
Sejak dulu aku belum pernah merasakan kencan sungguhan dengan Taeyong. Setelah Dea pulang dan kembali bekerja aku akan pergi kencan dengan Taeyong. Meski terasa sangat kekanakan.. kita berdua sama-sama sepakat untuk pergi jalan-jalan berdua dan menikmati waktu seharian bersama.
Karena Taeyong masih ada urusan di kantornya, aku pergi menunggunya di toko roti Hani. Dengan pakaian yang menyelimuti tubuhku agar tidak kedinginan dan tas bawaanku yang hanya membawa dompet dan beberapa barang milikku, Hani terus mengomel dan dia memaksa untuk mendandani aku agar terlihat lebih cantik. 15 menit waktu berlalu.. Hani merombak penampilanku hingga mataku benar-benar terkejut. Aku.. telah kembali muda sepertinya, melihat wajahku di cermin membuatku lebih percaya diri untuk kemcan hari ini.
" kalau gini.. Taeyong juga akan terkejut na.. kau harusnya sering-sering tampil cantik seperti ini.. gunakan uang milikmu untuk melakukan hal seperti ini " sindir hani dan tersenyum senang melihatku tampil berbeda
" ishh apa sih han.. " aku sedikit malu tapi Alex terus menyemangatiku agar tetap percaya diri dengan penampilanku saat ini
" aku senang kalian bisa bersama lagi na.. " sambar Alex bahagiadan tak henti mengacjngkan dua jempolnya
" hahaha.. makasih ya lex.. "
" ohhh.. " wajah Hani tiba-tiba melihat kearah belakang aku, kupikir itu adalah taeyong jadi aku menoleh dengan menyambutnya senang.
" David ?! " benakku terkejut melihatnya datang ke toko Hani
" .... " tak hanya aku yang kaget.. ternyata david pun kaget karena ada aku disini bersama Hani
" David.. apa kau mau pesan roti lagi ? " tanya Hani dan menarikku agar tidak terlalu dekat dengan David
" hmm roti biasa ya han.. Mona.. sedang sakit.. dia hanya mau makan roti kesukaannya saja " kata David pada hani tapi.. dia masih terus menatap wajahku
" Mona sakit ? Apa keadaan mona sudah membaik ? Dia sakit apah ? " benakku terus bertanya-tanya tapi sulit sekali menanyakannya pada David. Bukan aku tak perduli lagi dengan Mona.. tapi aku hanya tidak ingin membuat suatu hubungan dengan David lagi. Kekecewaanku yang besar telah membuat batas pada David. Apapun alasannya aku tak berhak menanyakan kabar mona padanya.
" .... " aku masih terdiam tak berani menatapnya dan lebih memilih menyibukkan diriku dengan ponselku, sementara Hani pergi mengambil roti pesanan David
" Anna.. bisa kita bicara ? Apa kau ada urusan penting ? " tanya david membuka pembicaraan diantara kita berdua
" hmm.. hari ini aku ada urusan.. " sahutku berusaha bersikap biasa di depan David
" Anna.. soal hari itu.. maafkan aku.. aku hanya.. "
" maaf vid.. aku harus pergi sekarang " kupotong kata-katanya dan beranjak pergi meninggalkannya
" Mona.. sangat merindukanmu ! Aku tau.. aku tak pantas mengatakan ini.. karena aku sudah menyakitimu na.. tapi.. Mona benar-benar membutuhkanmu " katanya padaku yang berhenti mendengarkan kata-katanya
" .... " aku berbalik dan menatap matanya tajam " bukankah Mona punya Yuna ? Dimana Yuna sekarang ? Seharusnya dia berusaha mendapatkan hati mona vid.. aku hanya mantan ibu asuhnya.. seharusnya kalian lebih bisa mengahadapi sifat mona dari pada aku "
__ADS_1
" tapi... bisakah kau mampir untuk menyapanya.. mona benar-benar merindukanmu na.. "
" .... " aku terdiam tak bisa menjawabnya karena aku sendiri masih bingung harus bagaimana menghadapi mereka yang masih mengganggu hidupku.
#TinTin!!! ( klakson mobil Taeyong )
Suara klakson mobil di depan toko roti hani mengingatkanku pada saat itu. Saat dimana David dan hyun kecelakaan. Mengingat itu aku tersadar David juga selalu membantuku selama ini. Seharusnya aku lebih sadar diri lagi jika aku memang banyak berhutang budi padanya.
" .... " tanganku gemetar tiba-tiba, seluruh tubuhku lemas seolah aku terus menyalahkan diriku apa yang telah terjadi dulu. Bukannya menghampiri taeyong aku kembali pada David dengan langkah yang pelan.
