MY BOSS

MY BOSS
Haruskah kita menikah ?


__ADS_3

Jaehyun membawaku ke Taman yang ada di halaman rumahnya. ia terus mencoba menghentikan tangisanku tapi air mataku terus saja mengalir deras.


" Haruskah kita menikah ? "


" .... " kata-kata Jaehyun membuatku terdiam dan mengingat kata yang pernah Taeyong katakan padaku. persis seperti yang ia tanyakan padaku saat ini.


" jika kau merasa sakit... aku akan bertanggung jawab atas rasa sakit ku.. aku akan membesarkan Hyun bersamamu dan berharap Taeyong tidak mengganggu hidupmu "


" .... " aku masih terdiam dan menatap matanya dengan mata merah ku sehabis menangis. meski sangat perih tapi aku terus menatap Jaehyun penuh keseriusan.


" aku akan mengundurkan diri. terimakasih untuk bantuanmu selama ini, tapi aku akan hidup bersama Hyun selamanya. sepertinya rasa sakit ku terus ada jika aku berada disekitar orang-orang yang dekat dengannya. "


" Tapi... "


" kau tidak perlu mengasihaniku.. " sahutku lagi dan pergi meninggalkannya sendirian di taman. segera aku membawa Hyun yang sedang asik bermain di rumah besar Jaehyun.


**********


Diperjalanan pulang, Hyun sangat ingin berbelanja bersamaku. karena ini pertama kalinya berbelanja di Korea, meskipun sejak kecil Hyun lama di Kanada.. tapi ia begitu cepat berbaur bersama orang orang pasar.


Aku sangat bersyukur memiliki Hyun disampingnya. setidaknya... hidupku menjadi lebih berwarna karena kehadirannya.


" 1..2...3..4..5..6..7..8..9...10... "

__ADS_1


Taehyun terus belajar menghitung menggunakan bahasa yang benar selama perjalanan pulang.


setibanya kita di rumah.. lagi-lagi sudah ada Taeyong yang menunggu kedatangan kami. kali ini Taeyong nampak tak berdaya dan terus merasa bersalah dengan apa yang sudah terjadi pada hidupku dan hidupnya.


" paman... " Hyun nampak terkejut karena taeyong tiba-tiba sudah datang dan menunggu kami


" Hyun... apa kabar ? kau sudah makan malam ? " sapanya pada putra kecilnya


" hmm... " Hyun mengangguk dan tersenyum manis menjawab sapaan ayahnya.


" Hyun.. bolehkan Paman bicara dengan mamahmu ?"


" tidak perlu... apa yang harus kita bicarakan " jawabku datar dan mencoba masuk meninggalkan mereka ke dalam. tapi tiba-tiba saja langkahku terhenti dan kembali menoleh pada mereka


" iya mah.. ? "


" Dia bukan pamanmu.. dia Ayah kandung kamu.. mulai sekarang kau bisa pilih mau hidup bersama siapa, mamah akan terima keputusan putra mamah " tuturku menahan tangis saat melihat ekspresi Hyun yang terkejut


" apa benar Paman... ? " tanya Hyun dengan suaranya yang nampak sedih


" .... " Taeyong mengangguk dan meneteskan air matanya dan mencoba memeluk Hyun tapi.. Taehyun malah pergi memelukku dengan erat.


" mamah.... jangan tinggalin Hyun...aku hanya ingin hidup bersamamu mah.. Hyun janji tidak akan nakal... " tangisannya sungguh memilukan hatiku. tak disangka Hyun begitu takut kehilanganku, dan ia lebih memilihku dibanding Taeyong. pelukan eratnya begitu terasa kalau Hyun begitu takut kehilanganku.

__ADS_1


" Maaf.. karena mamah tidak mengatakannya sejak awal.. maafkan mamah sayang... " aku kembali menangis dan membawanya masuk kedalam.


setelah Taehyun tertidur pulas, aku mencoba menghirup udara segar di malam hari. aku begitu terkejut karena Taeyong masih berada di depan rumahku meskipun udara terasa sangat dingin.


" kau belum pulang ? " tanyanku kaku dihadapannya


" hm... maafkan aku.. seharusnya aku bisa menjadi ayah yang baik "


" ini.. minumlah.. udara disini sangat dingin " kuberikan teh hangat yang aku bawa dari dalam rumah


" Anna... katakan.. apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkan ku ? aku begitu frustasi karena tak bisa memahamimu selama ini.. "


" .... " aku terdiam membisu tak bisa menjawab pertanyaannya karena akupun tak tahu mengapa aku bisa seperti ini padanya.


" semenjak kejadian itu.. aku tak pernah mabuk lagi.. minumpun sudah tak pernah.. jika boleh memutar waktu.. aku akan memperbaiki sikapku dan mencegah malam itu terjadi "


" apa yang kau katakan.. aku tidak mengerti. pulanglah... sudah cukup air mataku hari in. aku lelah... bisakah kau mengerti ? kurasa anak dan isterinya masih menunggumu dirumah " ujarku menatap balkon rumah besar yang sering kulihat selama ini. dan ternyata itu adalah rumah Taeyong dan Bora, tanpa Taeyong sadari.. sedari tadi aku melihat Bora dan putrinya sedang asik bermain bersama.


" Baiklah.. aku pamit... kuharap Hyun bisa menerimaku sebagai ayahnya.. dan kuharap kau juga mau memaafkan semua kesalahanku padamu. "


" Haruskah kita menikah ? " tanyanku padanya dan langkah Taeyong langsung berhenti saat itu juga.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2