MY BOSS

MY BOSS
Sebuah permintaan maaf


__ADS_3

Sepulang dari pulau jeju, aku hanya merenungu nasibku dan mrnangis di dalam kamar. Mengunciku dari dunia luar. Sengaja kupaksa Hyun menginap di rumah taeyong karena aku takut hyun tahu dengan apa yang terjadi saat ini.


Semenjak aku pulang dari pulau jeju, aku tak pernah mengabari mereka sama sekali bahkan Mona sampai bingung karena aku tak mengabarinya. Sabtu pagi ini semua nampak berantakan, pikiran dan hatiku hancur karena bingung harus berbuat apa dengan hubungan yang sudah tak jelas ini. Jika aku marah pun tak ada gunanya sama sekali, karena selama ini aku hanya menumpang hidup dengannya.


" bi.. bibi...!!! " kudengar suara alexa datang dan memanggilku berulang kali. Aku keluar dari kamarku dengan kondisi rumah yang masih berantakan, kulihat Alexa datang bersama Dara dan membawa beberapa camilan.


" Alexa.. Dara... " aku terkejut dan baru saja ingat kalau aku mengajak mereka untuk kumpul malam ini


" bibi.. apa kabar ? " sapa Dara ramah padaku


" bi.. dimana hyun ? Apa bibi sedang sakit ? " tanya Alexa yang langsung sigap mengecek suhu tubuhku


" engga.. bibi kesiangan.. " sahutku lemas dan mencoba membersihkan rumah dan ruang tamu yang di penuhi olrh tisu-tisu bekas tangisanku


" bibi.. kau bohong ya ?! " Rajuk Alexa kesal dan menatapku lekat karena dia begitu peduli padaku


" sebaiknya bibi istirahat saja.. " Dara mencoba membantuku berdiri


" tidak usah.. semalam flu bibi parah.. Alexa.. Dara.. apa kalian bisa membantu bibi membersihkan rumah ini. Bibi harus mandi dulu "


" hmm.. " Dara tersenyum dan langsung bersiap membereskan rumah yang sangat berantakan. Setelah Dara memulai, Alexa pun ikut membersihkan rumah dengan tatapannya yang begitu mengkhawatirkan aku.


*********

__ADS_1


Sehabis mandi aku bersiap untuk berbelanja bersama mereka untuk membeli daging dan sayuran. Setelah kusadatkan diriku dengan dinginnya air.. aku mencoba kembali kedalam ragaku lagi. Aku akan tetap bersikap tenang di depan anak-anak meski aku harus menahan segalanya sendirian.


" Hufttt... " kemuhembuskan nafas panjangku dan terus tersenyum di depan cermin agar bisa berlatih bahagia di depan anak-anak. Tak lupa aku memakai beberapa riasan agar aku tidak terlihat buruk di depan David nanti. Hari ini dia akan pulang bersama Mona.


#TING!!! ( pesan masuk dari taeyong )


" kau baik-baik saja ? " tanyanya dalam pssan singkat yang kini sudah kubaca. Aku ingin sekali mengatakan aku sedang tidak baik-baik saja.. tapi.. aku tak ingin merepotkan Taeyong lagi untuk kedepannya. Akhirnya pesan itu tak aku jawab sama sekali, bukan maksud hati aku mengabaikan Taeyong.. tapi aku tak ingin memberikan sebuah harapan untuknya


********


Selama di super market Alexa dan Dara sibuk mencari makanan yang ingin mereka beli. Sementara itu.. aku pergi mencari kebutuhan nanti malam. Kupikir membawa dua gadis yang sepertinya sedang bersaing mendapahkan hati hyun akan sangat mudah. Nyatanya mereka malah sibuk dengan persaingan kekanakannya itu.


Aku hanya menggelengkan kepalaku melihat tingkahnya, namun mataku terus tertuju pada daging yang begitu segar di hadapanku. Baru saja tangan ini akan menyentuh daging yang akan kubeli, tak sengaja hanganku bertabrakan denhan tangan orang lain.


" ohh maaf... " lelaki itu meminta maaf karena tak sengaja tangan kita berdua bertemu. Aku mendengak kearahnya yang menunduk merasa bersalah telah menyentuh tanganku. Badannya yang tinggi dan wajahnya yang begitu aku kenali berhasil membuatku bergetar ketakutan melihatnya kini ada di hadapanku.


