MY DREAM

MY DREAM
85


__ADS_3

Sebelum berangkat Ken ke kamar aku, Ken mengetuk kamar aku. Ternyata Maisy yang membukakan pintu “kak..”.


“Laili mana?” tanya Ken.


“Didalam, kakak mau masuk?”


“Iya, tapi kamu bisa keluar sebentar. Ada yang mau kakak bicarakan sebentar sama Laili”.


“Oke kak..tapi sebentar” Maisy masuk dan menghampiri aku yang sedang kerja.


Setelah menemui aku maisy keluar dan Ken langsung masuk “Ly...”.


“Iya, ada apa?” aku melihat Ken.


“Aku pamit ya, aku mau berangkat sekarang” Ken berdiri di samping aku.


“Sekarang?”


“Iya..”


“Gue ikut ya antar kamu ke bandara?” kataku.


“Jangan?” Ken langsung melarangnya.


“Kenapa?”


Ken langsung melarang aku pergi sebab takut kejadian seperti di Paris terjadi. Apalagi aku lagi sakit dan belum sembuh betul. Tidak hanya itu, dia juga sedikit takut karena Thania akan kembali ke Indonesia seperti berita yang dia dapat berapa hari ini.


“Pokoknya kamu di rumah saja ya. Kamu kan masih sakit?” Ken berusaha melarangnya.


“Boleh ya, aku gak akan turun dari mobil. Aku di mobil saja, setelah kamu masuk bandara aku pulang, pliss?” aku memohon.


Ken terus menatap aku yang memohon, karena tidak tega Ken mengizinkannya “baiklah, tapi kamu hanya di mobil saja ya?”.


“Iya...” aku senang.


Ken membantu aku naik ke kursi roda, kemudian dia mendorong aku keluar kamar. Setelah itu kita langsung menemui Mike dan Maisy yang sedang di ruang keluarga.


“Sudah siap?” tanya Mike.


“Iya ayo. Tapi Laili akan ikut mengantar gue ke bandara. Danu mana?” ucap Ken.


“Danu sudah di depan. Lo yakin Ly, ikut?” Mike melihat aku.


“Iya, kamu jangan khawatir. Aku hanya di mobil saja kok” kataku.


“Maksudnya Ken?” Mike melihat Ken.


“Iya, lo antar gue sampai lobi bandara saja. Nanti sampai di bandara lo langsung pulang sama Laili dan Maisy sama sopir. Biar gue, Danu, dan bodygurth yang lain masuk” kata Ken.


“Okelah, ayo” ucap Mike.


“Aku ikut kak?” Maisy melihat Mike dan Ken.


“Iya, tapi kamu sama Danu di mobil satunya lagi” kata Mike.

__ADS_1


“Baiklah” jawab Maisy.


Kita semua langsung ke depan, di depan sudah terparkir beberapa mobil dan beberapa orang bodygurth. Danu menghampiri kita yang sedang jalan menuju mobil. Sedangkan Ken mengangkat aku masuk mobil dan Mike memasukan kursi roda kedalam bagasi.


“Danu ini Laili, Ly ini Danu tangan kanan Dave. Dia yang akan mendampingi aku selama pergi” Ken memperkenalkan kita.


“Salam non” ucap Danu.


“Iya, salam kenal Danu” ucap aku juga.


“Danu, lo dengan mobil belakang sama Maisy ya” kata Ken.


“Baik bos, mari nona” kata Danu.


Kita semua sudah naik mobil masing-masing.


***


Hampir satu jam dalam perjalanan, akhirnya sampai juga di bandara. Semua sudah turun dari dalam mobil kecuali aku. Danu dan Mike mengeluarkan barang bawaan Ken. Sedangkan semua bodygurth langsung berjaga-jaga sesuai dengan permintaan Ken.


“Aku berangkat ya, selama aku pergi kamu harus rajin melakukan pengobatan. Ingat kirim video terapinya sama aku dan setelah aku kembali mudah-mudahan kamu bisa jalan” ucap Ken dalam mobil.


“Iya bawel. Kenapa aku merasa kamu seperti akan pergi lama saja. Kamu perginya seminggu kan?” aku melihat Ken.


“Iya doain saja” kata Ken.


“Pokoknya setelah kamu kembali kamu harus temani aku terapi dan pengobatan seperti janji kamu” kataku.


“Bos, ayo” datang Mike.


“Iya. Aku berangkat ya” ucap Ken sebelum turun.


Ken mengangguk lalu dia turun dari dalam mobil. Maisy juga langsung masuk mobil disebelah aku duduk menggantikan Ken tadi. Sedangkan Ken sedikit menjauh bicara bersama Mike dan Danu.


