MY BOSS

MY BOSS
Love


__ADS_3

Taeyong masih terdiam bingung karena aku meminta mengakhiri hubungan ini dengannya, matanya berbinar seolah ingin menangis, wajahnya pucat dan kulihat taeyong sangat sedih.


" kita akhiri hubungan ini tae.. aku ingin kau menjadi suamiku seutuhnya " kataku lagi dengan percaya diri


" .... " kali ini taeyong sangat terkejut tapi mulutnya masih membisu


" aku.. ingin kita menikah tae.. maaf karena aku baru mengatakannya sekarang.. sebenarnya sejak 2 bulan yang lalu aku terus menunggu lamaranmu, tapi.. kau juga belum melamarku "


" na.. maaf karena.. " taeyong mencoba menjelaskan


" aku tau.. kau tidak ingin menekanku soal pernikahan.. kau tidak salah tae.. maafkan aku.. karena akh terlalu egois "


" ayo kita menikah.. aku akan hidup bersamamu selamanya ! Aku sangat mencintaimu na.. aku bersyukur akhirnya kita akan menikah !!" Taeyong langsung memelukku erat, kali ini dia benar-benar senang dan bahagia mendengar ajakanku untuk menikah


" aku berjanji.. aku akan terus bersamamu tae.. " kataku lagi dengan sangat gugup, gugup yang tak pernah hilang sejak dulu.. jika taryong memelukku debaran jantungku terus berdebar bahkan terkadang aku tak bisa menahan rasa gugupku di depannya.


" terimakasih na.. terimakasih sayangku.. terimakasih.. aku.. sudah menunggu lama hari ini , menunggu saat dimana kau bisa benar-benar kembali seutuhnya " tutur Taeyong menatapku sedih lalu kembali memelukku kembali


" .... " aku hanya bisa terdiam terharu sedih dan terus mwrasa bersalah padanya, aku tersu membuat taeyong menungguku sejak lama


*********


Hari ini.. hari kepergian hyin ke Amerika. Aku dan taeyong mengantarnya sampai bandara, Alexa sibuk beroamitan dengan Hani dan Alex.. sementara hyun masih terus memelukku sedih karena hyun akan meninggalkan aku


" mah... kamu tak perlu memikirkanku banyak-banyak.. aku selalu menyayangi mamah dan Ayah.. aku hatap mamah dan Ayah selalu sehat " kata hyun dengan sangat dewasa


" hyun... mamah hanya berharap.. seharusnya selama ini kita hidup bersama.. tapi sekarang kau sudah dewasa, mamah harap kamu bis amenggapi cita-citamu na " tuturku sedih dan tak henti mengeluarkan air mataku


" mamah jangan cengeng.. aku akan segera kembali mah.. " hyun mengusap air mataku


" hyun.. jaga diri baik-baik ! Jaga alexa juga.. kalian harus tetap rukun.. Ayah harap kau bisa menjadi anak yang mandiri dan tak lupa untuk terus mengabari mamah dan Ayah " pesan Taeyong tegas pada hyun dan memebrinya semangat untuk menggapai cita-citanya


" hmm.. maaf ya mah.. yah.. aku ga bisa datang di acara pernikahan kalian.. aku harap Ayah bisa menjaga mamah dan selalu mencintainya " pesan hyun pada taeyong


" hmm tentu saja putraku yang tampan "


" mamah sangat menyayangimu hyun.. jika terjadi apapun segera hubungin mamah dan ayah.. mengerti ? "

__ADS_1


" hmm.. iya mah.. i love you.. " sebelum hyun pergi dia mengecup pipiku lalu memeluk taeyong


Kini aku hanya bisa melihat kepergian mereka, membawa kopernya masing-masing dan melambaikan tangannya dan menoleh untuk terakhir kalinya sebelum mereka masuk untuk check in.


" tae.. apa hyun akan baik-baik saja ? " tanyaku sedih bersandar di sampinya


" hyun akan baik-baik saja na.. tenanglah.. hyun sudah besar " tak sepeti aku yang begitu lemah, Taeyong bersikap tenang meski aku tahu betul taeyong juga sangat mencemaskan hyun.


********


Sepulang mengantar hyun, aku hanya mengurung diri di kamar Taeyong dan menatapi foto-foto hyun kecil. Belum sehari hyun pergi.. rasanya aku sudah mau gila merindukan anakku. Aku cemas memikirkannya yang kini jauh dariku.