" Anna... " panggilnya dan memundurkan tubuhnya yang terkejut melihatku. Kupikir jaehyun akan telihat semenakutkan dulu.. tapi kini kulihat dari matanya begitu ketakutan saat melihatku


*********


Karena Jaehyun memaksaku untuk berbicara dengannya, aku pergi untuk meminum kopi di tempat yang tak jauh dari kasir kita berdua sama-sama terdiam dalam keheningan karena merasa canggung satu sama lain.


" Maaf.. untuk masalalu yang telah aku perbuat padamu Anna.. kupikir dulu.. aku dangat kekanakan.. setelah keluar dari penjara 7 tahun lalu.. aku merenungi sikapku yang begitu buruk padamu na.. maafkan aku.. "

__ADS_1


" ... " aku masih terdiam dan tak bisa berkata apa-apa untuknya


" tolong maafkan Bora juga untukku... Maaf karena dulu Bora sering menyakitimu bahkan dia akan menyakiti anakmu juga. Maafkan Bora na.. kumohon... "


" mungkin.. aku bisa memaafkanmu.. tapi mana mungkin aku bisa melupakan yang telah bora lakukan pada keluargaku. Maafkan aku jae.. memaafkannya tidak semudah itu " tuturku kesal dan menahan agar aku tak mengingat kejadian saat itu.


" hmm aku mengerti, Bora juga mungkin bisa mebgerti.. aku harao di bisa mengerti disana " ujar jae sedikit memmbuatku bingung apaa maksud kata-katanya


" ada apa ? Memang Bora sudah kelluar dari penjara ? "


" Sebulan setelah di penjara.. Bora terus merenungi segala kesalahannya dan menyesali perbuatannya pada keluargamu.. bahkan dia menyesal telah merebut Taeyong darimu. Sebenarnya hidup Bora sangat mennyedihkan.. tapi.. kehidupan yang begitu jahat padanya membuatnya menjadi seseorang yang serakah. Alasan Taeyong tetao bersama Bora dulu adalah.. bukan hanya karena anknya saja.. Taeyong, aku.. dan Bora adalah sahabat sejak kecil. Kita berdua tau Bora memiliki kejiwaan yang cukuo lemah..Jadi mohon maafkan segala kesalahannya selama ini karena dia terus memihon padaku 2 tahun yang lalu untuk meminta maaf padamu na.. "


" ..... " aku terdiam mendengar cerita panjang Jaehyin yang cukup membuatku terpaku pada ceritanya yang sungguh menyentuh hati.


" Setelah pertemuan terakhirku dengan Bora.. Bora mengatakan kalau sebenarnya Taeyong sering datang mengunjunginya dan menyapanya agar Bora tak merasa kesepian.. Bora mengatakan padaku bahhwa selama ini Taeyong selalu mencintaimu na.. Hingga di titik terakhir Bora merasa outus asa dan memiliki banyak rasa bersalah dalam hidupnya.. dia mengakhiri hidupnya di dalam penjara dan bunuh diri setelah ia merasa yakin bahwa Bora harus benar-benar menyusul putrinya "


" Bora.. bunuh diri ? " aku benar-benar terkejut, melihat jaehyun mengangguk sedih memmbuatku sadar bahwa itulah kenyataan yang terjadi saat ini.


" ahh.. maaf karena aku banyak bicara di pertemuan pertama kita setelah lama tak bertemu na.. maafkan aku.. "


" hmm.. ga apa-apa.. terimakasih sudah menceritakannya padaku jae.. "


" hmm.. baiklah.. aku akan pergi untuk mengunjungi kuburan Bora. Senanng visa bertemu lagi denganmu na.. kuharap kita tidak bertemu lagi na.. karena kupikir jika aku terus bertemu denganmu aku akan kembali jatuh hati lagi denganmu " tuturnya tersenyum senang lalu beranjak bangun dari kursinya

__ADS_1


" jae... " aku memanggilnya hingga ia terdiam tak bergerak " katakan padanya.. aku sudah memaafkannya.. ku rasa selama ini kau tidak akan pernah jatuh hati padaku.. karena sebenarnya hatimu selama ini masih sama untuk Bora jae.. " ujarku santai lalu pergi meninghalkannya. aku percaya semua yang terjadi dimasa lalu memanglah sebuah proses pendewasaan diri


Bersambung.....


__ADS_2