MY BOSS

MY BOSS
Beginilah yang aku rasakan


__ADS_3

Suara monitor rumah sakit terdengar jelas disampingku. Mataku masih terpejam.. rasanya sulit sekali membuka kedua mata ini. Perlahan-lahan kubuka mataku dan kulihat sudah ada taeyong disampingku bersama Hani.


" Anna... " mata Taeyong yang merah dan sembab terlihat jelas.. ia nampak begitu lega setelah melihatku sadar dari tidurku. Tak lama kemudian dokter datang memeriksa keadaanku, lama kelamaan.. rasa sakit mulai muncul di bekas jahitan luka tusuk. Aku mencoba menahannya agar semuanya tak terlalu mencemaskan aku.


" dimana hyun... ? " tanyaku pelan pada taeyong dan hani


" hyun.. sedang perjalanan kemari bersama Yuna.. kau jangan khawatir lagi karena sekarang jaehyun sudah diamankan polisi " jawab hani dengan tenang sambil mengelap keringat di dahiku.


" ohh.. Tae... apa kamu juga terluka ? Kenapa kau duduk dikursi roda ? " alu baru sadar bahwa taeyong juga sepertinya sakit. Dia duduk dikursi roda dengan infus di tangannya


" mmm... aku... " taeyong sedikit ragu untuk menjawabnya


" kau kehabisan banyak darah na.. jadi taeyong memberikan darahnya untukmu "


" .... " aku langsung terdiam, lagi-lagi taeyong menyelamatkan hidupku untuk kedua kalinya.


" tapi aku baik-baik saja.. aku harap kau cepat membaik na.. "


" hmm... makasih tae.. kalau bukan kau.. mungkin sulit bagiku untuk tetap hidup "


" sudah patut bagiku selalu berada disaat seperti ini untukmu na " sahutnya sambil menggenggam tanganku agar aku tetap kuat menahan sakitnya bekas luka tusuk


Hani pergi untuk menjempit alexa dati sekolahnya, sementara itu taeyong dan aku asik berbincang. Hyun belum juga datang.. jadi aku menghabiskan waktu bersama taeyong membahas hal-hal lucu agar aku tetap ceria.


Suara pintu terbuka, kulihat David akhirnya datang dan beberapa barang yang ia bawa. Aku tersenyum senang menyambut kedatanganya. Awalnya David nampak terkejut karena taeyong ada bersamaku tapi sepertinya dia bisa memakluminya


" kau sudah sadar... syukurlah.. " david datang dan langsung mengecup keningku di depan taeyong tanpa merasa canggung sedikitpun. David terus mengelus rambutku dan merasa terharu aku bisa melewati masa-masa kritisku selama 5 hari.

__ADS_1


" ..... " taeyong hanya terdiam dan mencoba bersikap seolah ia tak melihat david menciumku


" hmmm... kau darimana ? " tanyaku penasaran melihat David menngenakan jas rapih


" maaf aku sedikit terlambat karena harus mengurus anak perusahaan yang kupegang sekarang.. minggu depan akan ada pembukaan kantor baru dan undangan untuk para pebisnis korea.. kuharap kau bisa datang hyung.. ( kakak ) " ajak David santai


" hmm akan kuusahakan untuk datang " ujarnya santai


" wahh kau sangat sibuk ya sekarang... " ledekku pada david yang sedikit salah tingkah bersikap santaii di depan Taeyong mantan bosnya


" ahh.. hahhaha tidak.. " david merasa malu saat aku memujinya.


" baiklah.. aku akan kembali keruanganku " taeyong pamit, kelihatannya ia merasa risih dan takut menggangguku.


" ohh baiklah.. yang.. aku antar hyung dulu yah.. " david langsung bangkit dan mencoba mengantar taeyong


" tae.. David hanya ingin mengantarmu, aku tidak ingin kesehatanmu memburuk.. "


" iya.. hyung kau harus cepat pulih.. " sambar david lalu mendorong taeyong menggunakan kursi rodanya ke luar ruanganku.


Tanpa taeyong menjelaskannya.. aku sudah tahu pasti dia sedikit merasa sedih karena aku bukan lagi miliknya, aku tak bisa selalu bersamanya seperti dulu lagi. Meski perasaan tak enak datang padaku.. tetap saja, aku.. akan tetap memilih david. Mungkin david baru hadir dalam hidupku.. tapi dia telah membuat perubahan besar dalam hidupku.


************


David terus menemaniku hingga aku membaik, tak perduli sesibuk apapun dia.. david selalu datang menemaniku setiap ada kesempatan. Luka tusukku sudah semakin membaik.. alasan mengapa aku melewati masa kritis karena kehabisan banyak darah dan shock berat karena tusukan pisau.


Hari ini Dokter membolehkan aku pulang. Dilobi rumah sakit aku berpapasan dengan taeyong yang sedang berjalan bersama Bora. Taeyong menyapa kita ramah.. tapi Bora hanya diam dan kesal menatapku.

__ADS_1


" Syukurlah akhirnya kau sudah dibolehkan pulang " ujar taeyong senang


" terimakasih.. tanpamu.. aku juga tidak akan cepat membaik seperti sekarang tae "


" makasih hyung... apa yang kau lakukan disini ? " tanya David penasaran


" hari ini... kita akan menemui dokter Taeri untuk memmeriksa hasil tesnya " jaeab tae santai


" Tae.. kita ini sibuk.. ! Ayo... dokter sudah menunggu " tanpa sopan santun Bora berjalan melewati kita begitu saja.


"...." aku hannya bisa terdiam melihat tingkah dia yang jauh berbeda dari Bora yang dulu


" ayo sayang... " David menuntunku perlahan menuju mobil jemputan yang sudah menunggu sedari tadi.


Bukannya membawaku pulang ke apartemen, David membawaku kesebuah rumah yang cukup besar. Tak jauh dari apartemenku bahkam lebih dekat dengan toko roti Hani. David mengajakku masuk kedalam dengan bersemangat.


" yang... ini rumah siapa ? "


" ayo ikut saja.. yang lain sudah menunggu... " tariknya perlahan menuntunku


Aku mengikutinya.. mungkin David mau mengenalkanku pada temannya atau rekan bisnisnya. Saat pintu terbuka semuanya sudah berkumpul menungguku datang.


" Welcome !!!!!" Semua berteriak menyambutku. Kejutan ini sangat berhasil membuatku kaget namun bahagia. Hyun yang sepertinya menjngguku dari tadi langsung memelukku erat. Tak kusangka.. lepulanganku disambut hangat oleh hyun, Yuna, Hani, alex,alexa, lucas...istri dan anaknya.. bahkan.. ibu David oun hadir menyambutku dengan hangat


" Selamat datang dirumah ini... ibu sangat merindukanmu " peluknya lemah lembut padaku, meski aku memang tak begitu dekat dengan ibunya.. tapi dia memang orang yang sangat baik. Ibu David.. dan david membuatku layaknya keluarga sungguhannya terus menerus.. sampai aku terharu setiap moment yang kulewati bersama mereka.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2