
Tengah malam, Hyun terbangun dan ingin membuka hadiah-hadiah nya. Aku dan Yuna pun harus menahan kantuk karena harus membantunya membuka kado. Pertama-tama Hyun membuka hadiah dari ayahnya, ternyata Taeyong memberikannya peta dunia dan seragam Pramuka. Tak lupa ada surat yang dituliskan khusus untuk Hyun
" Putraku sayang... Ayah harap kita bisa keliling dunia suatu saat nanti. Ayah.. mamah.. dan Hyun.. bisa pergi bersama untuk menikmati keindahan dunia bersama. "
Hyun terharu membaca pesan dari ayahnya. Tak kusangka Taeyong amat memikirkan masa depan Hyun sejauh itu, mungkin alasan terbesar sulitnya membagi waktu karena kudengar akhir akhir ini Taeri sering pergi kerumah sakit.
" Sekarang... Buka kado ini... " Yuna mengasingkan kado yang dia bawa tadi
" Ini dari kak Yuna kan ? " Tanya Hyun penasaran
" Hmm... Ayo buka... " Yuna begitu semangat hingga Hyun yang sudah akrab dengannya langsing membukanya penasaran
" ..... " Aku dan Hyun terkejut karena hadiah yang diberikan Yuna adalah hadiah dari David. Dia memberikan mantel musim dingin untukku dan untuk hyun.. beserta foto David dan ibunya yang memakai mantel musim dingin yang sama.dibalik foto itu juga ada pesan yang dituliskan untuk Hyun
" Selamat ulang tahun cucu nenek... Semoga kita bisa bertemu lagi ya sayang... Sampai kapanpun.. kamu dan mamah Anna.. akan menjadi keluarga kita. We love you... " Aku menangis bersamaan dengan hyun, kita berdua sama-sama sedih karena begitu merindukan mereka.
" David... akan kembali walaupun entah tahu kapan " ujar Yuna padaku
" Benarkah ?! "
" Seperti yang kalian duga.. Jaehyun ngancam David, dan memberikan uang yang sangat banyak untuknya agar pergi meninggalkan Korea. David menolak uang itu.. tapi saat dia pergi bersama bibi... Dia sudah membulatkan tekat untuk bisa mengalahkan Jaehyun dalam segi materi dan kekuasaan. Sebenarnya David sudah tak bekerja di grup AR lagi.. kini dia sudah bergabung dengan perusahaan lain "
__ADS_1
" Syukurlah.. yang terpenting bagiku.. David baik baik saja, tidak lebih.. hanya itu yang aku harapkan "
**********
Adanya Yuna bekerja denganku, malah membuat Jaehyun mudah mengajakku pergi kencan. Karena aku sedang libur.. Jaehyun mengajakku pergi menikmati hari bersamanya. Bukan menikmati.. tapi aku harus memakai topeng ku seharian ini, meski aku belum pernah merasakan suasana kencan satu hari penuh tapi.. rasanya begitu datar berjalan bersamanya. Jaehyun terlihat ramah dan penuh cinta.. tapi aku tak bisa merasakan ketulusannya sama sekali.
Saat sore tiba, hujan mengguyur taman. Aku dan Jaehyun lari berteduh di dalam box telpon umum. Bajuku dan bajunya sedikit basah.. aku begitu canggung karena aku begitu dekat dengannya.
" Haduhhh kenapa hujan tiba-tiba sih " gerutuku melihat ke sekeliling hujan yang amat deras
" .... " Jaehyun hanya terdiam dan terus menatapku lekat
" Apa kita harus jalan ke parkiran ? " Tanyaku bingung tanpa berani menoleh kearahnya
" Maaf.. tapi aku tak bisa Jae.. "
" Kenapa ?! Aku selama ini bersabar menunggumu Anna "
" Maaf tapi aku tidak bisa mencintaimu.. "
" Tidak mungkin... " Jaehyun semakin kasar dan memaksaku untuk berciuman dengannya
__ADS_1
" Lepas...!! Jae... Lepaskan !!! " Aku mendorongnya dan pergi meski hujan masih deras, semakin berada di dekat Jaehyun aku semakin takut. Jaehyun sangat menakutkan dan posesif akan cintanya.
" Anna... " Jaehyun berlari mengejar ku tapi aku terus lari menghindar " maaf aku salah... Maafkan aku.. " katanya tenang hingga aku berbalik badan memberanikan diri menghadapinya.
" Kumohon... Aku hanya ingin kita sebatas teman saja Jae.. "
" Baiklah.. maafkan aku... Aku salah " Jaehyun mendekatiku dan memelukku erat dan menenangkan ku dari ketakutan
#BUGGG ( tak kusangka Jaehyun memukul belakangku dengan tangannya hingga aku pingsan dalam pekukannya )
***********
Aku terbangun dari tidurku, kulihat aku berada dikamar yang sangat asing bagiku. Segera kucoba membuka pintu kamar tapi pintunya dikunci rapat. Setelah mengingat kejadian tadi.. jaehyunlah yang membuatku tak sadarkan diri.
"Jae... Buka pintunya.. Jaehyun!!!! " Aku terus berteriak memohon agar dia membukakan pintunya.
Berulang kali aku memohon agar dia membukakan pintunya tapi tak ada jawaban sama sekali. Sekitar satu jam lebih aku menunggunya akhirnya Jaehyun datang dan membuka pintunya.
"Kau sudah sadar sayang ? " Jaehyun datang dengan wajahnya yang cemas
" ..... " Aku terkejut saat dia datang dan bersikap seolah tak terjadi apapun diantar kita setelah dia membuatku pingsan
__ADS_1
Bersambung.........