Setelah itu Ken dan Danu langsung masuk bandara bersama beberapa bodygurth menuju jalan khusus. Mike dan beberapa bodygurth juga langsung masuk mobil.


“Pak, ayo” kata Mike setelah masuk mobil.


“Baik tuan” jawab sopir dan langsung menjalankan mobil.


Ditengah perjalanan Mike melihat aku yang sedikit menguap “Ly, mau makan malam di rumah atau di luar?” tanya Mike.


“Di rumah saja, kasihan oma sudah masak dan kita gak makan” kata aku.


“Baiklah. Tapi kamu tidak masalah belum minum obat?” Mike sedikit khawatir.


“Iya tidak apa-apa kok, sebentar lagi juga sampai” aku tersenyum.


“Baiklah. Tapi kalau kamu mengantuk, kamu tidur saja. Nanti kalau sudah sampai aku bangunkan” ucap Mike.


Tidak lama setelah Mike bicara aku langsung tertidur. Sebab aku memang sedikit capek karena efek pengobatan yang aku lakukan tadi pagi.


“Kak.. kak...” Maisy mencoba membangunkan aku.


“Dia sudah tidur dek, kamu kalau penat tidur saja. Laili pasti capek karena pengobatan dia tadi” Mike melihat aku dan Maisy.

__ADS_1


“Kak, apa gak seharusnya kita pulang ke rumah dulu bilang sama papa dan mama. Lagian aku juga gak bawa baju ganti” ucap Maisy.


“Nanti kakak telvon papa dan beritahu. Untuk malam ini kamu pakai baju Laili saja dulu, besok akan kakak minta papa mengirimkan ke mansion” Mike.


“Baiklah kak..” Maisy memperbaiki duduknya dan ikut tidur juga.


***


Dave dan Jihan seperti biasa kembali ke Jakarta. Setelah mengantar Jihan ke apartemen Dave langsung ke markas. Sebab sudah lama dia tidak mencek markas yang ditinggalkannya.


Dave datang lalu disambut oleh penjaga markas “Danu ada didalam?”.


“Tidak ada bos, Danu pergi sama bos Ken sudah beberapa hari” jawab salah satu anak buahnya.


“Pergi kemana, kok gak bilang-bilang?”


“Ke Malaysia menemani bos kerja disana”.


“Oh ya sudah makasih” Dave langsung masuk dan mencek markas dan beberapa pekerjaan.


Dave menghubungi Mike yang langsung diangkatnya “lo dimana?”.


“Di rumah sakit Anugrah”


“Ngapain lo disana?”


“Gue sedang menemani Laili terapi, lo dimana?”


“Gue di markas, ada yang mau gue bicarakan sama lo. Kapan dan dimana gue bisa menemui lo?”.


“Soal apa?” Mike pura-pura tidak tahu.


“Lo gak usah pura-pura gak tahu, lo sudah tahu apa yang mau gue bicarakan. Kabarkan sama gue kalau lo sudah selesai temani Laili” Dave langsung menutup panggilannya.


***


Dave menghampiri Maisy dan aku yang baru keluar dari ruang terapi “sudah selesai?”.


“Sudah..” jawab aku.


“Kalau gitu ayo kita pulang” ajak Mike.


“Kok pulang sih, bukannya kita sudah janji mau makan siang di luar” ucap Maisy.


“Kapan-kapan saja ya dek, sebab Laili harus istirahat” ucap Mike.


“Nggak apa-apa kok Mike, kita makan di luar” kataku.


“Tapi kakak banyak kerjaan dek” Mike masih berusaha untuk menolaknya sebab dia akan ketemu dengan Dave.


“Nggak masalah Mike, antar saja kita ke mall. Nanti kamu bisa kembali kerja, biar kita pulang sama sopir. Sebab aku sudah janji mau menemani Maisy shopping” kataku lagi.


“Tidak bisa Ly, lo jangan memanjakan bocah ini. Nanti dia kelewatan sama lo, gue sama Ken tidak pernah memanjakan dia sebab akan jadi kebiasaan” kata Mike.


“Tidak apa-apa, sekali doang. Iya kan Ci?” aku melihat Maisy.

__ADS_1


“Iya kak, benar sekali. Aku sayang sama kakak” Maisy memeluk aku dengan senangnya.


“Baiklah, gue akan menemani kalian” akhirnya Mike tetap tidak bisa menolaknya. Mau tidak mau dia harus menemani apa yang kita inginkan. Sebab sudah menjadi tugasnya untuk menjaga aku sesuai perintah Ken.


__ADS_2