
semenjak dara tinggal di rumah Hyun, sikap Hyun sedikit berbeda dari biasanya. soal perhatian kandungan dan kondisi dara nomor satu bagi Hyun.. tapi soal perasaannya saat ini.. Hyun masih sangat menyesali telah menyakiti hati Alexa.
saat menikmati sarapan pagi di balkon kamar, Hyun hanya termenung sendirian . berbeda dengan dara yang asik menatap langit pagi yang cerah
" Hyun.. nanti bayi kita akan kita beri nama siapa ? " tanya dara dengan bahagia
" .... " Hyun menoleh dengan tatapan kosong setelah mendengar kata KITA . ia merasa seolah dialah yang menghamili dara
" Hyun.. kenapa kamu diam saja ? "
" ohhh.. "
"paman taeyong bertanya.. apakah nanti kita akan mengurus bayi ini atau mereka yang mengurus bayi kita Hyun.. jadi aku rasa.. aku lebih memilih kita berdua yang mengurus bayi ini " kata dara dengan percaya dirinya
" tapi.. sebaiknya.. biarkan ayah dan mamah saja yang mengurus bayi.. kau harus melanjutkan sekolahmu dara.. "
" apah ? tapi kenapa ? aku kan ibu dari bayi kita .bukankah kita harus menikah agar bisa menjadi ayah dan ibu untuk dia "
" kamu masih terlalu dini untuk menjadi ibu dara.. dan soal tanggung jawab.. aku akan ikut mengurus bayi kamu.. tapi.. maaf jika soal menikah.. aku rasa aku tidak memiliki perasaan yang seperti itu padamu dara "
" tapi kamu bilang.. kamu bakal jadi ayah dari bayi ini ? kamu jahat sekali Hyun !! " dara mulai memberontak, sikap yang belum dewasa itu membuat Hyun bingung harus bagaimana menyikapi dara
__ADS_1
" maafkan aku.. " Hyun menunduk pasrah dan larut dalam perasaan rindu dan bersalahnya pada Alexa
" hufttttt.. baiklah.. mungkin kamu butuh waktu untuk menerima kenyataan ini " dara malah pergi meninggalkan Hyun dan bersikap seolah dara selalu benar
***********
#ting!!! ( pesan masuk dari Hyun untuk Alexa )
" bisa kita bertemu sebentar ? aku mau mengatakan sesuatu padamu "
Alexa yang membacanya terus mengabaikannya dan berusaha menyibukkan dirinya. baru saja Alexa akan pergi mengunjungi kampus barunya, sudah ada Hyun yang menunggunya di depan toko roti miliknya
" Hyun... "
" ..... " Alexa terdiam menatap sedih mata Hyun yang nampak begitu murung
akhirnya mereka berdua pergi ke taman yang tak jauh dari toko rotinya.
untuk beberapa saat mereka berdua terduduk hening dan sedikit canggung di antara mereka berdua. namun.. karena Alexa tak ingin membuat Hyun merasa tidak nyaman, akhirnya dia memulai pembicaraan duluan
" ada apa ? apa yang ingin kamu katakan Hyun ? "
__ADS_1
" maafkan aku... " lagi-lagi Hyun meminta maaf pada Alexa, hingga ia malas menanggapi permintaan maafnya itu
" Alexa.. apa kamu akan mempercayaiku ? "
" ...... " Alexa masih diam tak menjawab, yang ia lakukan hanya ingin mendengar apa yang akan Hyun katakan padanya
" sebenarnya dara hamil bukan karena aku.. aku hanya membujuknya agar dia tidak bunuh diri bersama anak dalam kandungannya "
" apah !?? bagaimana mungkin ? apa yang terjadi sih sebenarnya ?! "Alexa mulai penasaran dengan apa yang terjadi
" apa pacarannya tidak tanggung jawab ? Hyun... kenapa semua ini bisa terjadi padanya ?!! " Alexa sangat penasaran namun dalam hati kecilnya ada satu kelegaan karena Hyun tidak menghianatinya
Hyun yang sedang dilema dengan hidupnya menceritakan keluh kesahnya tentang apa yang terjadi dan awal mula bagaimana dara bisa hamil. Alexa yang begitu lemah soal cerita yang menyeramkan menangis tersedu-sedu membayangkan bagaimana jadinya jika dia yang mengalami hal yang menimpa dara.
" maaf Hyun... sepertinya aku akhir akhir ini terlalu kasar pada dara, jika kamu mengatakan semuanya sejak awal.. pasti aku juga bisa memaklumi keadaannya saat ini Hyun.. "
" maaf... aku hanya bingung bagaimana mengatakannya padamu Alexa.."
" sini aku peluk... pasti kamu sangat menderita akhir akhir ini sayang . " dengan sikap cueknya, Alexa bisa memaafkan Hyun dengan mudah. Alexa tahu betul bagaimana perasaan Hyun saat ini
jadi alasan Alexa tetap bersama Hyun.. karena Alexa ingin mempercayainya dari pada harus membencinya
__ADS_1
Bersambung...