MY DREAM

MY DREAM
97


__ADS_3

Setelah Ken memasangkan cincin pada aku, lalu terdengar musik selamat ulang tahun melantun. Semua orang berdiri dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku. Lalu datang mbak Raisa dan kak Della membawa kue.


Karyawan juga langung meletakan meja di depan aku untuk meletakan kue. Lalu aku tiup lilin dan make a wish, semua orang tepuk tangan. Aku potong kue dan berikan pada Ken, lalu sama keluarga aku dan sama Jihan.


Setelah acara lamaran yang dilakukan Ken dan kejutan ulang tahun aku. Kita langsung kembali duduk untuk persiapan acara inti yaitu pembukaan tempat wisata. Ken membantu aku jalan menuju ke tempat duduk, sebab dia tahu kaki aku masih sakit.


Lalu MC memulai acaranya dan pembukaan akan segera dimulai. Kata sambutan yang seharusnya aku yang maju aku serahkan sama Ken. Sebab kaki aku masih belum bisa berdiri lama.


Satu jam kemudian acara pembukaan selesai. Semua tamu menikamati hidangan yang sudah kita siapkan. Ada juga yang datang menghampiri aku memberikan selamat dan minta foto bersama.


Kita sedang duduk di meja bersama yang lainnya “aku mau nanya deh, sebenarnya kamu kemana selama ini?” aku melihat Ken.


“Maaf ya aku bohong, sebenarnya aku ke Amerika membantu kepulangan Galu kesini dan menyiapkan keperluan Vino sama keluarganya disana” jawab Ken.


“Rencana ini siapa yang buat?” tanya ku lagi.


“Aku, Mike, Eka, Beni, Dave, Jihan, mas Andra, mbak Luna, dan Tejo” jawab Ken.


“Jadi mereka semua sudah tahu, pantasan mereka berusaha untuk menyemangati aku berobat dan membujuk aku kesini”.


“Jangan marah ya, mereka hanya menjalankan perintah dari aku”.


“Oke, aku tidak marah. Kapan kamu kembali kesini?”


“Tiga hari yang lalu berama Galu dan Mr. Frans sama istrinya”


Aku kaget “apa! Sudah selama itu kamu juga tidak menghubungi aku ataupun menemui aku. Katanya sayang tapi sudah bohong” aku ngambek.


“Jangan ngambek gitu dong, aku lakukan agar kamu tidak ikutan sibuk. Aku ingin kamu itu fokus dengan pengobatan kamu”.


“Iya ya, aku maafin” aku tersenyum.


Tidak lama acara selesai, semua tamu sudah pada pulang. Lalu datang Galu bersama Mr. Frans dan istrinya menemui kita.


“Bos, Mr. Frans mau bicara” kata Galu.


“Iya..” jawab Ken.


“Selamat ya Ken dan Laili” ucap Frans.


“Iya, kalau menikah nanti jangan lupa undang kami” sambung istrinya.


“Iya Mr dan Mrs terimakasih sudah datang, kami tidak akan lupakan kok” jawab aku.


“Kalau gitu kita pamit ya, kita langsung kembali ke Amerika. Sebab pekerjaan sudah menunggu” kata Frans.


“Oke, Galu antar mereka sampai bandara. Mike...” Ken memanggil Mike.


Mike datang “iya bos”.

__ADS_1


“Temani Galu mengantar Mr. Frans dan istri ke bandara” perintah Ken.


“Oke bos” jawab Mike.


“Mari Mr, Mrs...” ucap Mike.


***


Kita sudah berada di penginapan untuk bersih-bersih. Malam harinya datang seseorang mengetuk pintu kamar aku. Aku langsung membukanya dan ternyata itu adalah Ken.


“Ada apa?” tanya aku.


“Bisa bicara sebentar?” kata Ken.


“Bisa..” aku keluar dari kamar dan duduk di depan penginapan bersama Ken.


Ken memberikan jaketnya pada aku “udara dingin”.


“Terimakasih. So apa yang mau kamu katakan?” tanya aku.


“Kapan kamu ingin kembali ke Jakarta, sebab Eka mau menemui kamu membicarakan wasiat dari daddy”.


“Wasiat, wasiat apa?” tanya ku bingung.


“Lebih baik Eka sendiri yang menjelakannya supay detil. Lagian kamu juga harus melakukan pengobatan kan?”.


“Iya. Tapi aku masih mau disini Ken?” aku tidak mau kembali ke Jakarta.


“Seminggu lagi boleh?”


“Siapa yang akan menemani kamu disini, Maisy harus kembali ke luar negeri. Anggi dia harus kembali ke rumah sakit dan aku harus mengurus keberangkatan Vino sama Dea ke Amerika” penjelasan Ken.


“Tapi aku masih mau disini, Ken?” bantah aku.


“Oke, seminggu tidak lebih. Jihan sama Dave yang akan menemani kamu dan mengingatkan kamu untuk makan obat. Aku sama yang lain besok harus kembali ke Jakarta, tidak masalah kan?”.


