
Setelah ku rasa hari semakin malam ku putuskan untuk langsung bersiap-siap pergi ke acara pernikahan teman bossku.
Kugunakan gaun berwarna hitam dengan make up yang cukup karena aku tidak suka yang terlalu tebal
Ting Tong
Dengan sedikit tergesa-gesa aku langsung membuka pintu apartment ku.
"Kamu sudah siap Ella?" Davin kaget melihat Ella malam ini padaku
cantik
itulah gambaran dari seorang Davin pada Ella malam ini.
"Sudah pak" jawab singkat Ella.
DAVIN pov
Setelah pulang dari lokasi peninjauan proyek hotel aku langsung pergi mengantarkan Ella ke apartmentnya karena dia tadi sudah ku ajak ke pesta pernikahan temanku.
Jujur Ella itu cantik, dia juga penurut, sangat profesional dalam bekerja. Selama dia jadi sekretarisku
dia tidak pernah menggodaku seperti sekretarisku yang sebelum-belumnya.
Sebenarnya aku punya orang tua yang baik tapi mereka lebih memilih tinggal di kota Venice yaitu Kota terromantis di Italy.
__ADS_1
Italy memang negara kelahiranku tapi, aku lebih memilih tinggal di Indonesia negara asli mamaku.
Papaku asli orang Italy datang ke Indonesia untuk bekerja Dan di situlah papa dan mamaku bertemu Dan beberapa tahun kemudian mereka menikah.
Setelah mereka menikah papa mengajak mama tinggal di Italy Dan aku akhirnya lahir di Italy. Sedangkan Perusahaan papa yang di Indonesia di pegang oleh orang kepercayaan papaku.
Saat Usiaku 24 tahun papa memberikan kepercayaan padaku untuk memegang Family Parker Corp yang ada Di Indonesia Khusus Jakarta.
Sesampainya di Mantion pribadinya aku langsung istirahat sebentar, setelah it mandi Dan siap - siap pergi ke pesta.
Beberapa menit berlalu aku telah tiba di depan pintu sekretarisku. Dia terlihat cantik malam ini dengan dress berwarna hitam pilihanku.
Dan kami langsung pergi ke acara pernikahan temanku. Dalam perjalan pu aku dan Ella hanya diam dan hening iya itu memang kebiasaan kami jika satu mobil berdua.
Ngomong - ngomong tentang pernikahan sebenarnya Papa Dan Mama menyuruhku untu cepat menikah tapi, apa dayaku pacar saja tak punya di suruh menikah.
Perjalana memang cukup lama tau sendiri kalau Jakarta itu super macet. Kurang lebih 1 jam Aku dan Ella sampai di temapat acaranya.
Setelah tiba aku langsung masuk dengan Ella yang ku meraih pinggangnya dengan agresif. Aku rasa dia sedikit tidak nyaman karena itu sentuhan pertamaku dengannya, selain berjabat tangan.
"Please pak jangan seperti ini saya tidak nyaman" bantah Ella sambil ingin melemaskan tanganku pinggangnya.
"Sudahlah diam saja kamu itu.Di sini tuh bangat yang ingin saya gandeng tapi, kami malah tidak mau"
"Itu kan mereka pak bukan saya" jawab Ella yang terus mencoba melepaskan tanganku.
__ADS_1
"Wah itu siap ya yang di bersama tuan muda Parker" orang satu
"Mungkin itu kakasih tuan muda Parker"
jawab orang ke dua
"Bisa jadi, tapi perempuan yang bersama tuan muda Parker sangat cantik, sepertinya mereka pasangan yang cocok"
"Benar juga katamu"
Itulah omongan orang - orang tentang kami berdua. Setelah itu aku lansung menuju ke pelaminan sahabat terbaikku bersama Ella yang masih setiaku pegang pinggangnya dengan agresif.
"Selamat ya bro atas pernikahan kalian berdua, semoga langgeng sampai kakek nenek" ucapku pada Dimas sahabatku.
"Makasih udah dateng, eh ya tuh siapa samping elo" Tanya Dimas.
"Kenalin Ella, sekretarisku" jawabku dan Ella hanya tersenyum ringan.
"Halah, sekretaris kok mesra baget sih"
"ya udahlah gue duluan mau cari makan dulu, sekali lagi selamat buat kalian berdua Dim dan Key" Pamit Davin.
Lalu aku Ella pergi dari atas pelaminan karena yang mengantri di belakang kami sangat banyak.
to be continue
*
__ADS_1
*
*