MY DREAM

MY DREAM
104


__ADS_3

Cio sedang memikirkan Mawar, sebab merasa pernah melihatnya “apa yang kamu fikirkan?” tanya James setelah sampai di mobil.


“Saya memikirkan wanita yang kamu tabrak tadi” jawab Cio.


“Salah ya, bukan saya yang menabraknya tapi dia yang menabrak saya” James masih bete.


“Iya ya. Saya merasa pernah melihatnya, tapi dimana ya?” ucap Cio.


“Kamu salah lihat mungkin, mana pernah kamu ketemu wanita seperti itu” ucap James sambil melihat Ipad.


“Mungkin juga” jawab Cio.


“Apa jadwal saya setelah ini, Cio?” tanya James.


“Begini James, apa kamu tidak mau menemui kakak Marsya. Dia yang mengambil ahli perusahaan tuan Ken disini. Mereka sudah hampir satu bulan ingin ketemu sama kamu. Tapi kamu selalu tidak bisa menemui mereka” cerita Cio.


“Mengapa dia ingin ketemu dengan saya. Bukannya tidak ada maalah dengan pekerjaan?”.


“Kamu benar-benar ya. Apa kamu tidak baca email yang saya kirim sama kamu mengenai kerja sama kamu dengan perusahaan mereka. Ini nih, karena kamu sudah jatuh cinta dengan Marsya”.


“No Cio” tolak James.


“Munafik.. kalau gak cinta apa namanya mengikuti apa yang dia minta. Tahu gak hampir setiap malam kamu tidur di apartemannya. Waktu libur kamu habiskan untuk pergi liburan, apa namanya tidak cinta. Berbeda saat kamu bersama Thania dulu” ucap Cio.


“Sudahlah. Apa yang terjadi dengan kerja sama kita itu?” tanya James.


“Oke. Asal kamu tahu saham sudah menurun, banyak client menuntut kerugian. Sekarang perusahaan mereka yang menanggungnya. Mereka bilang belum mengatakan pada tuan Ken, kalau tuan Ken tahu bagaimana?”.


“Ken tidak akan peduli” jawab James langsung.


Cio tertawa “kamu bodoh. Disana masih ada saham Ken tahu, Ken bukan orang bodoh menyerahkan semuanya. Satu lagi James, yang tidak pernah kamu ketahui kalau Ken punya banyak gelar. Dia ahli dalam setiap bidang yang dia ambil waktu kuliah. Oya mengenai kekesalannya pada keluarga Marsya, dia hanya tidak suka pada Marsya dan mamanya bukan pada kakaknya” cerita Cio.


“Saya mau katakan rahasia yang di sembunyikan Ken, Ken bisa loh menghancurkan kamu. Waktu dia tahu kalau kamu selingkuh dengan Thania, dia sudah ada rencana untuk menghancurkan kamu. Mekipun kamu ketua mafia terkenal di benua Amerika. Tapi kejeniusan dan kecerdikan Ken tidak akan bisa kamu kalahkan. Saya hanya bisa mengingatkan kamu, sebab kamu sahabat aku dan sering membantu aku” ucap Cio.


“Oke-oke. Kapan kita menemui mereka?” tanya James.


“Seminggu lagi, sebab kamu sudah banyak jadwal lain. Lagian mereka juga sibuk mengurus proyek baru yang akan bisa membantu mereka. Satu lagi yang tidak kamu tahu kalau kakak ipar Marsya itu juga pintar, lebih pintar lagi dari suaminya” lanjut Cio.


“Kenapa kamu hari ini sangat bawel sekali sih, Cio” James melihat Cio.


“Kamu yang kenapa, bodoh karena cinta” Cio sebal.


“Apa benar ya saya lebih bodoh semenjak dekat wanita itu?”gumam James dalam hatinya.


***


Thania sedang duduk melamun di kamarnya, dia memikirkan James dan anaknya. Apa benar dia sedang mengandung anak James. Sebenarnya dia sangat senang tapi kenapa Alberto membawanya menjauhi James.

__ADS_1


Sebulan lebih mereka di Amsterdam, tapi Thania masih belum tahu alasan Alberto membawanya kesana. Setiap di bertanya selalu dimarahi dan dibentak olehnya.


Alberto masuk kamar membawa makanan “ini makanan kamu, silakan dimakan. Kasihan dengan anak yang kamu kandung pasti lapar”.


“Sampai kapan kamu mengurung saya disini, kalau kamu sudah peduli dengan saya lepaskan saya” ucap Thania.


