
Matahari pagi menyinari mataku. Aku terbangun dengan selimut tebal di atas kasurku, sementara mataku melihat Taeyong yang tertidur di dekat pintu sambil duduk. Aku tak menyangka malam tadi kita bisa terjebak di kedai kecil ini, namun semalaman hatiku terus gusar dan gugup berada di satu ruangan yang sama dengan Taeyong.
" .... " aku terdiam melihatnya masih terlelap tidur. Meski usia telah merubah banyak wajah kita dan timbulnya beberapa kerutan.. aku masih bis a menngenali Taeyong dengan wajah sendu dan garangnya.
" ehmmm.... " Taeyong terbangun dari tidurnya dan aku segera kembali pura-pura tidur takut Taeyong menyadari sedari tadi aku memperhatikanya
" ahh ini sudah siang.. aku harus pulang. " kulihat dari mataku yanng sedikit terbuka Taeyong bangkit fan menghampiri ke arahku. Aku kebingungan apa yanng akann dia lakukan padaku.. kenaapa Taeyong harus menghampiriku saat ini ?
" .... " aku mencoba tenanng dan bersikap seolah aku masih tidur
" sepertinya kau masih lelah.. na.. aku pulang ya.. " Taeyong mennyelimutiku lalu beranjak pergi keluar dari kamarku.
" ..... " Hatiku sepertinya tersentuh karena sikap hangat taeyong padaku, aku rasa sejak tadi malam hatiku terus menahan debaran jika berada di depan Taeyong. Tak lama Taeyong pergi aku segera bangung dan pergi mandi.
********
Mandi air hangat cukup membantuku menghangatkan tubuhku. Setelahh rapih aku sedikit berkaca dan mennyiris rambutku yang masih basah. Aku heran kenapa wanita tua sepertiku harus merasakann debaran jantung lagi ? Aku rasa.. aku benar-benar terpikat oleh Taeyong lagi, entah sejak kapan.. tapi rasanya aku selalu ingin melihat wajahnya dan cukup merindukannya.
" Kakkk apa kau baik-baik saja ? Semalam badai salju sangat besar " Dea datang dengan jaket tebalnya dan membawa sandwich untukku.
" ohh.. iya.. semalam sangat dingin disini " kataku lalu keluar dari kamarku dan bersiap membuka kedai.
" kau harus menambah penghangat lagi kakk.. "
" iya sepertinya... oh iya maaf ya soal aku tak memmberitahu tentang jaehyun padamu "
__ADS_1
" .... " Dea sejenak terdiam " ahh sudahlah.. lagi pula sekarang aku jadi tahu siapa dia.. aku tidak ingin memmbahasnya lagi.. " kata Dea dengan santai namun dengan sedikit wajah kekecewaannya
" .... " aku tak berani mengomentari apapun lagi, diam sepertinya lebih baik karena Dea sedikit keras kepala soal prinsip hidupnya.
" kak.. ini kan dompet kak Taeyong ? Kenapa ini ada disini ? " Dea menemmukan dompet Taeyong di meja
" ohh.. nanti aku akan mengembalikannya.. " aku mengambil dompetnya lalu tak sengaja sebuah foto keluarga saat aku, Taeyong dan hyun pergi piknik saat usia hyun masih 5 tahunan. Senyuman bahagia itu terlihat lengkap sekali dan aku tak menyangka sampai saat ini Taeyong masih menyimpan fotonya.
" wahhh bukankah ini keluarga kalian saat dulu " Dea begitu sangat tertarik melihat foto itu. Aku segera menariknya lagi dan menyimpannya kembali ketempat semula
" sudah.. nanti Taeyong akan kembali.. " kataku dengan cepat menyimpan foto itu ketemoat semulanya.
" wahh apa kalian akan kembali bersama ? "
" tidak mungkin.. apa sih de.. kamu ini kepo banget ya.. " timpalku gugup dan tertawa kecil. Tiba-tiba saja pintu kedai terbuka dan seseorang datang dengan mengenakan jaket tebalnya. David.. datang tiba-tiba. David langsung duduk sementara aku menghampirinya dan menunggu apa yang akan David katakan padaku
" Kau benar-benar sudah berkencan lagi dengan Taeyong ? " tanyanya tanpa banyak berbasa-basi padaku
" .... " aku terdiam merasa risih dengan terus bersandiwara di depan David
" itu sudah pasti sepertinya.. kupikir kalian hanya bersandiwara di depanku.. tapi sepertinya kalian memang berkencan lagi. Aku memang harus menerima semua ini.. mungkin sejak awal aku harusnya tak pernah menyesal menyakitimu na.. karena dengan menjadikan Yuna wanita simpananku adalah hal yang terbaik dalam hidupku " katanya membanggakan perselingjuhannya di depanku.
