MY BOSS

MY BOSS
Sunset


__ADS_3

Di hari ketiga Dea dan Jaehyun pergi jalan-jalan berdua. Karena mereka bertemu di tempat dengan tak terduga , mereka berdua menikmati moment bersamanya. Aku sendirian dan bosan hanya berjalan-jalan ke sekitar dekat hotel dan menikmati kuliner sendirian.


Taeyong pergi untuk mengurus masalah visanya yang sedikit bermasalah.. jadi aku tak bisa melewati hari bersamanya seperti yang aku bayangkan semalaman. Setelah puas berbelanja aku hanya menikmati sore hari berjalan-jalan di pantai yang sepi


" Hmmm... sendiran lagi " benakku terus menunduk dengan sedikit kesal pada diriku sendiri


" Anna... " suara itu muncul lagi dalam otakku, sejak tadi pagi suara taeyong yang memanggilku terus mengganggu hariku yang sendirian ini. Kupikir aku begitu ingin melewati hari bersamanya tapi.. itu semua tak mungkin terjadi karena aku begitu gengsi untuk mengatakannya langsung padanya.


" Anna... " panggilnya lagi tapi aku masih malas menanggapi panggilan ilusi pikiranku


#Bruk!!!!


" auuuu... " aku menabrak seseorang karena sejak tadi berjalan menunduk " sory.. sorry... " aku mendengak untuk minta maaf tapi ternyata itu adalah Taeyong yang sudah ada dihadapaku memakai kaos putih polosnya dan senyuman manisnya yang ia berikan padaku


" kau baik-baik saja ? Kenapa sendirian disini ? " tanyanya penasaran dan memundurkan tubuhnya agar tak begitu dekat denganku


" ohh... " sejenak aku berpikir karena aku bingung harus mengatakan apa padanya


" hyun tadi menelpon.. katanya kau tidak bisa dihubungi ? "


" hmm ponselku mati.. tapi aku malas kemabli ke hotel " jawabku malas dan pergi mencari tempat duduk untuk melihat matahari terbenam


" ... " Taeyong ikut duduk disampingku dan terus terdiam selama menunggu matahari terbenam


" kenapa taeyong hanya diam saja ? Apa dia tidak mengatakan apapun padaku ? " benakku merasa bingung kenapa kita berdua bisa diam-diaman seperti ini


" Tae.. " panggilku santai

__ADS_1


" hmm iya kenapa ? " jawbanya sigap seperti orang yang was-was


" kenapa.kau diam saja dari tadi ? " kataku kesal dan sedikit merajuk padanya


" ahh.. kupikir kau sedang ingin diam.. aku tidak ingin mengganggumu . Kukira kau sedang datang bulan.. "


" cih.. aku tidak datang bulan.. "


" lalu kenapa kau diam saja sejak tadi ? "


" aku begitu merindukanmu " kataku pelan dan suaraku beradu dengan suaran ombak jadi Taeyong tidak mendengarnya


" apah ? Tidak kedengeran na.. " keluhnya dan mendekatkan telinganya kedekatku hingga aku bisa melihat pipi mulusnya dan lehernya yang begitu mempesona.


" ehem... tidak... tidak jadi.. " kataku mulai menjauhkan wajahku agar tak begitu dekat dengannya


" ishh aneh sekali kau hari ini " gumamnya malas padaku dan memanyunkan bibirnya hingga aku tak berhenti berdebar karena sikap manis Taeyong


" ishh kau ini marah terus na.. bisakah sekarang kita melihat matahari terbenam bersama " ajaknya santai sambil memandangi pemandangan laut yanb mempesona bersama matahari yang mulai tenggelam


" ahh sial !! " umpatku pada diriku sendiri saat mata ini terus menatap Taeyong dengan lekat.


" .... ? " Taeyong terkejut mendengar kata-kataku hingga dia menoleh dan mata kita berdua saling bertemu " ada apa na ? " tanyanya polos merasa bersalah padaku


" .... " semakin aku diam debaran jantungku semakin besar. Seluruh aliran darahku mengalir deras dan puncak kegugupanku semakin menjadi-jadi. Sepertinya obatnya hanya satu.. aku harus mengatakan yang sejujurnya soal perasaanku padan Taeyong saat ini


" maaf.. kalau aku sudah memaksamu na.. " lagi-lagi taeyong meminta maaf padaku padahal dia tidak bersalah sama sekali

__ADS_1


" aku sangat merindukanmu !! Kemana saja kau seharian ini ? Apa kau tidak ingin melewati hari bersamaku ?! Kenapa aku begitu merindukanmu ?! Apa yang kau lakukan hingga aku harus berdebar seperti ini tae ?! " kataku dengan tegas dan mengatakan semuanya yaang sedari tadi kupendam sendirian.


" .... " Taeyong terdiam tak menyangka akan mendengar kata-kata itu dari mulutku


" ahh sepertinya aku sudah mabuk.. " aku mulai kebingungan dan mencari alasan karena Taeyong hanya terdiam sejak tadi menatapku bisu. Saat ini aku tidak mabuk sama sekali tapi aku berusaha membuang topik gila ini agar Taeyong tak perlu memikirkannya


" aku akan pergi duluan.. disini... "


" jangan pergi " lagi-lagi taeyong menahanku pergi


" .... "


aku membisu saat tangannya menahanku pergi. Saat ini matahari benar-benar tenggelam dan disaat yang bersamaan Taeyong menarik wajahku lalu mengecupnya dengan lembut. Aku merasakan perasaannya lewat kecupan bibirnya, kita berdua sepertinya sama-sama gugup untuk sentuhan ini hingga rasanya perasaan dihatiku terisi penuh lagi dengan perasaan kita berdua.


" mph.... " Taeyong melepaskan ciumanamnya mengatur nafasnya karena kita berdua sama-sama gugup dan tak berani menatao satu sama lain


" .... " aku terdiam bingung harus mengatakan apa padanya


" .... " Taeyong juga masih diam tak mengatakan apapun padaku


" bagaimana ini ? Kenapa dia hanya diam saja ? Apa aku harus pergi sekarang? Kenapa dia diam saja sejak tadi ? " aku terus bertanya-tanya dalam hati tapi.. tak berani untuk mengatakan apapun padanya


" apa.. masih ada kesempatan untukku meminangmu na ? Aku tidak ingin berbasa-basi lagi.. setelah kita terus gagal dulu.. aku ingin kita bisa benar-benar menikah na.. mari lupakan masalalu dan kita mulai semuanya dari awal.. apa.. kau mau ? " saat ini juga Taeyong melamarku di waktu yang begitu pas. Tapi tetap saja.. jika mendengar sebuah kata pernikahan.. aku masih begitu takut dan merinding rasanya


" ..... " aku masih terdiam bingung harus menjawav apa padanya. Aku ingin sekali menikah dengannya tapi aku masih ketakutan karena banyaknya pikiran negatif yang menggangguku


" tidak perlu menjawabnya sekarang.. mendengarmu memiliki perasaan yang sama lagi aku sudah sangat bahagia na.. aku akan menunggumu sampai kau benar-benar siap "

__ADS_1


" makasih tae.. " aku memeluknya erat di kehelapan malam. Aku merasa sangat bersyukur Taeyong bisa sedikit memahami perasaanku.


Bersambung....


__ADS_2