
Setelah David pergi, tinggal aku dan Taeyong berdua. Aku diam menatapnya tak percaya karena taeyong harus membuat cerita palsu seperti ini. Taeyong merasa tak enak padaku karena sikapnya yang tiba-tiba seperti tadi padaku.
" maaf.. " karena merasa tak enak hati dia meminta maaf langsung
" apa yang sebenarnya kau pikirkan si tae.. ? Aku hanya ingin menyelasaikan hubunganku dan David secara baik-baik "
" aku hanya.. "
" sudahlah lupakan saja.. ini sudah malam tae, kau harus pulang.. "
" hmm baiklah... " Taeyong beranjak pergi namun tiba-tiba taeyong kembali berbalik padaku
" ada apa lagi tae ? "
" kau.. boleh menggunakanku kapapun.. aku akan terus memihakmu na.. kau boleh memmperalatku jika kau memmbutuhkanku " katanya lagi sambil berharap aku bisa melihat wajahnya yang tersenyum manis padaku
" ishhh!! Pulang sana.. apa yang kau pikirkan lagi si tae.. "
" Baiklah.. bye.. "
Taeyong pergi dan aku langsung menutup kedaiku rapaat-rapat. Setelah membersihkan kedai aku lanngsung masuk kekamarku dan menikmato waktu sendiriku yang cukup sepi. Karena aku belum sempat membeli tv dan peralatan lainnya.. aku langsung tidur tanpa memmikirkan apapun lagi.
*********
Sidang perceraianku dan David sedikit sulit karena David terus memohon agar kita tidak bercerai, tapi.. setelah 2 bulan berlalu, aku dan dia akhirnya resmi bercerai. Hubunganku dengan Mona sedikit jauh karena Mona sukit untuk menemuiku akibat jam belajarnya yang semakin banyak.
Kedai pangsitku berjalan lancar. Aku memiliki seorang pegawai yang begitu rajin dan handal mengurus kedai, Dia Dea seorang perantau dari Indonesia yang menetap di Korea selama 5 tahun terakhir. Sebulan bekerja dengannya.. sungguh membuatku percaya kalau Dea bisa menjadi rekan kerja yang sangat baik sampai kapanpun.
" Dea.. hari ini aku harus pergi berbelanja, apa kau bisa mengurus kedai sendiri lagi ? " kataku terburu-buru setelah beres membuat adonan pangsit
" hmm baiklah... kau santai saja kak " sahutnya yang baru saja tiba di kedai
" apa kau mau titip sesuatu ? "
" ohh bisakah kau membeli lobak ka Anna.. aku akan membuatkan acar lobak untuk temanku " sahutnya santai
__ADS_1
" baiklah.. bye... "
Aku pergi meninggalkannya dan langsung pergi berjalan menuju halte bis. Belum sampai Halte aku berpapasan dengan Taeyong yang baru saja keluar dari mobilnya yang baru saja ia parkirkan.
" Taeyong.. ? Kau.. sudah pulang ? "
" ohh iya na.. aku baru saja mau ke kedai.. apa kedai tutup sekarang ? " tanyanya bingung
" datang saja sana.. aku sudah punya pegawai sekarang. Aku akan segera kembali.. "
" hmm.. tidak jadilah.. aku akan mengantarmu saja.. ayo.. "
" ahh tidak usah.. aku hanya sebentar tae.. "
" ayo cepat masuk... " taeyong menarikku ke mobilnya
" kau memang tidak sibuk tae ? " tanyaku lagi merasa tak enak padanya yang baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya
" aishh kau ini.. santai saja.. justru aku menemuimu karena merasa bosan di kantor " sahutnya lalu melajukan mobilnya.
" apa kau lelah ? " tanyaku padanya yang menggotong beberapa kantong belanjaan
" hmm.. ini sangat berat.. " keluhnya dengan ekspresi yang lucu
" sini.. biar aku saja tae.. "
" eitt tidak boleh.. kau kan wanita " taeyong melarangku membantunya
" hisshh dasar kepala batu.. " aku mennggeleng-geleng melihat taeyong kelelahan " Ayo.. kita istirahat dulu " aku menariknya duduk di warung dan menikmati kimbab dan toppoki bersamanya.
Mataku dikejutkan dengan Taeyong yang makan begitu lahap, apa dia kelaparan sejak tadi ? Ahhh kenapa aku bisa bodoh sekali tak mennyadari taeyong lapar sejak tadi dia mau datang ke kedaiku
" apa enak ? " tanyaku sambil menatapnya yang makkan dengan lahap
" hmm ini sangat enak... " sahutnya namun masih fokus dengan makanannya
__ADS_1
" cih... seharusnya bilang kalau kau lapar sejak tadi tae.. "
" hmm.. santai saja.. " Taryong tertawa malu lalu meneguk air putihnya pelan-pelan
" makasih ya.. hari ini udah nganter aku tae.. "
" makasih juga.. kau sudah meneraktirku makan.. " timpalnya senang bisa menikmati makan siang bersamaku
" hish.. ini... " aku memmberikan tisu padanya karena melihat makanan yang menempel di dekat bibirnya
" makasih.. na.. apa kau yang mengurus rumah selama ini ? Selama aku pergi rumah semakin bersih dan makanan di kulkas juga sangat lengkap ? " tanyanya penasaran
" hmm... iya.. hyun harus tetap terurus dengan baik Tae.. kau juga.. cepatlah cari seorang istri lagi " ledekku padanya hingga ia sedikit tersedak
" wahh kau ini na.. mengurus diriku dan hyun saja tidak bisa, mana ada wanita yang mau denganku ini.."
" hahhaha bisa ajah kamu tae.. "
Tak terasa makan siang kali ini sangat panjang, berbincang dengan taeyong dan membahas hal-hal seru bersamanya membuatku lupa waktu. Hingga tak sadar aku dan taeyong tiba di kedai sekitar jam 4 sore.
*******
" haduh.. tae.. apa dea akan marah aku pulang terlambat ? " tanyaku terus menerus selama perjalanan menuju kedai dengan belanjaan yang kita tenteng bersama
" tidak.. santai saja.. kau bilang pegawaimu sangat handal "
" iya.. tapi aku hanya tak enak.. meninggalknanya bekerja sendirian " sahutku lagi hingga kita berdua tiba di dean kedai yang begitu ramai
" .... " Taeyong dan aku saling menatap satu sama lain, melihat kedai yang begitu ramai tak terbayang Dea bisa melayani semuanya sendirian
" terimakasih... selamat datang kembali.. " beberapa orang keluar dari kedai dan seorang yang kuta berdua sangat kenal. Jaehyun keluar mengantar oelanggan sampai pintu. Kulihat jaehyun memakai seragam pegawai lalu terkejut saat melihat kita berdua ada di depan kedai.
" Anna ? Taeyong.. ?? " matanya terkejut karena kini kita melihat jaehyun seperti seorang pelayan kedai sungguhan
Bersambung......
__ADS_1