" .... " aku tak percaya David akan mengatakan itu padaku. Saat ini rasanya hatiku mulai marah akan kata-katanya yang tak ia cerna dulu
" Selama ini dugaanku benar.. kau tak pernah mencintaiku dengan tulus.. kau menerimaku karena kau mungkin merasa berterimakasih karena aku selalu disisimu.. selama ini aku selalu bersamamu dan keluarga kita dengan tulus.. tapi.. aku selalu meragukan perasaanmu padaku. Kau mungkin memang tak pernah mencintaiku sejak awal "
__ADS_1
" hah ?! " aku sontak terkejut dan menatap David kesal hingga aku tak kuat membendung air mataku di depannya. Air mataku menetes tanpa terasa.. aku sangat tak terima dengan kecurigaan dan keraguan David selama ini " kau.. jahat sekali vid.. " ujarku padanya dengan mengusap air mataku yang terus menetes di depannya.
" bukankah semua itu kebenarannya Anna ? Kau mengetahui perselingkuhanku dengan Yuna.. tapi kau tidak marah sama sekali.. kau hanya menjadikan semua ini untuk perceraian kita saja "
#PLAK!!!
Tamparan kedua kalinya mendarat di pipi mulus David. Aku tak tahan lagi dengan semua yang dia katakan saat ini. David sudah benar-benar keterlaluan.. apa dia menunjjukan perselingkuhannya hanya untuk mengetes semua ketulusanku padanya ?
" Aku.. berusaha untuk memahamimu selama 5 tahun terakhir.. semenjak Mona hadir dinkeluarga kita.. aku merasakan kamu yang sangat berbeda vid.. aku menahannya!! Karena aku terus bertahan dan percaya padamu ! Percaya untuk keluarga kita yang telah kita lalui selama belasan tahun !! Mengetahui ini.. kau tau ? Kenapa aku tidak marah di depanmu ?! Karena aku sadar diri.. aku tak bisa memberimu keturunan!! " kataku marah padanya dan terus menatapnya dengan mata yang masih membara terbakar oleh semua kemarahanku yang kupendam selama ini
" ..... " David terdiam terkejut dengan kata-kataku
" kenapa aku tidak marah dengan kalian berdua ?! Karena kalian dulu pernah menyelamatkan hidupku.. Demi Tuhan !! Aku menikah denganmu karena aku mencintaimu vid.. aku minta maaf jika selama in kau menahan segala kecurigaanmu padaku.. maafkan aku " tangisku buyar di depannya saat ini, aku tak tahu harus bagaimana menghadapi David.. kukira setelah bercerai David akan berhenti menyakitiku
" maafkan aku na.. aku mengatakan ini karena aku masih sangat menyayangimu.. aku hanya tidak rela aku dan kamu menjadi asing seperti ini.. " David mencoba menghentikan tangisanku tapi aku terus menghindar darinya
" Aku dan Taeyong tidak memiliki hubungan apapun.. " kataku bangkit dari duduk dan menghapus air mataku yang memalukan ini " sebaiknya kau pergi.. aku harap kau bisa mempercayai Yuna selamanya.. " kataku lagi dan memalingkan wajahku ke arah pintu kedai yang ternyata sudah ada Taeyong berdiri dengan nafas yang terengah-engah
" .... " Taeyong terdiam menatapku dan David
" ... " lagi-lagi mata ini meneteskan air mata saat aku melihat Taeyong berada disini. Katena tak ingin menambah kesedihan aku beranjak pergi ke kamarku. Tapi sebelum itu aku mendatangi Dea yang masih terdiam bisu di dapur tak ingin ikut campur urusanku
" kak.. kamu ga apa-apa ? " tanya Dea tak enak harus mendengar perdebatan aku dan david
" hari ini tutup kedai ! Kau boleh pulang.. " sahutku dengan jelas lalu masuk ke kamar meninggalkan mereka semua.
__ADS_1
Bersambung.....