MY DREAM

MY DREAM
94


__ADS_3

Cio sudah memberitahu orang tua James untuk pulang. Mereka sudah sampai di Amerika, mereka sedang jalan menuju mansion.


Cio menghampiri James “James, orang tua kamu sudah jalan menuju mansion. Kamu bagaimana?” tanya Cio.


“Kita siap pulang juga tapi kita menunggu dari jauh. Nanti anak buah saya yang akan memberitahu kalau mereka sampai” kata James.


Orang tua James sudah sampai mansion malam harinya. Mereka juga sama kagetnya dengan James yang pernah datang waktu itu. Semua pengawal sudah di bekam mulutnya oleh anak buah James untuk tidak beritahu Shiren ataupun Jonathan kalau orang tua mereka datang.


“Dad, kok sepi ya?” kata mommy bertanya pada daddy.


“Nggak tahu, ayo kita masuk” ucap daddy.


Mereka masuk dan mendengar suara orang ketawa dan ******* yang sangat kuat “dad, apa itu suara Shiren dan James. Tapi bukannya James...” mommy tidak jadi sampai bicaranya.


Mereka jalan menuju kamar utama tapi mereka tidak mendengarnya “sepertinya bukan mom” kata daddy.


“Lalu siapa dad, apa Jo?” kata mommy.


“Sama siapa dia melakukan itu dan kenapa harus di rumahnya James” ucap daddy.


“Ayo kita ke atas dan lihat” ajak mommy.


Mereka langsung jalan menuju lantai tiga, disana ruanganannya sangat berantakan. Minuman anggur berserakan dimana-mana dan pakaian juga berserakan. Orang tua James sudah mulai naik darahnya.


Pantasan suara mereka sangat menggema sampai laintai satu. Sebab mereka melakukan itu bukan di kamar Jonathan tapi di lantai tiga tersebut. Orang tua James melihat anaknya melakukan itu dengan kakak iparnya


sendiri.


Daddy langsung menghidupkan lampu lantai tiga “Jo...” teriak mereka.


Mereka yang sedang saling menyatu langsung kaget dan menggapai selimut yang sudah berserakan dilantai.


“Mommy... daddy...” kata mereka bersamaan.


“Pakai baju kalian dan turun!” perintah daddy.


Orang tua Ken sudah jalan menuju ruang keluarga “kenapa mereka pulang tidak beritahu Ren?” ucap Jonathan yang ketakutan.


“Ya mana saya tahu, ayo” Shiren menarik Jonathan keluar.

__ADS_1


Mereka sudah duduk di depan orang tua James. Lalu datang James dengan Cio yang menggandeng James. Sebab Cio mengatakan pada orang tua James kalau dia sedang sakit. Makanya mereka pulang atas permintaan anaknya itu.


James melihat Shiren dan Jonathan dengan penampilan acak-acakan “ada apa ini mom, dad?” kata James pura-pura tidak tahu dengan suara lemas.


“Ini kelakuan adik kamu dan istri kamu, tidak perlu lagi kamu tanyakan. Kamu pasti sudah tahu setelah melihat penampilan mereka” jawab daddy.


James melepas tangan Cio yang memegangnya, dia langsung menghampiri Shiren dan Jonathan “bilang, ini semua tidak benar”.


“Kak... ini benar tidak sengaja, kita mabuk sebab Shiren menemani saya minum karena saya baru putus kak. Makanya kita tidak sengaja melakukannya kak” Jonathan berusaha mengelak.


“Benar sayang, kita tidak sengaja” kata Shiren dengan memegang tangan James.


“Tidak sengaja.. apa kalian berdua fikir saya bodoh ha. Saya hanya manusia bodoh yang selama ini diam melihat perilaku kalian berdua” ucap James dengan emosinya.


“Maksud kamu James?” tanya mommy.


“Maaf dad, mom, James sudah salah memilih istri selama ini. Cio coba perlihakan sama mommy dan daddy” perintah James.


Cio langsung mengeluarkan notebook dan melihatkan apa yang sudah mereka lakukan dibelakang James. Orang tua James langsung kaget melihatnya dan tidak menyangka akan terjadi seperti itu.


“Jadi, kamu...” Shiren berdiri menatap James.


“Jangan hanya kesalahan tertuju pada saya, kamu juga sama dengan kita. Di luar sana kamu juga main wanita tidak hanya dengan rekan kerja kamu tapi juga sekretaris kamu. Tidak salah juga kamu selalu gonta ganti sekretaris terus” Shiren tidak mau kalah.


