
Tepat setelah aku keluar dari ruangan taeyong, aku berpapasan dengan Bora yang baru saja akan datang menemuinya. Matanya terkejut melihatku dari ruangannya. Entah itu pandangan rasa cemburu atau benci melihatku sehabis menemui Taeyong.
" .... " sejenak aku terdiam menataonya lirih dan penuh sangat kekecewaan berat padanya
" ... " Bora juga tak bicara, ia hanya menatapku gerus menerus
" kau.. tak perlu takut.. aku tidak akan mengganggu hidup suamimu lagi, aku juga sudah tidak butuh pekerjaan ini lagi. Kau tidak perlu takut aku menghalangi semua jalanmu "
" apa yang kau bicarakan ? Kau sangat aneh " sahutnya malas
" apa hidup bersama Taeyong dan mendapatkan kekayaan yang berlimpah masih kurang bagimu ? Apa selama ini pekerjaanmu hanya mengancam orang ? Menjijikan !! "
" apah ?! Mengancam ?! " katanya tak terima dengan perkataanku
" sudahlah.. aku harap kau tidak bersikap seperti pengecut lagi " ujarku
" hey Anna !!! Apa kau punya bukti ? " tanyanya dengan penuh kegugupan
" tidak tahu malu sekali kau ini... " sindirku lalu pergi meninggalkan perusahaan dengan hati yang sesikit tenang.
************
#Tintin!!!!! ( klakson mobil David )
Baru saja aku mau berjalan mencari taksi tapi David datang dan membawa mobilnya
" Anna.. ayo aku akan mengantarmu "
" aishhh kau ini tidak sopan sekali.. aku kam sudah tidak bekerja lagi disana... panggil aku nuna ( kakak perempuan )
" aishhh sudahlah cepat ayo... " ajaknya tak sabar dan akupun ikut dengannya.
Dalam perjalanan pulang, David begitu nampak gelisah. Tidak biasanya orang seangkuhnya bisa gelisah seperti orang gila selama menyetir mobil.
" ada apa ? Knapa kau gelisah sekali ? "
" hmm tidak.. aku tidak gelisah... " tangkasnya dengan cerdas dan kembali bersikap normal
__ADS_1
" haduhh kau ini.. cepat katakan.. ada apa ? "
" .... " David menghentikan mobilnya dan menepi kepinggir jalan lalu menarik nafasnya dan mulai mengatakan sesuatu
" ada apa ? " tanyaku lagi menunggunya bicara
" aku.. ahh tidak jadi "
" ishh !!! " aku menepak bahnya dengan gemas jarena sedari tadi ia membuatku kesal dan penasaran " cepat katakan...!!! "
" aku minta maaf karena kemarin mengerjaimu, apa kau berhenti kerja karena aku ? Jika kata-kataku kasar.. tolong maafkan aku "
" ...... " aku terdiam menatapnya tak percaya, seorang David mau meminta maaf padaku, tak lama melihat ekspresinya yang begitu malu aku langsung tertawa puas " hahahhahaa kukira kau mau bilang apah... "
" kau tertawa ? " tanyanya bingung
" Diusiamu yang muda.. kau sudah mampu menjadi pemimpin yang baik, aku tidak marah padamu.. hanya saja ada hal yang membuatku tak ingin bekerja disana "
" Tapi.. "
" tapi.. jika boleh tahu apa hubunganmu dengan taeyong ? Kenapa kalian sepertinya dekat ? "
" .... " saat itu juga aku terdiam tak bisa mengatakan apa-apa lagi, tapi setelah kupikir-pikir tidak ada alasan aku harus menutupi hubungan diantara aku dan taeyong.
" ahhh sepertinya.. kau teman dekatnya "
" bukan.. dia ayah dari anakku " jawabku apa adanya
" apah ?!!! " David terbelalak kaget dan ia tak menyangka hal yang didengarnya saat ini.
" kita tidak pernah menikah... aku lebih memilih orang lain dan hingga berakhir aku sendiri tanpa siapapun disisiku saat itu "
" Bagaimana kau bisa mengenal Taeyong.. aku mengenalnya sejak dulu kecil. Kudengar saat itu saat Taeyong dan Bora SMA.. mereka saling mencintai, apa mungkin mereka sempat putus dan taeyong bertemu dengan mu ? "
" mereka ? Satu SMA ? mereka punya hubungan yang lebih spesial dari sebelumnya ? " benakku terus bertanya-tanya dan cukup terkejut dengan cerita baru dari David, orang asing yang kebetulan kenal denganku.
" Anna.. kenapa kau terdiam ? "
__ADS_1
" apa kau mengenalnya sejak lama ? "
" hmm.. saat itu aku masih smp.. karena rumah Taeyong tak jauh dariku aku sering melihat mereka bertiga bersama "
" mereka ? Siapa satu orang lagi ? "
" entahlah.. aku lupa siapa satu laki-laki itu "
Dari cerita yang aku dapat dari David, semua ini menyimpulkan kalau cibtaku selama ini memang hanya sepihak. Meski Taeyong seringkali menyakiti perasaanku, tapi aku selalu saja mencintainya sampai saat ini. Saat itu aku percaya cibta taeyong memang utuh untukku.. tapi ternyata sepertinya hanyalah cinta biasa baginya. Tidak mungkinTaeyong mempertahankan hubungan dengan Bora jika karena terpaksa saja.
***********
Setibaku di toko, Hyun dan Alexa sedang pergi bersama alex. Sementara di tokk Hani bertemu dengan bibi kang yang datang berkunjung.
" bibi... apa kabar ? " sapaku sopan dan tersenyum bahagia karena bibi mau datang berkunjung
" kita harus bicara " bibi kang mengajakku untuk bicara diluar.
" ada apa bi.. kenapa kita tidak bicara sambil minum teh ? "
" tak perlu banyak sandiwara !! Dimana uang asuransi anakku dan rumah yang kau jual di kanada ?!! "
" .... " aku terkejut lalu terdiam tak bisa mengatakan apapun
" kau ini sangat licik Anna !! Kau memanfaatkan cinta anakku.. kau juga memanfaatkan hartanya "
" itu semua sudah tidak ada bi.. " jawabku jujur tak bisa membohonginya
" Apah ?!!! Kembalikan uang putraku dan semuanya.. !!!! "
#Plakkkkk ( tamparan dahsyat mendarat di pipi kiriku. Ia menamparku dengan sekuat tenaganya tapi.. tetap saja aku tak bisa berkata apa-apa lagi )
" kau harus melunasi semua hutangmu !!!"
" .... " aku terdiam menatapnya tak terima karena semakin aku diam.. aku semakin tertindas dan menjadi penjahatnya.
Bersambung..
__ADS_1