
Hari berganti, aku datang ke kanntor sebelum yang lainnha datang. kusiapkan semua kebutuhan david hari ini dan menyiapkan jadwalnya untuk satu bulan kedepan. setelah kupikir-pikir, kemarin.. semua sikap David padaku hanya demi kebaikanku menjadi sekretaris yang baik.
dan kini aku harap pekerjaanku hari ini tidak akaan mengecewakannya.
setelah David tiba dan melakukan meeting bersama team.. kita berdua pergi ke luar kota untuk menemui klien yang datang dari luar negeri. tak lamma setelah menandatangani kontrak, akhirnya kita kembali ke kantor dan bekerja seperti biasanya hingga jam pulang kerja tiba.
semua staff dan tim kerja David sudah pulang. kini hanya tinggal aku dan dia diruangannya. kuperhatikan David masih sibuk dengan beberapa dokumen pentingnya.
" Bos.. "
" hmm.. kenapa ? kau tidak pulang ? " tanyanya yang masih menatap dokumen-dokumen pentingnya itu
" aku pamit.. maaf karena aku kemarin cukup mengecawakanmu. tapi... aku harus mundur dari pekerjaan ini " kuberikan surat pengunduran diriku padanya hingga ia berhasil melihatt kearahku dengan tatapan yang sangat tajam
" kau menyerah ?! "
" hmm.. " aku mengangguk dan tersesnyum sepat dihadapannya
" tapi kenapa ?! apa kau berusaha untuk main-main dalam pekerjaan ? "
" sulit bagiku untuk bisa mengatur. karena aku memiliki seorang anak yang masih kecil, jadi.. aku sepertinya tidak cocok belerja disini "
" aku tidak perduli.. kau harus tetap menjadi selretarisku selama satu bulan ini "
__ADS_1
" maaf David.. tapi aku sudah menyiapkan seluruh jadwalmu selama satu bulan kedepan. terimakasih untuk semuanya " kataku pasrah lalu pergi meninggalkan ruangannya.
************
sebelum pulang.. aku mampir keruang kerja Taeyong. disana tidak ada siapapun, kulihat seluruh ruangan yang masih kuingat semua kenangan sat aku masih bekerja disini.
kulihat sekeliling ruangan itu dan mengenang setiap kejadian yang pernah terjadi disini. aku tak menyangka akan kembali ke tempat ini, tempat dimana pertemuan pertama kami disini.
" Anna... " aku terkejut saat melihat taeyong keluar dari kamar mandinya dan hanya memakai piyama mandinya saja.
" Aaaaa.... " teriakku karena terkejut melihatnya muncul tiba-tiba.
" Kau belum pulang ? " tanyanya sambil menahan tawanya melihatku terkejut karenanya
" sebentar... " taeyong pergi untuk memakai bajunya sementara akh duduk menunggunya di sofa yang berada disamping meja kerja taeyong.
tak sampai 10 menit.. taeyong datang dan membawakan segelas colklat panas kesukaanku.
" ada apa ? apa ada yang ingin kau tanyakan padaku ? " tanyanya santai dan begitu bersemangat karena kehadiranku
" tidak.. hanya saja aku ingin berterimakasih, kau sudah memberikan tempat tinggal,sekolah untuk Hyun.. Bahkan kau memberikanku pekerjaan disini. "
" itu sudah tugasku bertanggung jawab Anna.. aku senang karena kini kita bisa berbicara santai lagi. setelah sekian lama.. maafkan aku karena telah banyak mengecewakanmu "
__ADS_1
" hmm.. semua sudah berlalu.. sepertinya kau kini bahagia hidup bersama Bora dan putrimu Tae.. "
" .... " Taeyong terdiam dan ia hanya tersenyum simpul dan matanya yang penuh tatapan kosong entah mengartikan apa
" Tae... aku sudah mengundurkan diri dari perusahaan.. terimakasih atas semuanya. tapi maaf aku sepertinya tidak bisa bekerja disini lagi. "
" kenapa ? ada apa ? apa seseorang mengganggumu ? "
" tidakk... aku hanya ingin fokus dan menjaga Hyun dengan baik. aku tidak bisa hidup tanpanya Tae.. "
" Tapi.. aku.. "
" kau punya segalanya Taeyong.. Isteri.. anak.. keluarga... bajkan harta kekayaan yang melimpah.. namun.. dalam hidupku, aku hanya punya Taeyong seorang. tak perduli seberapa banyak orang yang telah membenciku, aku akan tetap bersama Hyun "
" Baiklah.. jika itu keinginanmu, tapi jujur.. aku bahagia bisa bersamamu disini lagi, kurasa tempat ini begitu indah untuk menjadi kenangan lama yang mungkin tidak akan pernah terjadi lagi. aku harap kau bahagia.. dan aku harap hatimu tetap sama meskipun itu hal yang mustahil " ujarnya membuatku merasa berdebar tak karuan dengan apa yang ia maksud sebenarnya.
" baiklah.. aku pamit "
" apa aku boleh mengantarmu ? "
" Aku tidak ingin mencari masalah baru " tepisku lalu pergi meninggalkan ruangan kerja Taeyong dengan hati yang begitu sedih, resah, kecewa, gugup, dan mungkin putus asa.. memikirkan hubungan yang sudah tak mungkin lagi.
Bersambung...
__ADS_1