MY BOSS

MY BOSS
Puncak Pesta


__ADS_3

Mona berlari ke kamarnya dan mengunci pintunya rapat-rapat. Aku terdiam membisu tak bisa mengatakan apa-apa lagi, hatiku sakit karena aku telah menyakuti perasaan putriku saat ini. Dengan sigap hyun mengejar Mona begitupun yang lainnya Sarang,Dara, dan Alexa berusaha membujuk Mona agar tidak menangis.


Hani dan Alex hanya bisa terdiam melihat kejadian malam ini, bahkan Alex memaksa Hani untuk segera pulang dan tak ingin ikut campur urusanku lebih jauh, tapi Hani menolaknya dan tetap bersamaku.


" kita harus bicara.. ayo ikut aku " David menarik tanganku dengan kasar. Ini pertama kalinya David menunjukan sisinya yang begitu marah padaku. Matanya tajam menatapku kesal sementara Yuna yang terus terdiam terus menggenggam sendok yang ada ditangannya erat-erat seolah menggenggamkan kemarahan.


" bicarakan disini saja " kataku menahan sakitnya tarikan david


" ada apa sih denganmu ?!! " David merasa kesal melihat tingkahku yang sungguh diluar batasku


" .... " aku masih terdiam menahan bendungan air mataku dan berlagak seolah tak terjadi apa-apa barusan.


" ada apa denganmu? Apa kau sedang kesal dengan Mona ? " tanyanya lagi sambil merasa gelisah dan mencemaskan putrinya


" Yuna.. apa kau mau merawat putriku ? Dia sangat pintar.. aku sangat bosan dengan tingkahnya !! " tatapku pada yuna yang kini menatapku penuh rasa kesal dan marah


" .... " kulihat Yuna terdiam dengan matanya yang memerah


" sayang.. haruskah aku memberikannya pada Yuna ? Kupikir dia akan cocok menjadi ibu untuk Mona...." tanyaku pada David namun masih menatap Yuna dengan geram.


" Sayang.. kamu ini kenapa sih ? " David semakin bingung dengan tingkahku

__ADS_1


" aku akan merawatnya.. aku berjanji akan merawatnya dengan baik untukmu " kata yuna akhirnya membuka mulutnya setelah lama berdiam diri


" .... " aku tersenyum simpul lalu mentertawakan wajah Yuna yang sunggub mau menantangnku " ahahahah... aku bercanda.. kalian menganggap semua ini serius ? " kayaku lagi memecahkan suasana uang sedang canggung ini


" ?? " Hani kebingungan dengan apa yang sebenarnya aku rencanakan saat ini


" Happy brithday to you.. Happy brithday to you... " nyanyian selamat ulang tahun datang, aku merncanakan malam ini khusus untuk David yang hari ini berulang tahun. Aku dan Mona sedikit membuat drama untuk mebuat David marah.


" selamat ulang tahun Ayah... " Mona datang dengan senyuman yang sangat lebar. Ia segera memeluk ayah kesayangannya dan memelukku juga karena akting kita berdua berhasil mengerjai semua orang yang ada disini.


" sayang... kau.. ingat hari ulang tahunku.. aku lupa hari ini.. " David begitu terkejut dan senang tak lupa aku juga memberikan hadiah untuknya jam tangan yang sudah kubeli dari jauh-jauh hari


" wahh mamah kayanga cocok syuting film.. " puji David terus menerus selama menikmati kue ulang tahunnya


" kau benar Ayah.. makannya Mona sangat menyayangi mamah " mona memelukku erat dan terus berada dipangkuanku.


" .... " aku tersenyum melihat Yuna yang terus menatapku iri dan kesal, tak hanya dia tenyata Sarang juga sedikit risih melihat hubunganku yang begitu harmonis di depan mereka. David hanya sibuk mengambil foto malam ini dan entah apakah dia juga merasa risih dengan menunjjukan kebahagiaannya di depan Yuna dan Sarang.


Awalnya aku juga tak ingin membuat kejutan ini, tapi.. karena tadi tak sengaja aku sedikit menyakiti perasaan Mona saat mencuci baju.. aku membujuknya dengan membuat kejuyan agar Mona mau memaafkan aku. Meskipun Mona adalah anak David dan Yuna.. aku akan tetap menyayangi putriku sampai kapanpun.


**********

__ADS_1


Setelah semua orang pulang dan David sudah kembali kedalam bersama anak-anak untuk tidur. Aku masih sibuk membersihkan halaman sambil bertelponan dengan Hani yang tak menyangka aku malah membuat kejutan gila itu untuk David yang sebenarnya sudah menyakiti hatiku


" Anna.. apa kau akan membiarkan hubungan kalian seperti ini ? " tanyanya dengan nada suara yang begitu penasaran


" hmm.. aku masih belum tahu harus berbuat apa. Dan aku bingung harus bagaimana menghadapi semua masalah ini sendirian karena aku tak ingin anak-anak tahu "


" baiklah.. tapi aku harap kau jangan membiarkan semua ini begitu saja na.. aku hanya ga mau kamu sakit untuk yang kedua kalinya. "


" iya.. iya.. bawel.. " kataku tertawa lepas dan menatap bintang-bintang dan bulan yang kini begitu jelas terlihat oleh kedua mataku


" Anna.. tapi kurasa saat ini kau baik-baik saja.. kupikir kau akan segila dulu saat mendapati taeyong menyakitimu.. yang kulihat sekatang kau begitu tenang menghadapi masalah ini " katanya jujur padaku


" ...." aku terdiam sejenak saat mendengar kata Taeyong dari mulutnya " mungkin karena aku sudah dewasa menghadapi masalah ini hani.. "


" tapi.. jika itu aku.. aku pasti akan murka saat itu juga "


" ahh sudah ahh.. aku tutup ya telponnya.. aku harus mandi " kataku mengalihkan semua ocehannya dan menutup telponnua dengan cepat.


" ...... " perkataan Hani berhasil membuatku sejenak terdiam dan merenungi semua perasaanku saat ini. Ada apa denganku yang sekarang sebenarnya ? Kenapa.. semakin tua.. aku semakin mengabaikan hal-hal kecil yang begitu penting soal perasaan seperti ini ? Apa karena aku takut kehilangan David ? Atau.. aku memang tak begitu sakit jika memang david menghianatiku ?


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2