MY BOSS

MY BOSS
11.00 pm


__ADS_3

Sepulang dari toko, aku langsung membersihkan rumah dan memasak makan malam untuk Hyun. Setelah masakan siap aku segera mencuci piring dengan suasana hati yang bahagia.


#tingnong!! ( Bel berbunyi segera ku buka pintu itu dan kulihat Taeyong datang membawa beberapa mainan untuk Hyun )


" Kupikir kau tidak akan datang.. " ujarku santai


" Maaf rapat baru selesai.. Apa Hyun menunggu ku ?"


" Hm... " Jawabku lalu pergi ke kamarku dengan perasan yang sangat bahagia.


Aku membiarkan Taeyong dan Hyun menikmati makan malamnya.. sementara aku mandi dan berdandan agar terlihat lebih bersih dan rapih. Semakin waktu berlalu aku semakin berdebar dan menunggu waktu yang tepat tiba.


Pukul 11 malam tiba, akhirnya aku bisa keluar dari kamarku dan mengecek apakah Hyun sudah tertidur. Kulihat Hyun dan Taeyong lagi-lagi tertidur dengan posisi yang sama seperti sebelumnya. Mereka berdua memang sangat mirip saat tidur, karena tak ingin mengganggu tidurnya aku segera menutup pintu kamarnya.


#Ting!!! ( Pesan masuk dari David )


" Apa tadi sore Hyun suka toppoki yang aku kirimkan ? Maaf karena tadi aku tak bisa memberikan langsung padamu " ujarnya dalam pesan

__ADS_1


" Kau sudah pulang ? Apa kau sudah makan malam.. ? "


" Sudah... Aku sudah makan malam tadi diperjalanan.. aku hanya merindukanmu " gombalnya membuatku senyum-senyum sendiri membaca pesannya.


" Huft.... " Aku mengatur nafas ku dan mengontrol perasaanku yang terus berdebar sejak tadi.


********


Hatiku kini membawaku tepat ke depan pintu rumah David, hatiku terus berdebar dan gugup karena sudah lama sekali sejak aku tak merasakan perasaan ini. Aku nampak seperti wanita murahan.. tapi. David telah memancing ku dengan gombalannya yang bilang bahwa dia merindukan aku.


" Anna.. " David begitu terkejut melihatku di depan pintunya


" Kau.. mau masuk ? Tapi.. apa tidak apa-apa jika Hyun sendiri dirumah ? "


" Ohh.. Taeyong datang untuk menginap " ujarku


" Ohhh..." David hanya mengangguk mengerti. Aku tak mengerti apa David bersikap bodoh atau memang tidak peka ? Kenapa dia hanya mengatakan itu. Apa aku harus memberanikan diri agar dia bisa mengerti, kalau aku juga merindukannya ?

__ADS_1


" Aku.. juga merindukanmu " kataku polos dan menahan gengsiku dihadapannya


" ??? " David sempat terkejut dengan apa yang aku katakan namun beberapa detik kemudian ia langsung menarikku kedalam apartemen nya dan menutup pintunya. David langsung memelukku erat hingga aku bisa merasakan debaran jantungnya juga.


" Apa kau serius ? " Tanyanya mendekapku erat dan akupun mengangguk diamsambil menahan debaran jantungku.


" Mulai saat ini kau milikku... Aku sangat mencintaimu... " Teriaknya bahagia lalu menatapku lekat dan tersenyum manis meski dia juga mengontrol nafasnya yang gugup dihadapan ku.


" ... " Aku tersenyum bahagia dan langsing mengecup bibirnya singkat dan menahan Maluku karena telah memulai duluan


" .... " David terdiam.. pipinya memerah lalu matanya mulai serius menatapku dan menarik bibirku dan bibirnya mulai mengecup perlahan lalu melumat bibirku dengan nikmat. Kita berdua saling menikmati ciuman itu, dengan gagahnya David menggendong ku dan membawanya keranjang miliknya.


" Hmphhh... " Aku mengatur nafas ku dan mencoba memberitahu David untuk memakai pelindungnya. Setelah itu kita berdua melewati malam panjang itu bersama.


Cinta telah membawaku padanya, meski aku takut akan masa depan... Tapi aku juga tidak ingin membohongi perasaanku yang berdebar ini karenanya, malam ini David telah menjadikan aku wanita seutuhnya, wanita yang berhak dicintai juga.. dan berhak bahagia..


" Aku mencintaimu David !!!! Sangat mencintaimu!!!! " Jeritku dalam benak sambil menikmati seluruh malam yang panjang bersama.

__ADS_1


" Terimakasih untuk malam ini... Aku sangat bahagia Anna..." Uajranya lalu memelukku erat dibalik selimut tebal dan akupun tertidur dalam dekapannya yang begitu hangat.


Bersambung........


__ADS_2