MY DREAM

MY DREAM
96


__ADS_3

Alberto sudah seminggu tidak menemui Thania di villa. Dia sekarang sangat pusing memenuhi permintaan James. Kalau dia tidak mendapatkan pengganti Thania, maka dia tidak akan bisa menemui Thania lagi.


Setiap hari Thania menghubunginya untuk minta temani jalan-jalan atau gak datang ke villa. Tapi Alberto selalu ada saja alasan untuk menolaknya. Karena James juga selalu menerornya sebab dia belum mendapatkan perempuan pengganti Thania.


Alberto sedang jalan kembali ke markas, lalu dia tidak sengaja menabrak perempuan yang sedang menyebrang jalan. Alberto cepat menginjak rem dan perempuan itu tidak jadi tertabrak.


Alberto keluar mobil “maaf, kamu tidak apa-apa?”.


Perempuan itu tertunduk takut dan melihat Alberto “gak kok, saya minta maaf. Saya yang salah tidak lihat kiri kanan mau menyebrang”.


“Saya juga minta maaf, sebab saya tadi sedang melamun. Kamu mau kemana?” tanya Alberto.


“Saya mau ke perpustakaan tapi saya tidak tahu jalan kesana. Sebab saya baru pindah kesini berapa hari yang lalu” jawabnya.


“Ayo saya antarkan, masuk mobil saya” ajak Alberto.


“Beneran?”


“Iya, ayo..” Alberto tersenyum.


“Makasih..” perempuan itu masuk mobil Alberto.


Alberto sudah masuk mobil dan pergi mengantar perempuan itu. Perempuan itu sangat kaget dengan mobil yang dipakai Alberto. Mobil itu adalah mobil paling mewah dan hanya dimiliki oleh beberapa orang saja.


Alberto melihat perempuan itu yang senyum-senyum naik mobilnya “kalau boleh tahu nama kamu siapa?” tanya Alberto.


“Saya Marsya” ternyata perempuan itu adalah Marsya.


“Saya Alberto, senang berkenalan dengan kamu. Asal kamu dimana?”” ucap Alberto sambil berjabat tangan.


“Saya dari Indonesia, saya terpaksa pindah kesini ikut keluarga saya” katanya bete.


“Oh.. mereka sekarang dimana?”


“Kakak aku sama kakak ipar masih di Indonesia mengurus kepindahannya. Mama tinggal di rumah tapi jauh dari kampus saya. Jadi karena jauh saya terpaksa tinggal di aparteman sendiri” ceritanya.


“Kasihan..” Alberto peduli.


“Ya bagaimana lagi, kalau hidup masih bergantung sama keluarga. Harus dijalani apapun masalahnya. By the way, Ini mobil kamu?” Marsya melihat Alberto.


“Bukan, ini mobil bos saya. Saya hanya anak buah dari bos saya, saya hanya pekerja” jawab Alberto.


“Hanya anak buah, gak jadi deh gue dekatin”gumam Marsya dalam hati.


“Sepertinya perempuan ini cocok untuk si bos, masih polos dan pakaiannya juga sangat seksi. Sepertinya masih perawan juga, akan saya manfaatkan”kata hati Alberto sambil melihat penampilan Marsya dari atas sampai ke bawah.


Tidak lama mereka sampai di perpustakaan “ini perpustakaan terdekat dari sini. Apa mau saya tunggu, sebab kamu pasti belum tahu kan jalan pulang” tawar Alberto.


“Lumayan juga sih hemat uang”kata Marsya dalam hati “boleh, makasih ya” Marsya keluar dan masuk perpustakaan.


Berapa menit kemudian Marsya datang dan masuk mobil. Ternyata Alberto sedang menelvon dengan James.

__ADS_1


“Sudah?” tanya Alberto setelah selesai menelpon.


“Sudah” jawab Marsya.


“Boleh temani saya sebentar gak?”


“Kemana?”


“Bos saya barusan nelvon minta saya menemuinya di bar dekat sini. Nggak apa-apa kan?”


“Iya gak apa-apa. Saya juga pengen kesana, sebab saya tidak pernah diizinkan kesana sama kakak saya” Marsya sangat senang.


“Oke..” Alberto langsung mengendarai mobilnya.


***


Acara pembukaan sudah hampir tiba, semua tamu sudah pada berdatangan. Begitu juga dengan Galu sama Mr. Frans dan istrinya. Sesuai dengan janji mereka akan datang ketika pembukaan.


Aku datang dengan didampingi oleh Anggika dan Maisy. Sampai di tempat acara aku sangat kaget dengan dekorasi disana. Dekorasinya sangat indah, seperti bukan acara pembukaan tempat wisata.


Jihan mendekati aku “kenapa Ly?”.


“Han, beneran ini untuk acara pembukaan tempat wisata. Seperti tempat pertunangan saja” ucap aku.


