
Beberapa hari kemudian Vino dan Dea sudah berangkat ke Amerika meninggalkan Indonesia untuk waktu yang lama. Dea meninggalkan ibu satu-satunya karen keluarga suaminya memang tidak menyukai keluarganya.
Mereka sudah sampai di Amerika dan sudah sampai di rumah. Marsya juga ikut menunggu kedatangan mereka. Sekarang Marsya sudah dibolehkan untuk menggunakan mobil. Jadi dia bisa sesuka hatinya untuk bolak balik ke rumah.
“Sya, sekarang kamu kan sudah pakai mobil. Bagaimana kamu tinggal disini bersama kita?” tanya Vino.
“Nggak mau bang, sangat jauh. Kalau dari aparteman aku gak bakalan telat datang ke kampusnya” tolak Marsya.
“Terserah kamu, tapi kamu harus jaga diri” pesan Vino.
“Vin, mama juga boleh pakai mobil. Sebab mama juga bosan tahu di rumah mulu” kata Mawar.
“Emang mama mau kemana?” tanya Vino.
“Kemana saja yang penting tidak di rumah” kata mama sambil melihat Dea dengan sinisnya.
Vino tahu kalau mama dan adiknya memang tidak menyukai Dea dari dulu. Makanya mereka tidak pernah suka kalau tinggal serumah dengan Dea.
“Baiklah, nanti Vino siapkan” jawab Vino.
Setelah makan malam Marsya langsung pamit kembali ke aparteman. Dia beralasan besok ada kuliah pagi makanya dia pulang.
Sudah dua minggu Marsya di Amerika tapi dia masih belum mendapatkan teman yang asyik. Jadi dia berfikir untuk mendapatkan teman yang asyik seperti gank-gank teman yang terkenal di kampusnya. Dia berkeinginan
masuk gank mereka apapun caranya.
***
Ken sudah datang ke perkebunan untuk menjemput aku pulang ke Jakarta sesuai janjinya. Sebelum kembali kita mampir ke rumah mas Doni dan mbak Raisa untuk minta izin. Setelah pamit kita langsung menuju bandara.
Berapa jam kemudian kita sampai di Jakarta, Mike sudah menjemput kita “Mike kita ke ke rumah sakit” ucap Ken.
“Rumah sakit? Ngapain ke rumah saki?” tanya aku.
“Ya mencek kaki kamu dan kesehatan kamu dong” jawab Ken.
“Nggak usah Mike, aku gak apa-apa kok. Kita langung ke rumah, aku capek mau istirahat” jawab aku kesal.
“Tapi Ly..” Mike ragu.
“Ikuti saja Mike, kita ke mansion” ucap Ken.
Berapa jam kemudian kita sampai di mansion, oma sudah menunggu kita “oma...” kataku.
__ADS_1
“Apa kabar Ly?” tanya oma.
“Alhamdulillah sehat oma, oma bagaimana?” tanya aku.
“Sehat. Selamat ya kamu sama Ken jadi juga tunangan, maaf oma tidak ada waktu itu” oma memberikan selamat.
“Makasih oma. Tidak apa-apa kok” aku memeluk oma.
“Ayo kita masuk” ajak oma.
Kita langung masuk dan oma langsung mengajak aku ke meja makan. Disana sudah ada makanan kesukaan aku yang dibuat langsung oleh oma. Jadi sebelum aku istirahat kita makan malam bersama dulu.
Pagi harinya sebelum aku menemui Eka, Ken membawa aku ke rumah sakit untuk cek kesehatan aku. Kata dokter terapi aku, kaki aku sudah semakin membaik. Tidak tunggu lama lagi aku akan bisa jalan normal kembali.
Sampai di rumah bukannya aku istirahat tapi dokter Agus datang “dokter..” kataku.
“Apa kabar Ly?” dokter Agus.
“Kabar baik. Selamat ya atas pertunangannya, jangan lama-lama langsung nikah saja” kata dokter Agus.
“Maunya begitu om tapi om tahu dia kan?” Ken melirik aku.
“Tahu apa?” aku menatap Ken.
“Sudah. Ayo Ly kita ke runag pengobatan untuk periksa keadaan kamu” ajak dokter Agus.
