
Saat terbangun.. sarapan buatan David sudah siap, entah mengapa sarapan kali ini sangat lengkap. Aku gak sangka ternyata David jago dalam urusan dapur. Hyun sangat menikmati sarapannya sampai mulutnya tak pegal memanggil David ayah terhebat. Sejak malam tadi.. aku merasa rumah ini tak sepi lagi.. David menambah suasana yang begitu baik bagiku dan Hyun.
Setelah sarapan usai dan Hyun siap berangkat sekolah. Akhirnya mereka pergi bersama dan David mengantar Hyun dengan sangat ceria dan bahagia. karena toko roti buka siang.. aku merapikan rumah dan sedikit bersantai dulu.
#TING!!!! ( Pesan masuk dari David )
" Maaf... Kita harus putus, Hyun sudah masuk ke kelasnya.. aku harus pergi dan jangan pernah mencariku lagi. Aku hanya berpura-pura mencintaimu "
Pesan dari David membuatku merasa aneh, apa maksudnya ? Ini bukan seperti dirinya.. kenapa dia berkata seperti itu ? Apa ada yang membajak telponnya ? Segera ku telpon ponselnya namun tak ada jawaban sama sekali. Nomornya aktif.. tapi David tidak menjawab ku sama sekali.
Aku mencemaskannya.. kenapa dia tiba-tiba berubah seperti ini ? Apa ada yang salah ? Apa aku berbuat salah padanya ? Karena tak terima dengan pesan terakhirnya.. aku pergi ke kantornya untuk memastikan keberadaannya.
**********
Setiba dikantornya.. David sudah tak ada lagi di perusahaan itu. Timnya bilang... David dipindahkan keluar negeri ke cabang Australia tanpa pamit sama sekali padaku. Segera kutemui Taeyong yang ada di ruangannya bersama Bora dan tim lainnya.
" Anna.. " Taeyong kaget dan menyambut ku senang
" Tae.. kita harus bicara "
Aku dan Taeyong pergi ke luar ruangannya dan segera ku tanyakan keberadaan David saat ini.
" Dimana David ? Apa kau menyuruhnya pergi ? "
__ADS_1
" Apa maksudmu ? Bukankah kau tau David memilih dipindah tugaskan ? Kemarin dia memohon persetujuan dariku. Aku pikir kau akan pergi bersamanya, jadi aku tak berani untuk menemuimu "
" Lalu kenapa ? Apa alasannya pergi ? Tidak mungkin dia pergi tanpa mengatakan sepatah katapun ?! " Karena begitu frustasi aku sampai membentak Taeyong dan tak menerima kalau David meninggalkanku tanpa alasab yang jelas.
" .... " Taeyong terdiam
" Kau ini sangat murahan... Apa kau masih anak kecil ? Seharusnya kau sadar.. kau memang tidak pantas dicintai " sambar Bora datang tiba-tiba nyeletuk seenaknya
" Apah ?! " Aku menghapus air mataku dan menatapnya berani " bukankah kau yang harusnya tak pantas ?! Suamimu masih menggodaku ? Kau... Seharusnya menjaga suamimu dengan baik. Apa yang kau banggakan sih selama ini ?! Kau hanya perusak dalam kehidupanku.. Untung saja aku cepat sadar " timpalku geram
" Apah ?!!!! "
" Hentikan... !! Anna sebaiknya kau pulang.. aku akan mengantar mu " ujar Taeyong menarikku dan meninggalkan Bora sendirian
Bukannya pulang... Aku meminta Taeyong mengantarku ke bandara untuk mencari David dan meminta penjelasan darinya. Tepat aku sampai di bandara.. kulihat David dan ibunya pergi membawa koper.
" David.... "
" Anna... " Dia terkejut karena aku bisa tahu keberadaannya. Akhirnya kita berdua memilih untuk membicarakan hal yang serius di tempat yang lebih sepi.
" ... " David terdiam tanpa menatapku sama sekali
" Ada apa ? Apa ada yang mengancam ? Katakan.. semalam kita baik-baik saja.. bahkan tadi pagi kau masih bersamaku dan Hyun ? "
__ADS_1
" Sudahlah... Aku sudah lelah bersandiwara. Sebaiknya kau pulang, dan kita tidak memiliki hubungan apapun lagi mulai sekarang "
" Ini aneh !!! Kau bohong... Seseorang mengancam kamu kan ?! "
" Apa sih.. sudahlah aku dan ibuku harus pergi "
" Kau jahat !!! " #plakkk aku menamparnya puas lalu pergi meninggalkannya dengan hati yang masih terluka. Aku tahu betul David pergi karena seseorang, tapi aku tak bisa melakukan apapun jika itu sudah menjadi pilihannya.
**********
Tiba-tiba hatiku patah lagi. Meski seperti mimpi.. tapi aku ikhlas David pergi. Dalam pikiranku.. lebih baik dia pergi daripada terluka jika mempertahankan hubungan kita. Selama perjalanan pulang ke toko, aku hanya membisu meskipun berulang kali Taeyong mengajakku bicara. Kini satu satunya orang yang paling aku takutkan adalah Jaehyun, ia memiliki kekuasaan dan harta yang banyak. Tak heran David mundur dan memilih pergi meninggalkanku.
" Kau jahat..... " Benakku geram pada hidupku yang abstrak ini tanpa sadar sampai meneteskan air mata berulang kali. Setiap tetesan mata ini ada sejuta kerinduan dan sejuta kenangan indah bersama David yang telah dilewati bersamanya. Hatiku telah dihancurkan berulang kali, bahkan sudah rapuh tak bisa digunakan lagi sepertinya. Karena cinta memang begitu menyakitkan.. detik ini juga.. aku tak akan jatuh di lubang yang sama lagi. Akan ku hancurkan setiap orang yang tertawa diatas penderitaan hidupku.
*********
Bekerja satu-satunya alasan agar aku bisa melupakan semua rasa sakit ku. Dari dulu.. aku selalu bernasib buruk, mungkin jika Bora menyaksikannya dia akan puas mentertawakan aku. Kupikir masalah akan cepat selesai dan reda. Tapi.... Kedatangan Hyun dan Jaehyun yang menjemputnya pulang sekolah membuat mataku terpaku pada mereka. Tubuhku bergetar ketakutan.. dadaku begitu sesak karena aku tahu betul Jaehyun sangat menakutkan.
" Mamah..... " Taeriak Hyun berlari dan mencoba memelukku namun mataku masih kosong karena takut segala sesuatu bisa terjadi.
" Seharusnya.. aku tak pernah mengenalnya " benakku menyesal menatap Jaehyun yang terus tersenyum padaku.
Bersambung........
__ADS_1