MY BOSS

MY BOSS
Second Dad


__ADS_3

David harus kembali ke kantornya, kini Jaehyun dan aku duduk berbicara di depan toko sambil menikmati es kopi buatan Hani. Jaehyun nampak begitu murung.. ekspresi kekecewaannya sama seperti ekspresi Taeyong pagi tadi.


" Apa.. tidak ada kesempatan lagi untukku ? Anna.. aku benar-benar menyesal.. tapi bisakah kau tidak bersamanya. Aku pikir hubungan diantara kalian hanyalah sebatas teman saja. "


" Aku sudah memafkanmu Jae.. tapi maaf karena aku memang tidak mencintaimu.. jika hanya sebatas pertemanan.. aku akan menjadi temanmu Jae, meski awalnya sulit untuk memaafkannya.. tapi aku tau kau orang baik "


" Tetap saja.. rasanya.. aku sekarang benar-benar kehilanganmu Anna "


" Lima tahun terakhir ini.. aku tak pernah sebahagia ini jae.. kumohon jangan usik hubunganku dan David. Aku hanya ingin hidup tenang dan nyaman "


" .... " Jaehyun masih murung


" Maaf Jae.. tapi aku harus kembali kerja " aku bangkit dari tempat duduk ku saat baru berbalik.. Jae menahanku pergi dan menarik tanganku erat


" Meski kau memilihnya.. aku akan tetap berada disisimu na.. aku akan selalu ada untukmu.. dan berharap keajaiban itu datang untukku. "


" Jae... " Aku melepaskan genggaman tangannya dan menatap matanya penuh ketakutan. Sepertinya Jaehyun bukan asal bicara. Aku hanya takut jika dia mengancam lagi karena ambisinya yang sangat besar.


Setelah Jaehyun pergi, aku menceritakan semuanya pada David. Ntah mengapa aku merasa terusik jika Jaehyun terus datang menemuiku. Untung saja David sangat pintar menenangkan hatiku yang gelisah.


*********


Mobil jemputan datang. Hyun turun dengan ekspresi wajah yang galau, tak biasanya Hyun cemberut. segera kupeluk putraku dan menyapanya agar dia tak kesal lagi.


" Wahhh anakku sayang sudah pulang.... " Pelukku hangat tapi raut wajahnya masih kesal sekali


" Hyun... Ada apa sayang ? Ko kamu marah ? " Tanyaku menatap wajahnya yang masih cemberut


" Tidak "


" Hyun... Ayo ceritakan.... Ada apa sayang ? " Rayuku dengan lemah lembut

__ADS_1


" Apa ayah tidak akan pernah bisa menjemputku lagi ? Tante Bora bilang.. mobil ayah hanya pantas untuk Taeri saja.. aku kan anak ayah juga mah.. "


"....." Mendengar kata Bora semakin membuatku jengkel.. kenapa Bora harus terus mengganggu ketenangan hidupku " sayang... Mobil ayah kan banyak.. mungkin ayah sibuk di kantornya "


" Tapi.. kenapa Taeri selalu naik mobil bagus ? Sementara aku hanya naik jemputan saja ?"


" .... " Aku terdiam karena kupikir Hyun begitu cepat dewasa.. kini ia bisa merasakan perbandingan antara hidupnya dan Taeri.


" Pokoknya aku mau Ayah memilihku !!! " Sahutnya lagi kesal lalu pergi menemui Alexa di kamarnya


" Hyun.. hati-hati.. nanti jatuh " ujar ku takut karena Hyun lari begitu cepat, sedih rasanya Hyun harus membagi ayahnya dengan orang lain..


**********


Sudah jam 9 malam.. David belum juga mengabari. Sepertinya ia masih sibuk meeting di kantornya. Hyun dan aku asik bermain sambil menonton acara tv favoritnya. Pikiranku terus melayang jauh.. apa sesuatu terjadi pada David ? Kenapa aku sangat merindukannya ?


#TINGNONG!!! ( bel berbunyi )


" Apa itu ayah ?! " Ujar Hyun senang dan langsung berlari untuk membukakan pintu


" Haloo.. Hyun " sapa David manis dengan membawa beberapa makanan untuk Hyun


" Ah !!!! Aku kira ayah yang datang" kesalnya lalu pergi ke kamarnya


" Hyun!! Kamu harus sopan jika ada yang datang " teriakku kesal karena tak biasanya Hyun bersikap seperti ini


" Sudahlah.. mungkin dia sedang merindukan ayahnya.. " David menimpalinya santai


" Tapi.. "


" Sudah... Ayo aku akan membujuknya untuk makan toppoki ini " David begitu dewasa hingga aku langsung tenang dibuatnya.

__ADS_1


David masuk ke kamar Hyun untuk membujuknya, sementara aku menyiapkan makanannya dan minuman untuk kita nikmati bersama di ruang tv. Tak lama kemudian David keluar bersama hyun, aku tak menyangka Hyun langsung ceria lagi.


" Mamah... Apa Ayah David membawa toppoki ? " Tanyanya bersemangat


" Ayah ? " Tanyaku berbalik karena kaget Hyun memanggilnya ayah


" Iya.. paman bilang aku boleh memanggilnya Ayah. Benarkan yah ? "


" Tentu saja... Anak ayah.. " timpal David begitu akrab bersama Hyun.


Dengan tenang.. kita menikmati makanan bersama. Sampai-sampai Hyun ketiduran di sofa. Aku dan David masih bersantai sambil menonton acara tv bersama.


" Bagaimana kau bisa membujuk Hyun ? "


" Ya.. begitulah... Dia sebenarnya hanya kesal hari ini, katanya.. di mobil jemputan pagi tadi.. dia melihat ayahnya mengantar Taeri ke sekolah. Hyun pikir.. saat Taeyong menginap.. dia juga bisa mengantarnya ke sekolah. Tapi dia malah melihat ayahnya mengantar Taeri saja. "


" Benarkah ? Sepertinya Hyun masih terlalu muda untuk menerima semuanya"


" Ditambah lagi... Katanya Bira datang menemuinya dan membandingkan Bora denganmu yang tidak selevel dengannya.. Bora sedikit membuat Hyun merasa sedih ibunya dihina "


" Apah ?! Sial... Apa otaknya sudah tidak berfungsi ?! Kenapa dia harus mengatakan pada putra kecilku yang tidak tahu apapun "


" Sudahlah.. nanti Hyun bangun, mulai besok.. aku akan mengantarnya sekolah, jika aku ada waktu luang.. aku juga bisa menjemputnya "


"Tapi kau kan sibuk... "Ujarku lalu bersandar padanya untuk menghangatkan tubuhku


" Tidak apa-apa jika aku bisa na.. "


" Makasih ya sayang... " Tatapku mesra lalu mengecup bibirnya perlahan dan davidpun membalas ciuman itu dengan lembut. Untung saja Hyun sudah tidur pulas, aku bisa menikmati ciuman panas ini dengan lama. Debaran jantungku semakin memuncak jika David sudah berada di dekatku dan menciumku.


" Aku.. sangat mencintaimu na.. " lepasnya sambil mengatur nafasnya yang gugup lalu memelukku hangat.

__ADS_1


" Aku juga sangat mencintaimu... "


Bersambung.......


__ADS_2