" .... " Hani yang melihatku bingung kenapa aku harus kembali menemui David
" aku.. akan menemuinya sekarang.. apa Mona dirumah ? " tanyaku pada David dan disaat itu juga hatiku lebih lega karena aku harus berbuat untuk membalas semua yang telah David lakukan dulu. Setidaknya aku harus bisa menahan segalanya dan berpikir lebih jernih saat ini.
" Ayo.. Mona memang sedang menunggumu datang menemuinya " David bergegas pergi dan lari ke mobilnya. David melewati Taeyong begitu saja, sementara Taeyong datang menghampiriku dengan mata yang sedikit cemburu
" ada apa ? Kenapa bisa ada david disini ? "
" Tae.. maaf.. tapi bisakah kau menungguku sebentar ? Aku harus menemui Mona dulu"
" Tae.. 30 menit saja.. aku akan menemui mona yang sakit. Kau tidak akan marah kan ? " aku sddikit memohon pada taeyong dan perasaanku juga begitu tak enak padanya
" hmm baiklah.. 30 menit.. aku akan menunggumu disini "
Taeyong mengizinkan aku pergi. Sepertinya Taeyong sudah bisa mengerti aku dan bersikap dewasa menghadapi masalah seperti ini. Meski matanya terlihat sedih harus menunggu kencan pertama kita.. aku harus tetap pergi menemui mona dulu
*********
Setiba di rumah David, kulihat suasananya nampak sangat berbeda dari sebelumnya. Kini.. Yuna telah merombak rumah yang sederhana dulu menjadi rumah yang begitu berkelas siapapun orang yang melihatnya akan takjub . Foto keluarga mereka juga begitu terlihat jelas menggantikan fotoku dulu.
Tak perduli dengan rumah yang sudah berbeda, aku masuk ke kamar Mona yang masih sama seperti kamar sebelumnya. Bahkan banyak fotoku dan fotonya yang mona koleksi di kamarnya. Melihatku datang Yuna sedikit kesal dan langsung pergi meninggalkan mona bersamaku berdua.
" mamah... " mona begitu bahagia melihatku datang, wajahnya yang oucat dan tibuhnya yang semakin kurus berhasil menggetarkan hatiku hingga aku menangis melihat putri kecilku kini lemah tak berdaya.
" kau sudah makan sayang ? Mamah bawa roti untukmu "
" hmm.. aku tidak perduli mah soal makan.. ada mamah disini saja sudah jadi obat untukku " kata mona memelukku erat.
__ADS_1
" baiklahh.. taoi kau harus makan sekatang ya sayang.. "
" hmm.. baiklah... "
Akhirnya dengan aku datang Mona bisa kembali lebih sehat dan mau memakan obatnya. Demamnya perlahan turun dan mona terus memaksaku agar tidak buru-buru pergi. Tangannya memegangku erat hingga sukit untuk melepaskannya. Dua jam sudah Taeyong pasti sudah menungguku tapi Mona belum juga tidur.
Akhirnya setelah 4 jam menemani mona hingga dia tertidur, aku segera pergi tanoa pamit pada siapapun di rumah yang sepi itu. Segera kubuka ponsel dan melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Taeyong.
" haduhh Taeyong pasti sangat marah " benakku cemas dan bergegas keluar dari gerbang rumah David.
Dengan gusar aku berusaha menelpon Taeyong untuk meminta maaf karena tak bisa menepati janjiku padanya. Tapi.. mataku terkejut melihatnya yang sudah berdiri di depan gerbang kedinginan menungguku
" Tae.. " hatiku terkejut dan merasa sangat bersalah membuatnya menungguku
" ohhh ayo masuk.. apa mona sudah membaik ? " bukannya marah taeyong malah langsung bersiap membuka pintu mobil untukku
" hmm.. " aku mengangguk bingung karena taeying tidak marah sama sekali
" huftt.. dingin sekali ternyata " setelah masuk ke mobil taryong langsung menyalakan penghangat
" .... " aku semakin membisu dan menatapnya takjub karena dia mau menungguku sejak tadi.
" ada apa na.. ? Kenapa kau diam saja ? " kini Taeyong malah mencemaskan aku
" kau pasti kedinginan.. " aku langsing memeluk taeyongku dan mendekapnya erat agar kita berdua sama-sama hangat " maaf tae.. tadi mona tidak ingin aku ceoat-cepat pulang "
" hmm aku bisa mengerti sayang.. lagi pula waktu kencan kita masih banyak " taeyong melepaskan pelukannya dan menatapku dengan wajahnya yang tersenyum menggemaskan
" baiklah.. " aku tersenyum senang menatapnya dan dengan cepat aku mencium pipinya dengan gugup
" .... " mata taeyong terkejut karena kecupan singat dariku
" ayo jalan.. " aku membuang tatapan mataku keluar jendela karena sedikit malu padanya
"Siap bos.. " setelah mendapatkan kecupan di pipinya taeyong menjadi lebih semangat dan langsung menancap gasnya menuju bioskop.
Bersambung.....
__ADS_1