Alberto terenyum “tidak peduli, karena saya peduli saya memperjuangkan istri saya meskipun sudah tidur dengan banyak lelaki. Satu lagi yang perlu kamu tahu, butuh perjuangan besar untuk saya membawa kamu kesini”.


“Perjuangan seperti apa yang kamu lakukan ha?” Thania menatap Alberto.


“Kamu jangan menatap saya seperti itu. Kalau tahu kamu mengandung anak James si mafia brengsek itu tidak akan saya memperjuangkan kamu”.


“Lalu kenapa kamu perjuangkan juga ha?”


“Karena saya bodoh terlalu mencinta kamu” bentak Alberto. “Asal kamu tahu, James tidak akan peduli dengan kamu sebab dia sudah dapat penggantinya lebih cantik dan seksi dari kamu”.


“Maksud kamu?”


Alberto langsung mengeluarkan ponsel barunya. Dia memperlihatkan foto-foto keberamaan James dengan Marsya yang dikirim sama anak buahnya.


“Tidak mungkin?” Thania tidak terima.


“Terserah kamu kalau kamu gak percaya, saya capek bertengkar dengan kamu setiap harinya” Alberto meninggalkannya.


“Ha....” Thania melempar semua barang-barang yang ada di kamarnya sebab kesal dengan James dan Alberto.


***


“Pagi..” Ken.


“Pagi mbak” kataku.


“Galu, mana file yang harus saya tandatangani itu?” tanya Ken.


“Mau disini atau didalam saja bos?” tanya Galu.


“Disini saja sebab kita akan langsung pergi” jawab Ken.


“Ini bos” Galu menyerahkannya.


Setelah Ken tanda tangan, dia kembalikan lagi “ada lagi?”.


“Tidak ada bos, tapi...” Galu ragu mengatakannya.


“Tapi apa?” tanya Ken.


“Ini mengenai perusahaan di Amerika bos”.

__ADS_1


“Kenapa? Ada masalah?”


“Kemarin salah satu karyawa disana menghubungi saya, katanya saham sudah menurun. Banyak dari client kita yang minta ganti rugi” ucap Galu.


“Proyek yang mana?”


“Proyek yang bersama Mr. James” Galu takut-takut mengatakannya.


“Kok bisa, emang James tidak membantu kerugiannya dan menyelesaikannya?” Ken sedikit kesal.


Galu menggeleng “tidak ada tanggapannya, bos. Mas Vino dan mbak Dea sudah sering menemuinya tapi dia selalu tidak ada di perusahaan maupun di mansionnya”.


“Kok bisa seperti ini, bukannya dia sudah berjanji akan selalu membantu” Ken semakin kesal.


“Nggak tahu bos” ucap Galu.


“Biarkan saja dulu, sebab Vino sama Dea tidak ada menghubungi kita berarti mereka tidak butuh bantuan kita. Kalau dia sudah menghubungi kita baru katakan pada saya. Akan saya beri pelajaran ketua mafia brengsek itu” kesal Ken tanpa mengetahui ada aku di sampingnya.


“Mafia?” tanya aku.


Galu langsung diam dan Ken melihat aku “gak ada kok. James itu seorang mafia tapi dia berani main-main sama aku. Kalau gitu kita pamit dulu, nanti kita bicarakan lagi”.


“Baik bos” jawab Galu.


Aku dan Ken sudah jalan ke luar perusahaan. Kita langsung pergi ke rumah sakit seperti rencana awal kita.


Aku selalu menatap Ken “kenapa kamu terus melihat aku?” tanya Ken.


“Nggak kenapa-napa, kamu gak bohongi aku kan?” tanya aku.


“Bohong mengenai apa?” Ken melihat aku.


“Mafia tadi?”


“Ya gak lah. Kapan-kapan aku ceritain sama kamu. Ada yang mau aku diskusikan sama kamu”.


“Apa?”


“Ini mengenai hubungan kita. Bagaimana setelah kamu benar-benar dinyatakan sembuh, kita langsungkan pernikahan kita” kata Ken.


“Terserah kamu saja, aku ikut saja. Lagian gak ada lagi yang mau aku lakukan. Sebab mimpi-mimpi aku sudah hampir terwujud. Sekarang mimpi aku hanya ingin hidup berdua dengan kamu” ucap aku.


Ken tersenyum dan melihat aku “kamu bisa juga berkata romantis ya” ledek Ken.


Aku juga tersenyum “emang gak boleh?”.


“Boleh, aku senang. Semoga saja aku selalu bisa menjadi bagian mimpi-mimpi kamu, meskipun banyak cobaan yang kita lalui bersama selama ini” ucap Ken.

__ADS_1


“Aminn...” mereka langsung saling tersenyum.


__ADS_2