
Entah mengapa aku terus merasa sakit setelah mendengar kata-kata Bora tadi. Taeyong bukanlah milikku lagi.. tapi mengapa perasaan kecewa ku semakin membesar padanya. Di perjalanan pulang, langkahku terhenti tepat di depan toko boneka. Mataku tertuju pada seseorang yang sangat aku kenal. Tangan ku tiba-tiba bergetar dan tubuhku membeku setelah menyadari bibi kang ( ibu Daniel ) kini berdiri dihadapan ku.
" Ibu.. " sapaku dengan nada yang datar
" ... " Ia terus menatapku dengan penuh kekesalan dan kebencian. Sebenarnya aku berusaha untuk bersikap sopan padanya tapi ia tetap saja menatapku seperti itu. Langkahnya mendekat ke arahku
" Apa kabar Bu ? "
" Apa menurutmu aku baik-baik saja ? Sebaiknya mari kita tidak saling mengenal mulai sekarang " ujarnya lalu pergi dengan pandangan sinis nya.
" ... " Aku langsung terdiam meski tanganku terus bergetar dan ketakutan jika aku bertemu dengan bibi kang. Semenjak kecelakaan Daniel.. ia terus menyalahkanku atas kematian anaknya, meski sebenarnya ada suatu alasan yang terus kusembunyikan sampai sekarang dari siapapun.
Bibi terus menyalahkanku karena aku tak pernah mencintai Daniel. Tapi saat lembaran baru itu dimulai di kanada, ada banyak alasan yang membuat kita berdua berjanji untuk tidak saling jatuh cinta. Dan menjalani kehidupan layaknya sandiwara untuk keuntungan keduanya.
Selama Daniel fokus bekerja, akupun sibuk bekerja dan berobat jalan karena ginjalku. Tak hanya dulu.. sekarangpun masih sama, aku tak bisa membiarkan kondisiku memburuk jika tidak pergi kedokter. Dua bulan sekali.. aku harus terus menjaga kondisi kesehatanku agar tidak ada yang bermasalah lagi dengan tubuhku yang lemah ini.
********
__ADS_1
Setiba dirumah aku segera menyiapkan kebutuhan ku untuk mulai bekerja bersama Taeyong. Meski Bora akan sangat membenci kehadiranmu dikantornya, aku akan tetap berjuang demi Hyun.
#TING !!!! ( Pesan masuk dari Taeyong )
" Bisa aku menjemput Hyun hari ini ? Aku sangat ingin mengajaknya pergi jalan-jalan "
" Baiklah... Jaga Hyun.. oh iya dia alergi strawbery juga sepertimu " balasku
#TING !! ( Pesan masuk dari Taeyong )
" Terimakasih.. aku akan membuatnya akrab dengan putriku Taeri "
***********
Bosan rasanya aku terus sendirian dirumah besar ini, karena Hyun sangat menyukai roti akupun pergi ke toko roti terdekat.
" Selamat datang... " Sapa seorang pelayan di toko yang cukup sepi itu dengan kehadiranmu.
__ADS_1
" ... " Aku terkejut dan diapun terkejut saat mata kita saling mengenali satu sama lain. Kini yang sedang ada di hadapanku adalah Hani sahabatku yang sudah sangat lama tak pernah kudengar lagi kabarnya
" Anna..... "
" Haniii..... " Panggilku langsung memeluknya erat
" Sudah lama sekali.. kapan kau kembali dari Kanada ? Aku sangat merindukanmu.. "
" Hm... Aku juga sangat merindukanmu, dimana Alex ? "
" Sayang.. siapa yang datang " Alex keluar dengan celemek yang dipenuhi tepung roti
" Haiiiii " sapaku bersemangat
" Anna!!!!! " Dengan bahagianya ia memelukku tanpa sadar tepung rotinya sampai menempel ke bajuku " ya ampun.. apa kabar ? Aku sangat bahagia bisa bertemh lagi dengan teman lamaku ini "
" Wahh aku tidak menyangka akan bertemu dengan kalian lagi disini. Kupikir kau masih bekerja bersama Taeyong "
__ADS_1
" .... " Seketika mereka berdua terdiam, seolah ada yang terjadi setelah aku pergi ke Kanada. untuk pertama kalinya aku melihat raut wajah mereka yang benar benar-benar berbeda dari biasanya.
Bersambung.....