
" .... " aku terdiam tak bisa berkata-kata mendengar putra kesayanganku menginginkan untuk pergi tinggal bersama ayahnya yang sudah lama pergi. Apakah hyun sudah mulai merasa ingin memilih jalan hidupnya ? Tapi kenapa tiba-tiba ? Aku hanya merasa aku akan kehilangannya dan takut kehilangan putraku yang sudah besar ini.
" mah..lupakan saja.. hehehe aku hanya bercanda " hyun menyadarkanku dari lamunanku yang terlalu lama saat berpikir
" ohh... hyun... " aku bingung harus mengatakan apa tapi kulihat hyun tersenyum dan menahan semua yang sepertinya ia tahan selama ini.
" aku kembali ke kamar ya mah.. aku lupa besok akan ada ujian praktik " katanya lagi dan pergi meninggalkanku dengan langkahnya yang begitu lesu. Aku memang tak bisa menebak isi hatinya tapi aku bisa merasakan sesuatu dari matanya, saat ini matanya seolah ingin mengatakan sesuatu padaku tapi hyun selalu menahannya seorang diri.
" hmm.... " aku kembali merapikan piring yang sudah bersih dan larut dalam pikiranku yang tengah kacau saat ini.
**********
Tak jauh dari rumahku, ada sebuah danau besar dan beberapa bangku taman untuk menikmati pemandangan di sore hari. Beberapa orang asik memancing tapi hari ini.. disini nampak begitu sepi. Aku menunggu taeyong datang untuk membicarakan sesuatu dengannya.
Sebenarnya aku ingin bertemu dengannya di toko Hani, tapi aku takut ada kesalahpahaman jika david melihatku bertemu dengan taeyong. Baru lima menit aku menunggu, Taeyong tiba lebih cepat dari dugaanku.
" Anna.. apa kabar ? " sapanya dan membawakan aku kopi panas karena cuaca disini sedang cukup dingin. Sebelum duduk Taeyong membuka jaket tebalnya dan memmberikannya padaku " disini dingin.. pakailah selama kita bicara " ujarnya santai lallu duduk disampingku
" hmm terimakasih " tuturku sambil melihat Taeyong yang kini benar-benar berubah menjadi pria dewasa namun masih dengan kebiasaan yang sama. Taeyong selalu merapikan rambutnya dengan rapi dan penampilan yang masih fashionable
" Anna.. ada apa ? Apa sesuatu terjadi ? " tanyanya santai sambil menatapi air danau yang tenang dan beberapa burung yang berterbanngan di langit
" Tae.. apa benar hyun akan tinggal bersamamu ? "
" apah ? Benarkah ? " taeyong nampak terkejut namun wajahnya begitu gembira mendengar pertanyaanku. Sepertinya taeyong masih bellum tahu, dan sepertinya permintaan hyun memang keputusannya sendiri
" hmm... kemarin hyun bertanya padaku apa.. diia boleh tinggal bersamamu. Aku pikir.. kau menngajaknya.. aku hanya bingung kenapa dia tiba-tiba ingin pindah dan tinggal bersamamu.. apa.. menurutmu hyun marah padaku ? Aku hanya... "
__ADS_1
" hyun.. sejak dulu sangat pandai Na.. jika dia memang membencimu atau marah padamu.. sejak dulu dia sudah pergi.. kupikir hyun dalam masa remajanya, biarkan dia memilih saat ini.. jika memang dia memendam sesuatu.. pasti nanti dia akan mengatakannya padamu Na.. "
" .... " aku menunduk dan menahan semua tangisanku, aku hanya masih merasa takut kehilanngan hyun dan semakin kesepian
" apa.. kau tidak suka jika hyun tinggal denganku ? "
" ahh.. tidak.. aku hanya sedih.. entahlah aku juga tidak tahu tae.. " aku meneteskan air mataku yang sudah tak bisa kutahan lagi. Pikiranku sedang kacau.. tapi.. aku malah menngeluhkan keluh kesahku pada taeyong, lelaki masa laluku.