Semua orang disana tersenyum mendengar perkataan aku “beneran Ly, ayo duduk” ajak Jihan.


Acara pembukaan sudah dimulai, tamu yang datang tidak hanya keluarga besarnya. Tapi juga keluarga besar dari Ken dan sahabat-sahabatnya.


“Mike, Ken mana?” tanyaku pada Mike.


Jihan menghampiri aku lagi “Han, ini sudah lama loh, apa kita gak mulai saja lagi?”.


“Iya Ly, kasihan dengan para tamu” kata Dave.


“Baiklah, mulai saja” jawab aku.


Tidak lama MC maju kedepan, setelah acara pembukaan dimulai. Langsung ke acara selanjutnya, tiba-tiba panggung tertutup oleh tirai. Lalu terdengar suara orang main gitar sambil menyanyikan lagu mengenai lamaran.


Datang Jihan “Ly, kedepan yuk!”.


“Ngapain?” tanya ku.


“Sebab kan hanya lo yang pemimpinnya disini, kalau ada Ken pasti dia yang gue suruh”.


“Okelah, tapi bantu gue” kataku.


“Siap bos” ucap Jihan.


Jihan langsung membimbing aku ke depan panggung dan biarkan aku duduk di sebuah kursi yang ada di tengah-tengah panggung.


“Gue pergi ya” pamit Jihan.

__ADS_1


“Kok pergi sih?” tanya ku.


“Lo disini saja, gue akan selalu mendukung lo. Semoga lo senang dengan kejutannya” bisik Jihan.


“Ha...” aku tidak paham dengan perkataan Jihan.


Lalu semua lampu di panggung hidup dan keluar sebuah video di layar. Video yang menampilkan kebersamaan aku dengan Ken. Sampai lagu selesai dinyanyikan dan keluar sebuah puisi yang indah, yaitu suaranya Ken.


“Ken...” gumam ku.


Aku melihat ke sekeliling tapi aku tidak menemukan keberadaan Ken dimana. Semua orang sangat senang melihatnya termasuk keluarga aku.


Tidak lama Ken jalan ke depan panggung dengan membawa buket bunga menghampiri aku. Kemudian kata terakhir dari puisi tersebut adalah ‘Will you marry me’. Semua orang juga berteriak sambil bilang ‘Terima’.


Aku melihat Ken jalan menghampiri aku, aku ingin berdiri tapi Ken langsung memberi kode menyuruh aku untuk tetap duduk.


“Ken...” kata ku.


Salah satu karyawan aku langsung memberikan mic pada Ken dan Ken langsung mengambilnya. Ken sudah ada di depan aku sambil tersenyum pada ku.


“Ly, maafin aku ya. Aku sudah bohong sama kamu” kata Ken.


“Maksud ini semua apa, Ken?”


“Apa yang sudah kamu dengar adalah semua isi hati aku selama ini. Bukan pertemuan kita yang singkat tapi dari awal kita ketemu aku sudah nyaman sama kamu. Bukan karena wasiat almarhum daddy aku, aku benar-benar ikhlas ingin menjaga kamu. Apakah kamu bisa menerima aku menjadi imam kamu untuk seumur hidup kamu?” ungkap Ken.


Semua orang teriak “terima...”


Aku bingung harus menjawab apa, aku melihat pada keluarga aku yang berada disana. Lalu Jihan menghampiri mas Doni dan memberikan mic padanya.


“Ly, kita semua menerima apapun keputuan kamu. Jika memang Ken yang terbaik untuk kamu, silakan kamu terima. Jika tidak kami pun tidak akan memaksa kamu. Mas jujur kalau Ken sudah minta izin sama kita dari awal. Sebenarnya dia juga sudah datang menemui keluarga kita bersama keluarganya melamar kamu. Sekarang keputusan ada sama kamu” kata Doni.


“Silakan dijawab Ly?” ucap Jihan.


“Apa yang harus aku jawab, jujur aku memang nyaman sama Ken. Aku memang merasa Ken pemimpin yang tepat untuk aku. Apakah aku sudah pantas bersama Ken?”kata hatiku bertanya-tanya.


“Ayo Ly silakan dijawab” teriak semua orang.


“Bismillah, baiklah aku terima” jawab aku.


Semua orang senang “alhamdulillah..”.


“Terimakasih Ly” kata aku.


Lalu datang Maisy membawa kotak cincin yang sudah di periapkan oleh Ken untuk aku. Ken memasangkan cincin di jari manis tangan aku. Lalu semua orang langsung tepuk tangan.


“Ini semua sudah aku siapkan untuk kamu, jadi ini untuk kamu” kata Ken sambil memperlihatkan satu set perhiasan.


“Banyak sekali?”


“Ini semua spesial”.

__ADS_1


“Terimakasih” kata ku sambil tersenyum.


“Sama-sama” jawab Ken.


__ADS_2