
Setelah puas bermain di pantai, kita bersama pergi menemui Hyojin di restoran miliknya. Senang rasanya bisa bertemu Hyojin lagi dan anaknya Dara. David juga menyapanya dan langsung pergi bermain bersama Hyun dan Dara yang masih 3 tahun lebih.
" Apa dia suamimu sekarang ? " Tanya Hyojin padaku sambil menatap David yang asik bermain bersama anak-anak
" Bukan... " Jawabku tertawa kecil
" Knapa kalian belum menikah..? Kalian sangat cocok " ujarnya lagi
" Kita tidak berkencan.. David temanku.. "
" Betulkah hanya seorang teman ?! Aku tidak percaya... " Tanyanya tak percaya
" Iya benar... Hahaha kau ini... "
" Hmm.... Sepertinya dia serius padamu "
" Entahlah.. aku masih bingung dengan hatiku Hyojin.. oh iya... Apa ibu Danil datang ? "
" Hmm dia datang.. dan terimakasih uang yang kau titipkan itu, awalnya aku merasa takut dan canggung.. tapi ternyata ia malah menyambut ku hangat dan menginap Disni beberapa hari untuk dekat dengan Dara. Setelah itu dia pamit untuk menemui makam Danil dikanada.. katanya.. dia juga ingin membawaku ke Seoul dan tinggal bersamanya. "
" Benarkah ? Syukurlah.. dia tidak membencimu... Aku menceritakan segalanya, karena bibi kang terus membenciku jika aku bertemu dengannya "
" Dia juga menyesal telah menyakiti perasaanmu " ujarnya lagi
" Aku bisa mengerti.. karena bibi juga seorang ibu.. pasti dia marah jika terjadi sesuatu pada anaknya.. ohh iya.. apa kau sudah ada calon ? "
" Hahaha aku tidak pernah memikirkannya lagi setelah Danil pergi "
" Hmm kau benar.. Danil adalah pria yang baik.. akupun selalu mengingat semua kebaikannya "
__ADS_1
Karena hari mulai sore, aku dan David pamit pergi. Meski Hyojin terus memaksa untuk menginap tapi kita harus mengunjungi rumah ibunya David. Tak jauh dari restoran milik Hyojin.. kita sampai di rumahnya dan ibunya begitu terkejut dengan kedatangan ku bersama putranya.
Ibu David begitu bersemangat menyambut kami, dan Hyun yang baru saja kenal langsung bisa dekat dengan ibunya. Bahkan ibunya langsung menyiapkan kita makan malam.
" ... " Aku terdiam duduk menatap sekitar ruangan yang begitu rapih dan bersih. Bahkan dari dalam ruangan ini ada jendela besar yang mengarah pada pemandangan laut malam dan beberapa perahu.
" Anna... Apa kau dan David berpacaran ? " Tanya ibunya penasaran
" Ahhh " aku bingung harus menjawab apa padanya, aku hanya takut menyakiti perasaan ibunya
" Aku dan Anna masih saling mengenal.. semoga aku bisa mengencaninya " ujar David frontal dan membawa makanan ke meja yang ada di hadapanku. Tak lupa ia mengedipkan matanya dan menggodaku dengan lucu
" Mamah.. jika mamah menikah dengan Paman David.. berarti Paman David akan menjadi ayahku juga ? " Tanya Hyun dengan polosnya
" ...... " Hyun malah membuatku mati kutu.. ia kenapa bisa sepintar itu sekarang.. aku bingung harus menanggapinya bagaimana lagi
" Hahahaha aku akan menjadi ayahmu benar " ujar David senang dan diiring tawa ibu David yang langsung memeluk Hyun gemas
" Hyun... " Aku mencoba menghentikan Hyun yang terus mengoceh
" Tidak apa-apa.. mulai sekarang kau bisa memanggilku nenek Hyun " Untung saja ibu David begitu baik jadi aku tidak terlalu malu menghadapinya
" Benarkah.. ?! Aku sayang nenek.. akhirnya aku punya nenek sekarang.. bolehkan aku foto bersamamu Nek ? Semua teman-teman ku di sekolah punya foto bersama neneknya " mendengar itu.. aku dan David langsung terdiam sedih menatap Hyun.
Mereka akhirnya foto bersama sebelum makan malam dimulai. David yang tepat ada di sampingku menggenggam tanganku erat seolah tahu perasaan sedih yang tengah kurasakan. Ia tersenyum menatapku dan mencoba menyemangati agar tetap tegar.
" Baiklah.. ayo kita makan... " Ucap David memecahkan suasana dan segera menyantap makanan bersama.
Selama makan, Hyun dan ibu David bisa langsung akrab. Bahkan Hyun memilih makan disuapi olehnya, aku bisa memahaminya sekarang.... Ternyata putraku butuh keluarga, ia begitu menginginkan keluarga yang lengkap semestinya.
__ADS_1
*********
Setelah makan malam, Hyun asik bermain bersama ibunya David. Sementara aku menghirup udara malam bersama David di halaman rumahnya.
" Terimakasih... " Ucapku bersyukur karena David membawaku kerumah ibunya
" Untuk ? "
" Memberi Hyun hal baru yang belum ia rasakan sebelumnya.. dan terimakasih untuk perjalanan satu hari ini "
" Aku juga sangat bersyukur.. kau mau pergi bersamaku, aku pikir.. kau akan lebih memilih Jaehyun "
" Entahlah.. dia memang baik sekali.. tapi aku tidak merasakan apapun jika berada didekatnya "
" Berarti.. denganku ada ? " Tanyanya penuh semangat dan menatapku penasaran
" Ahh hahaha..maksudku.. aku sedikit tidak nyaman dengan sikap dia yang berlebihan "
" Ohhh... " David merasa sedikit kecewa dan menunjukan wajahnya yang sedikit kekanakan
" David.. aku ini seorang janda, aku juga memiliki Hyun... Apa sebaiknya kau tidak mencari wanita yang lebih pantas " aku mulai serius.. berharap David tidak mengharap lebih jauh untuk perasaanku yang masih bingung ini.
" Jatuh hati tidak semudah itu Anna... Di dunia ini hanya ada 2 wanita yang paling aku cintai. Pertama ibuku... Dan kedua adalah wanita yang kutemui di depan toko buku 7 tahun yang lalu.. "
" 7 tahun lalu ? Siapa wanita itu ? Lalu jika hanya dua orang.. mengapa kau mengejarmu sekarang ? " Tanyaku penasaran
" Orang yang sama... Kau wanita itu Anna.. mungkin kau lupa Anna, saat itu aku baru saja tiba di Seoul untuk sebuah pekerjaan, tapi aku merasa ragu untuk melangkah maju. Tanpa sengaja kau duduk disebelah ku dan menyapaku ramah.. bahkan kau menasehatiku untuk selalu bersyukur karena hidupku lebih beruntung dibandingkan kamu karena dulu kamu masih kerja sambilan "
" Benarkah? " Aku terkejut mendengar kisah itu dan mencoba mengingat kembali tapi aku masih lupa pernah bertemu dengannya " David.. sepertinya aku punya ingatan yang lemah " ujarku malu
__ADS_1
" Bisakah kau memberiku kesempatan untuk jatuh hati padamu Anna ? " Tanyanya mulai serius menatapku lekat.mata kami saling bertemu, dan lagi-lagi jantungku mulai berdebar karenanya.. apakah aku mulai melupakan Taeyong ? Apakah aku mulai menyukai nya sekarang ? Tidak... Perasaan macam apa ini ?
Bersambung.........