" ini.. hentikan semua kesedihanmu.. aku pikir sejak aku pergi kau tidak akan menangis lagi.. tapi melihatmu menangis seperti ini.. aku.. hanya cemas kau... " taeyong menghentikan kata-katanya setelah memeberikan sapu tangannya
" ... " aku terdiam dan mataku seolah bertanya padanya apaa yang ingin dia katakan lagi
" ahh.. ada apa aku ini ? Maaf... lupakan saja kata-kataku tadi " ujarnya menundukan kepalanya dan memejamkan matanya sejenak seolah ia merenungi sesuatu
" ada apa tae ? Katakan saja... " ujarku lagi dan amenyeruput kopi yang taeyong bawa tadi
" apa aku bahagia selama ini ? " benakku bertanya lagi pada diriku sendirii
" ahh.. mungkin aku terlalu lancang na.. maafkan aku.. " katanya dengan wajah yang merasa tak enak hati padaku
" hmm.. aku bahagia selama ini tae.. ohh aku lupa malam ini aku harus pergi dengan david, tae.. maaf jika aku hatus pulang sekarang " aku mencoba membohongi taeyong agar aku bisa menghindar dti pembicaraan kita saat ini. Entah kenapa jika aku bersama taeyong.. mungkin aku akan menceritakan kelub kesahku tentang hubunganku dan david, jadi.. aku memilih pergi dan menghindar untuk terus bertemu dengannya
" baiklah.. aku akann disini sebentar untuk menghabiskan kopiku " sahutnya dengan senyuman getirnya
" hmm.. aku pergi ya.. bye.. " setelah kuberikan jaketnya aku segera beranjak pergi. Baru saja aku melangkah beberapa dari tempatnya taeyong menahanku pergi dengan tangannya yang sangat dingin
" ... " aku terdiam tak berani menoleh padanya
__ADS_1
" jika saja... jika... kau membutuhkan aku.. aku akan selalu ada untukmu na.. jika nanti kau terluka.. kau boleh kembali padaku.. aku tidak akan pernah menolakmu na.. sebenarnya aku kembali karena... "
" aku pikir.. kau sudah mendapatkan wanita atau isteri tae.. cobalah untuk membuka hatimu pada orang lain.. aku harap kau bisa menemukan wanita itu. Maaf aku harus pergi.. bye.. " aku memotong kata-katanya lalu melepaskan tangannya perlahan dan pergi meninggalkammya sendiri. Selama perjalanan pulang.. air mataku terus saja keluar. Aku bertanya-tanya kenapa kehadiran taeyong malah membuatku perasaanku semakin goyah
*********
Setibaku dirumah.. David ternyata sudah pulang dan sibuk merapikan kopernya di kamar, aku yang baru pulang langsung membantunya merapikan kopernya dan mempersiapkan keperluannya.
" kau dari mana sayang ? " tanyanya yang terus sibuk dengan beberapa berkas yang harus dibawanya
" aku.. dari danau yang ada didekat sini, aku.. hanya bosan jika hanya berdiam diri dirumah.. kali ini berapa lama sayang ? Kau ada perjalanan bisnis kemana ? "
" ohh... aku ada perjalanan bisnis ke pulau jeaju selama 3 hari dan aku akan mengajak Mona yang terus menerus merajuk ingin ikut. Apa tidak apa-apa ? "
" mona ikut ? " aku terkejut karena tiba-tiba sekali mereka merencanakannya tanpa memberitahuku sejak awal
" hmm.. dari dulu dia pingim pergi melihat pulau jeaju. Kupikir tidak ada salahnya kalau dia ikut. Gpp kan sayang.. kalau Mona izin sekolah dulu "
" hmm.. apa.. aku perlu ikut ? " tanyaku lagi memastikan.. haruskah aku ikut bersama mereka
" oh ? " david sedikit merasa bingung dan menatapku dengan tatapan yang begitu aneh " kau mau ikut ? Baiklah.. ayo bersiap... aku akan memesan tiket lagi untuk jam 7 malam "
" tidak.. hyun akan sendirian nanti.. tapi.. apa kau yakin bisa mengurus mona sayang ? "
" hmm tentu saja.. lain kali.. kita harus liburan bersama lagi ya sayang.. "
" hmm.. " aku mengangguk dan tersenyum sepat menahan semua keganjalan tenyang sikap david yang aneh. Mungkin.. aku terlanjur bodoh sejak dulu.. aku tak bisa mengatakan semua keluh kesahku pada david karena sejak dulu david terlalu baik padaku, hingga aku terlalu takut untuk memprotes padanya.
__ADS_1
Bersambung......