“Iya saya akui, itu semua karena apa. Karena kamu, kamu tidak mau punya dengan saya. Makanya saya melampiaskan pada semua wanita, sekarang kamu puas. Mom, dad, keputusan ada sama mommy dan daddy. Kalau saya akan menceraikan dia secepatnya, tapi kalau mom dan dad ingin menikahkan mereka silakan. Tapi tinggalkan mansiomn saya dan pergi dari sini” James langsung pergi.


“Permisi unty, uncle, nanti akan saya kirim email pada uncle. Silakan uncle baca” ucap Cio sambil mengambl notebook dan langsung menyusul James.


“Jo...” ucap daddy.


“Maaf dad, saya tidak bisa meninggalkan Shiren, kita saling cinta “ ucap Jonathan.


“Akhirnya kamu jadi milik saya juga, tidak sia-sia saya memanfaatkan harta kakak kamu dan menghipnotis kalian. Sampai kapan pun kamu tidak akan bisa menggantikan saya. Akhirnya mimpi saya terwujud juga” gumam Shiren dalam hati dengan senang.


“Ayo Ren..” Jonathan menarik Shiren ke kamar.


Sampai dikamar utama Shiren langsung memeluk Jonathan dan pura-pura menangis “sayang terimakasih kamu mau memilih saya. Saya sangat takut jika nanti kamu tidak memilih saya”.


“Nggak usah menangis, mulai dari sekarang tidak akan ada yang menghalangi kita. Ayo kita beres-beres, kita harus meninggalkan tempat ini sebelum anak buah James mengusir kita” kata Jonathan.

__ADS_1


Mereka langsung memasukan pakaian kedalam koper. Kemudian mereka pergi dengan menarik koper masing-masing. Mereka jalan dengan melalui orang tuanya yang sedang duduk di ruang keluarga.


“Jo mau kemana?” tanya mommy.


“Ke aparteman, mulai dari sekarang jangan ganggu kita lagi” kata Jonathan tanpa melihat orang tuanya.


“Maafin kita mom, dad” ucap Shiren yang langsung ditarik oleh Jonathan.


“Dad, bagaimana ini?” tanya mommy.


“Daddy gak tahu, lebih baik kita kembali ke rumah untuk menenangkan pikiran. Mereka sudah besar dan bisa memutuskan apa yang terbaik buat mereka. Daddy capek melihat ini, daddy gak peduli” daddy nya langsung mengangkat tangan mengenai masalah anaknya.


***


Aku dan semua orang sudah sampai di bandara, kita di jemput oleh Tejo dan mas Andra. Kita langsung menuju rumah utama untuk istirahat sementara. Sebab rumah Ken masih belum selesai di bangun.


“Ken kita tinggal di rumah kamu dulu ya, sebab rumah bos masih belum selesai dibangun” kata Ken.


“Iya tidak apa-apa kok, mas Andra sudah dibilang sama kak Raisa?” aku bertanya pada mas Andra.


“Sudah Ly, Luna sudah ada disana untuk membantu Raisa dan bik Jum beres-bere” Andra sedang menyetir.


“Baiklah. Mike kenapa tidak langung ke perkebunan?” tanya ku lagi.


“Lo gak boleh terlalu capek Ly, sebab tubuh lo masih butuh banyak istirahat” Anggika yang menjawab.


“Iya Ly, kalau Ken tahu dia pasti marah” sambung Mike.


Tidak lama kita sudah sampai di rumah, jarak rumah dari bandara tidak terlalu jauh. Makanya cepat sampai di rumah. Di rumah semua orang sudah menunggu kita. Mas Doni dan kak Della juga ada.


“Itu mereka datang” kata Luna yang mereka sedang duduk bersama di teras rumah menunggu kita.


“Unty...” teriak Qori dan Kayla.


Lalu Raisa dan Della langsung menahan mereka untuk tidak mengejar aku. Sebab mereka tahu kalau aku masih dalam keadaan sakit.


“Tunggu disini saja sayang” ucap Raisa.


“Iya, nanti untynya kesini” sambung Della.

__ADS_1


Kita semua turun dari mobil, Maisy membantu aku jalan ke rumah. Aku tidak mau pakai kursi roda sebab aku gak mau ponakan aku bertanya yang tidak-tidak nantinya. Aku juga tidak mau semua orang kasihan pada ku dengan melihat kondisi aku.


__ADS_2