" sayang...kau masih memikirkan hyun ? Tenanglah.. hyun akan mengabari kita setibanya di bandara " Taeyong keluar dari kanar mandi dan menenangkan pikiranku


" hmm... aku hanya sedih karena kini hyun sangat jauh dariku " tuturku masih menatapi foto hyin kecil


" tenanglah sayang.. ayo bukankah malam ini kau mau memeriksa kedai ? Apa sekarang kau pinya karyawan baru ? "


" hmm.. Dea dan pegawai baru akan mengurus kedai mulai sekarang, bukankah kita akan segera menikah " kataku mengalihkan semuanya dengan menggoda Taeyong yang sudah senyum-senyum kegirangan


***********


Setiba di kedai, ternyata ada jaehyun yang sedang membantu Dea dan pegawai baru. Kedai sangat ramai.. jadi aku dan taeyong tak jadi masuk dan memilih pergi berjalan-jalan di taman dekat kedai. Taeyong terus menggenggamku erat, angin malam yang sepoi-sepoi mengibaskan rambutku. Bunga-bunga yang bermekaran terlihat sangat cantik, apa lagi dengan taburan kelopak bunga yang tertiup angin seperti salju yang turun.


" kau mau ice cream ? " tanyanya sambil menatap bungasakura di malam hari


" tidak.. aku tidak ingin apa-apa tae.. " sahutku dan ikut memandangi sakura yang tertiup angin


" aku suka tempat ini.. musim semi tahun ini sangat cantik " kataku lagi senang bisa menatap dan merasakan pemandangan indah bersama taeyong


" hmm kau benar.. musim semi tahun ini sangat indah dan terasa manis " timpalnya dan memandangiku senang


" sayang... " panggilku perlahan-lahan dan menatapnya lekat


" .... " matanya langsung terpana mendengar panggilanku, seperti dua remaja yang baru merasakan jatuh cinta. Aku dan taryong kini saling menatal satu sama lain, rasanya cinta kita terus dipenuhi dengan bunga-bunga dalam hati dan debaran jantung yang sulit di artikan sebagai tanpa sebuah perasaan yang kita miliki satu sama lain. Bersama taeyong hatiku merasa tenang meski aku terkadang bisa gugup di buatnya


" setelah menikah.. apa yang ingin kau lakukan bersamaku ? " tanyaku penasaran

__ADS_1


" hmm... aku.. ingin keliling dunia bersamamu, aku ingin menikmati masa tua kita dengan penuh kencan dan waktu untuk bersama " katanya jujur dan menatapku senang, senyumannya sungguh berhasil melelehkan hatiku yabg lemah ini


" apa.. kau mau melakukannya ? Aku.. sepertinya juga menginginkan itu tae.. "


" baiklah.. kalau begitu aku akan menyiapkan segalanya dari sekarang. Sudah lama sekali aku ingin pergi ke ujung dunia bersamamu.. " ungkapnya lalu kembali menatap ke langit yang gelap


" hmm kau memang selalu tampan tae.. maafkan aku untuk selama ini karena aku terus menyakitimu " benakku terus menyalahkan diriku sendiri yang sudah begitu egois


Baru saja kita menikmati udara yanb begitu sejuk di taman, hujan tiba-tiba turun dengan deras. Aku dan Taeyong kebasahan meski taeyong sudah berusaha menarikku mencari tempat berteduh.


" ayo... aku takut kamu flu "


" ... " langkahku malah terhenti dan taeyong juga ikut bergenti melangkah fan menoleh padaku bingung


" ada apa na ? "


" sejak dulu.. aku ingin melakukan ini.. " kataku lalu menarik kerah bajunya hingga taeyong tertarik menghadap padaku dan menciumnya perlahan. Di tengah hujan yang deras kita menikmati ciuman mesra itu, memang usiaku sudah sangat tua.. tapi rasanya aku bisa kembali kemasa remaja yang banyak sekalo kulewati.


" syukurlah... " aku melepaskan ciumannya dan mengatur nafasku sambil tersenyum girang menatap taeyong untuk mengurangi rasa gugupku setelah menciumnya duluan


" .... " karena merasa begitu senang taeyong memelukku erat


" syukurlah ini bukan mimpi .. aku senang ini bukanlah mimpi.. aku menyayangimu tae " pelukku erat


" aku juga sangat menyayangimu na.. syukurlah kau disini bersamaku sekarang.. aku juga sangat bersyukur.. " katanya bahagia dan mengatur nafasnya yang gugup


*********


Hujan reda, aku dan Taeyong berjalan menuju kedai dengan baju yang basah kuyup. Baru saja aku akan sampai, kita berpapasan dengan David yang datang sendirian menatap kita berdua sedih. Entah apa yang dia rasakan saat ini, yang jelas kehadirannya sedikit membuatku terkejut dan sesikit risih.


" David.. ?! " Taeyong terkejut menyapanya sementara David hanya bisa terdiam menatap kita berdua yang sedang berbahagia menikmati air hujan tadi.


" .... " David melangkah maju dan mau memberikan mantelnya untukku


" ?? " aku terkejut dengan sikapnya yang aneh.. sebenarnya ada apa dengannya ? Kenapa tiba-tiba dia datang lagi padaku ?


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2