Kita langsung ke ruang perawatan, dokter Agus bilang kalau aku sudah semakin membaik. Tapi aku masih harus mengonsumsi obat, dokter Agus pun akan mengurangi dosisnya. Mungkin sekitar satu bulan lagi aku sudah bisa berhenti minum obat. Aku minum obat jika penyakit aku kambuh saja.
Aku dan Ken sanagt senang mendengar perkataan dokter Agus. Lalu aku langsung istirahat sampai aku lupa waktu dan ketiduran sampai malam. Setelah minum obat aku kembali tidur.
***
Marsya sudah berhasil bergabung dengan gank terkenal kampusnya itu. Dia terpaksa menghabiskan banyak uang untuk bisa masuk dengan mereka. Ketika aku keluar dari club aku ketemu dengan Aberto.
“Marsya...” kata Alberto.
“Hai..” sapa Marsya.
“Kamu mabuk ya?” Alberto memegang Marsya.
“Nggak, aku harus pulang tapi aku gak bawa mobil” ucap Marsya.
“Ayo masuk aku antarkan” Alberto membantu Marsya masuk.
__ADS_1
Lalu Alberto menjalankan mobil sampai ke tempat pertemuan mereka pertama. Alberto tidak tahu aparteman Marsya dimana, jadi dia ingin menanyakannya tapi dia malah ketiduran. Terpaksa Alberto menemani Marsya tidur dalam mobil sampai pagi.
Marsya bangun “saya dimana?”.
“Kamu masih didalam mobil saya, maaf ya kamu sepertinya mabuk berat. Saya sanagt susah membangunkan kamu. Saya tidak tahu alamat aparteman kamu makanya saya biarkan aja kamu tidur disini” ucap Alberto.
“Its oke. Ayo antar saya pulang, kamu luru saja” kata Marsya.
Alberto langsung menjalankan mobil “Sya, sibuk gak hari ini?”.
“Nggak juga, kenapa?”
“Saya mau kenalkan kamu sama pemilik club yang kamu datangi semalam. Dia bos saya sendiri, bila nanti kamu sudah kenal pasti kamu tidak susah pulangnya kalau sudah mabuk berat. Atau kamu bisa bilang sama teman-teman kamu kalau kamu kenal dengan pemiliknya” ajakan Alberto.
Marsya langung senang “benar juga yang dibilang sama Alberto. Saya akan dekati bos dia, nanti gue bisa banggakan pada teman-teman gue. Jadi mereka tidak akan meremehkan dan meninggalkan gue seperti semalam. Lagian gue tidak bisa pulang ke rumah sebab uang gue sudah habis. Kalau bang Vino tahu gue pasti dimarahinya” kata Marsya dalam hati.
“Oke. Tapi temani saya ganti baju dulu di aparteman sebab gak mungkin kan saya ketemu bos kamu seperti ini” ucap Marsya.
“Oke..” jawab Alberto.
Tidak lama mereka sampai di aparteman Marsya, Alberto menunggunya di dalam mobil di parkiran. Alberto mengirim pesan pada James kalau dia akan datang menemuinya membawa Marsya.
Satu jam kemudian Marsya datang dengan penampilan yang baru dan super seksi dari biasanya.
“Saya gak salah pilih orang, dia memang pas. Saya saja sudah bernafsu melihatnya apalagi bos kalau sudah ketemu. Thania sayang, kita akan lepas tidak akan lama lagi”kata hati Alberto melihat Marsya jalan menuju mobilnya.
Marsya masuk “maaf ya menunggu lama?”.
“Tidak apa-apa, sudah siap?”
“Sudah, ayo” ucap Marsya dengan semangatnya.
Setengah jam kemudian mereka sampai di club paling terkenal di Amerika yaitu club milik James. Mereka langsung turun dan masuk kedalam club. Disekeliling club banyak sekali anak buah James berdiri.
“Mereka itu siapa?” tanya Marsya.
“Mereka anak buahnya bos saya” jawab Alberto,
“Hebat juga, seperti bang Ken. Pasti orang ini tidak kalah kerennya dari abang Ken dan bang Mike”kata hati Marsya yang sangat senang sambil membayangkannya.
“Ayo..” ajak Alberto.
“Iya. Apa siang ini masih ada orang disana?” tanya Marsya.
__ADS_1
“Nggak ada, hanya ada bo saya. Bos saya sering meeting disini kalau siang” jawab Alberto.