
Sudah dari 2 hari yang lalu, Dea dan Jaehyun pergi ke jakarta. Mereka meninggalkan kita karena kini mereka tahu tentang kembalinya hubunganku dengan taeyong. Hari ini hari terakhirku di Bali, sore nanti aku akan kembali ke korea bersama Taeyong yang malah ikut berlibur bersamaku setelah pertemuan yang seperti sudah di takdirkan.
Pagi ini aku terbangun dengan pemandangan yang begitu indah. Kulihat taeyong sedang asik membaca buku kesukaannya. Tubuhnya terkena sinar matahari tapi Taeyong masih begitu fokus pada bukunya.
" kau sudah bangun ? Apa tidurmu nyenyak ? " kupikir Taeyong tak sadar aku sudah bangun
" hmm... aku masih sangat mengantuk " sahutku masih memakai selimut meski aku sudah memakai baju panjang. Semalaman cuaca disini sedang hujan deras jadinya udara pagi ini sangat dingin.
#kringgg ( video call masuk dari hyun )
" siapa ? " tanya Taeyong penasaran
" hyun... " kataku terkejut dan mulai bingung haruskah aku mengatakan soal hubungan kita berdua pada hyun.
" ohh.. cepat angkat... " kata Taeyong santai
Aku segera mengangkatnya dan kulihat Taeyong yang sedang sibuk menikmati latihan basketnya bersama teman-temannya. Setelahaku mengangkat panggilan videonya.. hyun pergi ketempat yang lebih sepi.
" mah.. kapan mamah pulang... aku sangat merindukan pangsit buatan mamah " keluh hyun dengan manja. Saat ini hyun terlihat begitu lesu merindukan aku
" mamah akan pulang hari ini sayang... "
" mahh.. apa mamah sedang bersama seseorang ? " tanyanya penasaran
" ohh... " aku mulai bingung kenapa hyun bisa tahu ada orang lain di kamar hotelku
__ADS_1
" bukannya kak Dea sedang di jakarta sekarang ? "
" .... " aku mati kutu karena anakku ini benar-benar cerdas
" hyun.. kau baik-baik saja ? Mamah sedang bersama ayah.. " tiba-tiba saja Taeyong menarik ponselku dan menyapa hyun senang
" wahhh... wahhh... benarkah ?! Wahhh keren... kalian kembali bersama ?! " hyun benar-benar terkejut tak menyangka dan ternyata responnya cukup baik
" hmm.. apa tidak apa-apa jika mamah dan Ayah berpacaran lagi ? " tanya Taeyong santai pada putranya
" hmm tentu saja !! Wahhh keren...!! Wahhh kalian seperti sedang berbukan madu.. mahh... ayah.. aku mencintai kalian... "
" hyunnn... apa kau sudah makan siang ? " aku mencoba menggati topik karena kurasa Hyun begitu bersemangat
" hmm aku baru akan pergi makan siang.. mah.. baiklah kututup telponnya bye mah.. bye ayah.. " karena begitu senang hyun menutup panggilannya. Aku dan Taeyong akhirnya bisa tersenyum lega karena Hyun tak mempermasalahkan sama sekali hubungan kita berdua.
Sebelum ke bandara, aku dan Taeyong pergi membelikan oleh-oleh spesial untuk hyun. Meski ini hanya sebuah oleh-oleh tapi aku dan Taeyong terus berdebat soal oleh-oleh apa yang paling bagus untuk hyun. Sampai-sampai aku dan Taeyong membeli hadiah masing-masing dan bertaruh oleh-oleh siapa yang paling bagus untuk Hyun.
Seharian ini aku dan Taeyong terus berdebat tentang masalah apappun tapi terus berakhir dengan semua canda tawa karena kini kita bisa lebih dewasa menghadapi masalah sepele. Dulu.. masalah sepeele bisa mennjadi besar, maka dari itu aku dan Taeyong telah belajar banyak makna sebuah hubungan yang patut kita pertahankan.
********
Tengah malam kita baru tiba di Bandara incheon, tapi dengan tak terduga hyun mennjemput kita berdua dengan sebuah buket bunga . Hyun nampak begitu rapih dan memakai manntelnya yang begitu terlihat cocok untuknya, hyun tersenyum menyambut kita berdua yang baru saja keluar
" Hyun.... " aku berlari dan langsung memeluknya erat " mamah kangen banget... "
__ADS_1
" aku juga kangen mamah... " hyun melepaskan pellukannya dan memmberikan buket bunganya untukku " selamat mah.. yah.. aku harap kalian bisa bersama selamanya "
" ....." aku terdia terharu hyun bisa sesenang ini melihatku kemabali dengann ayahnya
" hmm makasih anakku yang tampan " Taeyong memmeluk putranya gemas
" Ayo... aku akan menjadi supir kalian malam ini " ledek hyun bersemangat dan membantuku membawa koper
" aku harus mencarikan istri yang cantik sepertimu sayang " bisik Taeyong padaku.
" Tae.. hyun masih sangat muda.. lagipula biarkan dia memilih pacarnya sendiri " timpalku dengan berbisik
" apa kalian membicarakan aku. ? " hyun berbalik dan penasaran dengan apa yang sedang kita bicarakan
" ahahhaa tidak kok sayang.. ayo.. " aku bergegas masuk ke mobil sambil menghirup aroma bunga mawar pemberian hyun. Tapi kejadiran seseorang mengalihkan pandangan kita
" mamah... " Mona terpaku melihatku di depan Bandara, matanya begitu sedih menatap ke arahku. Sepertinya Mona akan pergi ke suatu tempat. Aku sedikit bingung apakah Yuna dan David tidak bisa menjaga moba dengan baik ? Kenapa Mona terus pergi-pergian seperti saat ini
" Mona.. kenapa kau disini ? " hyun langsung terkejut menyadari adiknya di bandara tengah malam seperti ini.
" Dimana Ayahmu sayang ? Kau sendirian ? " Taeyong ikut menanyakan keadaan Mona yang sedikit menyedihkan. Karena tak ingin membuatmasalah baru aku mencoba mengabaikan Mona karena aku masih begitu marah dengan David
" Tae.. hubungi David sekarang.. aku sangat lelah.. aku akan menunggu di dalam mobil " kataku sedikit malas menanggapi Mona meski aku juga merasa sedih putriku bisa melarikan diri seperti ini. Bukan aku jahat.. tapi aku hanya tidak ingin bertemu David lagi semenjak hari itu, jika aku terus bertemu dengannya.. kebencianku akan semakin banyak pada keluarganya.
" Tapi mah.. " hyun mencoba berbicara tapi Taeyong berusaha untuk menhan hyun agar tidak merusak suasa hatiku saat ini.
__ADS_1
Mereka bertiga saling berbincang serius, aku sangat penasaran tapi aku terus menahannya agar Mona bisa membenciku. Dengan begitu Mona bisabersikap dewasa dan sadar bahwa Yunalah ibunya. Tak sampai 1 jam akhirnya David dan sarang datang menjemput Mona, karena semuanya sudah beres.. akhirnya kita bisa pulang. Untung saja Hyun dan taeyong tak mennanyakan apapun padaku.. karena sejujurnya hari ini aku sedang datang bulan.
Bersambung......