MY BOSS

MY BOSS
Orang Yang Sama


__ADS_3

Selama perjalanan pulang pikiranku jauh kemana-mana. Setelah mengambil keputusan, aku memberi kabar pada Taeyong dan membatalkan rencananya bersama Hyun.. aku begitu takut jika terjadi sesuatu pada Hyun.


" Besok kau tidak bisa pergi dengan Hyun.. karena aku harus pergi ke suatu tempat bersamanya " pesanku singkat


Setibanya di depan pintu, David menurunkan Hyun meski mereka berdua masih asik dengan perdebatan yang tak tahu apa yang mereka perdebatkan selama perjalanan soal teka teki nya. Aku tersenyum melihat keakraban mereka, aku tak menyangka Hyun sangat mudah berinteraksi dengan orang.


"Makasih ya... "


" Hmm.. sudah malam.. sebaiknya kalian istirahat " ujarnya


" Hyun.. ayahmu besok ada urusan.. jadi apa kau mau kalau besok kita pergi bersama Paman David ? "


" Benarkah ?.. hmmm baiklah.. "


" ...... " David terdiam dan menatapku penuh harap semua yang kukatakan benar adanya


" Besok.. apa kau mau pergi bersama kami ? " Ajakku padanya


" Kau serius ? "


" Hmm " aku mengangguk


" Baiklah.. sampai jumpa besok... " David masuk kedalam rumahnya dan terdengar jelas suara teriakannya yang begitu bahagia. Meski terdengar lucu aku berusaha menahannya di depan Hyun.


Aku dan Hyun masuk ke dalam rumah, tapi sudah ada Taeyong yang berdiri menunggu kami datang. Ada apa ? Kenapa dia bisa masuk ?


" Ayah...... " Hyun langsung memeluk Taeyong bahagia " apa ayah akan tinggal disini sekarang "

__ADS_1


" .... " Aku masih terkejut karena kedatangannya yang tiba-tiba


" Ayah harus bicara sama mamah.. kamu sekarang tidur yah... " Ujarnya lemah lembut pada Hyun


" Baiklah.. " dengan wajah yang begitu bahagia Hyun pergi ke kamarnya


" Kau tahu darimana kata sandi rumah ini ? " Tanyaku malas lalu ke dapur mengambil secangkir air teh untuknya


" Kita harus bicara " Taeyong mengikuti ku sampai dapur


" Huft.. apa lagi yang ingin kau bicarakan ? " Sahutku malas menatapnya


" Apa kau diteror ? "


" .... " Aku langsung terdiam saat Taeyong tahu soal teror itu


" Aku hanya cemas.. aku takut teror ancaman ini bukan sekedar ancaman saja "


" Tidak... Bukan.. Jaehyun tahu ?! . Aku hanya menebaknya, karena aneh bagiku kau tiba-tiba mengundurkan diri dari pekerjaanmu dan mencoba terus membagi jarak aku dengan Hyun "


" Apa yang terjadi ? Kau tahu siapa pelakunya ? " Aku langsung menghampiri Taeyong dan berharap dia tahu siapa orang itu " apa... Itu Bora ? "


" Aku masih belum tahu.. tapi satu yang pasti orang yang sama yang mengancam ku "


" Mengancam mu ? Apa maksudnya aku masih tidak mengerti "


" Dia tidak ingin kita bersama.. jika itu Bora, tidak mungkin karena aku sudah mencari tahu.. tapi tak ada bukti sama sekali. Dulu.. saat aku belum menikahi Bora, aku terus mendapat banyak ancaman. Bahkan ancaman terakhirnya mengancam ku dengan berkata akan membunuhmu dan keluargamu di Kanada. Saat itu juga aku langsung menikahinya... Meski sebelumnya jika aku tidak menikahi Bora, aku pasti tetap bertanggung jawab soal Taeri. "

__ADS_1


" Jadi... Ada seseroang yang membenci hubungan kita ? "


" Hmm sepertinya.. aku tidak tahu siapa sampai saat ini. Dan maaf.. jika diluar sana aku akan bersikap dingin padamu. Aku hanya ingin kalian tetap aman "


" .... Aku masih terdiam tak bisa berkata-kata, siapa orang itu hingga berani mengancam kita hanya karena sebuah hubungan yang jelas sudah tak ada lagi.


" Apa dia masih mengancam kamu Anna ? "


" Sekarang dia terus mengancam Hyun.. "


" Apah ?!!! Apa kita harus lapor polisi ? " Taeyong begitu terkejut dan tak terima jika terjadi apa apa dengan Hyun


" Aku sudah mau mencobanya.. tapi orang itu mengancam ku lagi "


" Sialan !!!! "


" Sebaiknya mulai saat ini kau harus menjaga jarak dulu dengan Hyun.. bagaimana kalau kau datang kesini diam-diam saja, sepertinya bertemu dirumah ini lebih baik.. daripada bertemu diluar "


" Jika itu tak jadi masalah.. baiklah terimakasih sudah mengijinkan aku Anna "


" Hmm.. apa kau sudah makan malam ? Jika belum.. aku akan membuatkan makanan untukmu "


" Sudah... " Jawabnya santai.. lalu sesaat kemudian perutnya berbunyi hingga terdengar olehku.


Aku menahan tawa saat itu juga, dan Taeyong pun merasa malu. Segera ku biarkan makan malam untuk kita bersama sementara Taeyong pergi menemui Hyun dan membacakan dongeng untuknya.


Makan malam sudah siap.. aku menghampiri mereka yang ada di kamar Hyun, kulihat Hyun sudah tertidur bersama Taeyong bersama sama. Buku dongen yang mereka baca berdua terbuka begitu saja tanpa dibaca, melihat Taeyong dan Hyun tertidur lelap sedikit mencairkan hatiku. syukur tiba-tiba kurasakan melihat Hyun bisa merasakan kasih sayang Ayahnya.

__ADS_1


" ...." Tiba-tiba saja air mataku menetes deras, segera aku lari ke kamar mandi dan menangis didalam sana. Entah mengapa aku merasakan sisi Taeyong yang dulu lagi. Hangat.. hingga sulit aku lepaskan.


Bersambung.......


__ADS_2