
DAVIN pov
Setelah selesai meeting tadi aku langsung kembali ke ruanganku yang di lantai teratas mengunakan lift khusus untuk ku.
Kulihat Ella sudah sampai di ruangannya terlebih dahulu dan aku langsung menghampirinya. Dia tampak terkejut kedatanganku tanpa mengetuk pintu, ya itu memang kebiasaanku.
"Ella saat makan siang nanti kamu datang ke ruanganku, tanpa terlambat sedikit pun" ucapku pada Ella
"Baiklah, apa Pak Davin ingin saya belikan makan siang lalu mengantarkan nya ke ruangan pak Davin" tawar Ella.
"Boleh juga, dan saya mau kamu temani makan siang di ruangan saya nanti" Jawabku.
"Baiklah Pak jika seperti itu, apa Pak Davin punya request untuk makan siang nanti" tawarnya lagi
"Hmm... boleh juga, saya mau ayam bakar, nasi dan juga lemon tea"
"Ok pak, saya akan dilevery saja" jawab Ella.
"Baiklah saya kembali keruangan saya" ucap ku dan di balas dengan anggukan dan senyum yang manis oleh Ella.
senyum yang inginku lihat setiap hari. katamu aku didalam hati.
Setelah itu aku langsung keluar dari ruangan Ella dan kembali ke ruanganku yang tepat di depan ruangan sekretaris si Ella.
ELLA pov
Jam makan siang dan istirahat untuk siang ini pun tiba. Aku sudah memesan makanan 20 menit sebelumnya pun sudah datang.
Lalu ku langkahkan kakiku keruangan pak Davin, boss ku sambil membawa makanan tersebut. Ku ketuk pintu tersebut.
__ADS_1
Tok tok tok
"Masuk"
cekrek
"Siang Pak, ini makanan yang pak Davin inginkan tadi" ku taruh makanan tersebut di mejanya.
"Hmm" jawabnya.
" Kalu begitu saya permisi dulu Pak" Pamitku.
"Siapa yang suruh kamu pergi?, kan saya tadi sudah bilang temani saya siang ini. itu dua porsi kan?" protesnya.
"Baiklah Pak" balasku.
"Baiklah Pak"
Dan aku langsung duduk di sofa tersebut tidak lama selelah itu, sekitar 5 menit Pak Davin beranjak dari kursi kebesarannya menuju sofa dan tepat duduk di sampingku"
Kami makan dalam diam, hanya suara sendok yang ada. Tak terasa makan kami pun selesai tersisa.
Dan tiba-tiba Pak Davin mengentuh bibirku untuk membersihkan sisa makanan.
"Makan itu itu yang benar kayak anak kecil aja masih belepotan seperti itu" ucapnya.
"Maaf Pak tapi saya bisa bersihkan sendiri" Jawabku.
"Hmm"
__ADS_1
Tanpa sengaja aku melihat di tersenyum dan itu senyum yang bagus untuk sang Ceo yang super cool dan Arogant.
Suatu saat bibir itu bukan hanya ku sentuh tapi juga ku miliki. pikir Davin dalam hati.
Setelah kami berdua makan di siang di ruangan pak Davin, selanjutnya aku langsung kembali keruangannya.
"Saya permisi dulu Pak, karena masih ada pekerjaan yang belum saya selesaikan" pamiku.
"Hmm"
Dari tadi cuma jawab hm hm emang gak bisa ngomong apa, dasar bos gila. ucap ku dalam hati.
Lalu setelah itu aku langsung kembali keruangan ku untuk kembali bekerja.
Ku lanjutkan pekerjaanku yang tertunda tadi karena makan siang dengan pak bos. Kulirik jam di yang melingkar di tanganku sudah menunjukkan pukul 3.00 dan aku harus segera menyelesaikan pekerjaan ini sebelum pulang.
Ku teliti kembali berkas - berkasnya agar tidak terjadi kesalahan, kalau sampai ada kesalahan sedikit pun sudah di pastikan Pak Davin akan sangat marah.
1 jam telah berlalu dan kini adalah saatnya jam pulang kantorku, karena aku sudah menyelesaikannya 10 menit sebelum waktu pulang.
*
*
*
*
to be continue
__ADS_1