“Iya...”.


“Seminggu lagi aku akan datang menjemput kamu pulang ke Jakarta” lanjut Ken.


“Iya..” aku melihat Ken.


“Masuk gih istirahat” kata Ken.


Lalu Ken mengantar aku ke kamar aku dan setelah itu Ken menemui semua orang untuk membicarakan hasil diskusinya sama aku.


***


Alberto sudah sampai di club untuk menemui James, tapi dia malah datang sendiri tidak jadi bersama Marsya.

__ADS_1


“Bos..” kata Alberto.


James disana sendiri “mana gadis yang kamu bilang itu?”.


“Maaf bos, dia harus kembali ke apartemannya sebab temannya sudah menunggunya untuk buat tugas kampus” Alberto menunduk.


“Kamu ingat, kalau sampai satu bulan kamu tidak mendapatkan pengganti Thania jangan salah saya untuk kembali padanya” ancam James.


“Iya bos. Tapi bos harus lihat ini foto gadis itu” Alberto memperlihatkan foto Marsya pada James.


James tidak begitu tertarik pada Marsya meskipun dia berpakaian seksi seperti itu. James memang seperti itu, ketika bersama Thania dulu dia juga tidak tertarik kalau hanya melihatnya. Setelah dia tidur dengan Thania baru dia tidak bisa menjadi sexboy lagi.


Semenjak kejadian di mansionnya waktu itu James belum ada pulang. Dia hanya menetap di club miliknya itu kalau gak di markas rahasianya. Semua pekerjaan perusahaannya dia serahkan pada Cio.


“Saya tidak tergoda, tapi saya harus merasakan dulu. Apa dia sama seperti Thania atau tidak. Kalau kamu mau selamat, cepat laksanaan” perintah Ken.


“Siap bos” Alberto langsung pergi meninggalkan James.


Setelah Alberto keluar lalu masuk dua orang pelacur yang akan menjadi pelampiaan James. Dia sekarang sudah menjadi sexboy lagi, tidak ada yang bisa menghentikannya termasuk Cio dan orang tuanya.


Tapi bedanya James tidak ada bertindak apapun dengan para wanita itu. Melainkan wanita itu yang harus berusaha membuat James bisa bernafsu sama mereka. James hanya menikamati apa yang mereka lakukan padanya. James tidak ada membalasnya sehingga membuat para wanita sering bosan bersamanya.


***


Ken sudah berada di Jakarta dan sudah mulai kerja. Dia sedang menunggu Galu, Mike, Vino, dan Dea menemuinya. Tidak lama mereka masuk dan langsung duduk di sofa ruangan itu.


“Ini bos berkas yang bos minta” kata Galu.


“Ini juga berkas yang bos minta sama kita” Dea memberikan pada Ken.


Ken sudah menerimanya “Dea, Vino, ini semua berkas dan kerja sama perusahaan disana. Semuanya sudah disusun rapi oleh Galu, kalau masih ada yang mau kalian tanyakan silakan hubungi Galu” Ken memberikan pada Vino.


Meraka langsung menerimanya tanpa bertanya.


“Galu, ini berkas kegiatan kamu selama disini nantinya. Kamu harus siap membantu aku dan juga Mike kapanpun dia minta bantuan seperti yang sudaj aku jelaskan kemarin” kata Ken.


“Siap bos, saya paham” jawab Galu.


“Mike, mana surat kuasa pemindahan saham dari Eka?” tanya ku pada Mike.


“Ini bos” Mike memberikannya.


Ken langsung menandatanganinya “ini Vino silakan ditandatangani”.


Vino mengambilnya dan langsung tanda tangan “berarti mulai dari sekarang peruahaan di Amerika sudah menjadi milik kamu. Kapan kalian akan berangkat?” tanya Ken.


“Dua hari lagi bos” jawab Dea.


“Oke. Di amplop sama kamu itu sudah ada kunci rumah, kunci mobil dam kredit card yang bisa kalian gunakan disana. Rumah sudah di tempati oleh mama kamu disana Vino, nanti anak buah aku disana akan menjemput kamu dibandara dan mengantarnya kesana” penjelasan Ken.

__ADS_1


“Satu lagi yang perlu kalian tahu kalau Marsya sudah kuliah dan tidak tinggal berama mama kamu Vino. Dia memilih tinggal di aparteman dekat kampus sebab jarak rumah dan kampus sangat jauh. Lalu mengenai anak buah disana, mereka bukannya ikut campur tapi mereka hanya menjaga rumah aku dan perusahaan” lanjut Ken.


Lalu Ken dan Galu menjelakan bagaiman menjalin kerjasama dengan perusahaan James. Setelah selesai menjelakan Ken mengatakan dia tidak aka ikut campur jika terjadi masalah disana. Sebab ken sudah angkat tangan dan James juga sudah mengetahuinya.


__ADS_2