejak tadi
" ada apa ? Kau sakit ?! " taeyong begitu cemas dan panik melihat tanganku yang terus bergetar
" tidak.. bisakah kau buatkan aku makanan.. aku sangat lapar.. sejak pagi aku belum makan " keluhku pada Taeyong dengan lemas
" astaga.. kau ini.. seharusnya kau mengutamakan dirimu dulu na.. baiklah tunggu sebentar aku akan memasakkan makanan untukmu " katanya langsung pergi ke dapur dan membuatkan aku makan malam
" syukurlah... " benakku tersnyemu menatp kearah Taeyong yang sedang sibuk membuat makanan untukku. Aku bersyukur taeyong datang di waktu yang tepat.. aku juga bersyukur Taeyong ada disaat aku benar-benar membutuhkannya kali ini
Bersambung......
__ADS_1