MY DREAM

MY DREAM
106


__ADS_3

Ketika kita baru siap telvonan dengan mbak Raisa dan mas Doni, Mike datang sebab baru pulang kerja.


“Ada apa gerangan nih pada kumpul disini?” Mike duduk.


“Baru pulang Mike?” tanya ku.


“Iya, tadi banyak kerjaan di K Architect. Ken kalau setiap hari gue seperti ini gue gak akan sanggup” aduh Mike.


“Kalau lo udah gak sanggup suruh paman pulang. Kenapa lama kali mengantar Maisy” ucap Ken.


“Udah makan malam, kalau belum makan malam dulu” ucapku.


“Pasti udah tuh Ly, kalau belum dia gak bakalan datang kesini. Dia pasti langsung ke dapur menemui oma minta makan” jawab Ken.


“Sudah Ly, terimakasih lo udah perhatian sama gue. Gak seperti bos yang gak punya perasaan” bete Mike.


“Cukup Galu saja yang ada perasaan sama lo, jangan gue, malu tahu” kata Ken.


“Idih, gue juga gak mau kali” Mike bergidik ngeri membayangkannya.


“Sudah-sudah, kenapa sih selalu berantem. Begini Mike, kita besok akan mengadakan doa syukuran di yayasan aku. Kamu sama Galu bisa bantu pesan makanan buat semua orang” aku langsung menengahi mereka.


“Widih,, dalam rangka apa itu?” ucap Mike.


“Tadi kita sudah dari rumah sakit, jadi Laili sudah dinyatakan sembuh. Makanya kita besok mengadakan syukuran. Sekalian lo undang teman-teman kita untuk datang, acaranya sesudah Maghrib” sambung Ken.


“Kecuali Dave sama Jihan, sebab mereka akan mengurus doa syukuran di perkebunan minggu depan” kataku.


“Oke bu bos pak bos, tugas siap dilaksanakan” jawab Mike. “Sebelumnya gue ucapkan selamat ya pada lo Ly” sambung Mike.


“Iya, terimakasih” jawab aku.


Ketika kita sedang bicara ponsel Mike berdering “bokap gue nelvon, tunggu bentar” Mike langsung mengangkat panggilannya.


“Kamu dimana?” ucap papa setelah Mike mengucapkan salam.


“Di mansion Ken, kenapa pa?”


“Besok bisa jemput papa dan mama ke bandara?”.


“Sepertinya gak bisa pa, nanti aku suruh salah satu anak buah aku yang jemput papa dan mama. Papa beritahu saja jam berapa sampainya”.


“Iya, nanti papa kirim sama kamu”.


“Iya pa, assalamualaikum” Mike menutup panggilannya.


“Paman?” tanya Ken.


“Iya. Akhirnya pekerjaan gue bisa berkurang juga, sebab besok papa dan mama akan pulang” Mike senang.


“Iya, pekerjaan lo di K Architect memang berkurang. Tapi di Johnson Group tidak akan berkurang, sana lo mandi dulu” Ken melempar Mike dengan bantal sofa. “Ayo Ly” Ken menarik tangan Laili untuk pergimeninggalkan Mike.


“Woi, kalau mau pegang-pegangan tangan halalin dulu bos” teriak Mike.

__ADS_1


“Kalau iri bilang dong” ucap Ken.


“Sudah..” kataku.


***


Marsya sedang jalan di mall sendirian sebab James sedang ada meeting. Tapi dia dikawal oleh seorang bodygurth dari jauh. Mawar juga sedang ada di mall yang sama bersama selingkuhannya.


Mawar melihat Marsya “sayang, kamu terus saja masuk ya. Aku mau ke beli sesuatu disana” ucap Mawar pada Bram.


“Oke sayang” Bram langsung masuk restoran.


Mawar langsung menghampiri Marsya “Marsya...”.


Marsya kaget “mama, ngapain mama disini?”.


“Shopping, kamu ngapain disini. Pakaian kamu ini?” Mawar kaget melihat penampilan Marsya yang hampir terbuka semua.


Meskipun pakaian yang dia pakai bermerek dan paling mahal tapi Mawar tidak pernah mengizinkan Marsya berpakaian seperti itu


“Apaan sih ma, mama gak tahu ini pakaian mahal” Marsya bete.


“Iya mahal, tapi gak seharusnya kamu berpakaian seperti ini” Mawar marah.


“Terserah aku dong ma, aku sudah besar. Mama apaan sih, mama kemana saja. Bang Vino sama kak Dea cariin mama tuh” Marsya kesal.


“Biarin saja, nanti mama juga pulang. Kamu kenapa gak pulang-pulang, emang apaan sih pekerjaan kamu?” acuh Mawar.


“Mama gak usah tahu, yang penting sekarang aku gak minta uang sama mama. Mama bisa ambil uang jatah aku untuk mama, minggir ma” Marsya meninggalkan Mawar.


Marsya tidak peduli dengan panggilan Mawar, dia terus jalan meninggalkan Mawar. Lalu pengawal yang mendampinginya langsung menghampirinya.


“Nona gak kenapa-napa kan? Siapa ibu tadi?” tanya pengawal.


“Saya tidak apa-apa, dia hanya bertanya tadi. ini bawa” Marsya memberikan tas belanjanya.


“Mari nona” pengawal langsung mengambilnya dan jalan pergi.


Mawar melihat Marsya dihampiri pengawalnya tadi “apa sih pekerjaan kamu, Sya?” gumam Mawar sambil melihat Marsya menjauh.


Datang Bram “kamu disini sayang, ayo!”.


“Ayo..” Mawar langsung masuk.


Marsya sudah di dalam mobil di parkiran “nona, kita kemana?” tanya pengawal yang menyetir mobil.


“James menyuruh saya kemana tadi?” Marsya bertanya balik.


“Bos selesai meeting langsung berangkat keluar kota nona. Jadi nona suruh pulang ke aparteman” jawab pengawal.


“Saya gak mau, saya mau menyusulnya. Bilang sama dia, saya mau menemuinya” Marsya sudah bete sebab ketemu Mawar, jadi dia tidak mau kembali.


“Baik nona, saya hubungi bos dulu” pengawal langsung keluar mobil.

__ADS_1


Tidak lama pengawal masuk lagi “nona, kita langsung berangkat. Kalau nona mau menemui bos, nona silakan pakai ini dan tutup mata nona” pengawal memberikan kain hitam untuk menutup mata Marsya.


Marsya mengambilnya “untuk apa ini?”.


“Kalau nona mau ketemu bos, nona harus pakai” perintahnya.


“Baiklah” Marsya langsung memakainya.


Sebenarnya James tidak ada di luar kota, dia sedang berada di markas rahasia. Dia sedang membicarakan mengenai pekerjaan bersama anak buahnya. Tapi memang tidak bisa dia kembali ke kota dengan cepat.


Jame selesai telvonan dengan pengawal Marsya “pasti Marsya” ucap Cio.


“Iya, dia mau kesini?” James duduk.


“Kamu yakin membawanya kesini?”.


“Iya, saya mau lihat apa reaksinya nanti” James tersenyum sinis.


Cio sedikit khawatir “apa yang mau kamu lakukan padanya?”.


“Kamu harus siapkan ruangan seperti biasanya, saya mau mencobanya dengannya. Kalau dia benar-benar sayang sama saya, dia pasti mau melakukannya. Kamu juga ingin tahu kan, apakah saya punya hati pada dia atau gak. Setelah kamu melihatnya nanti, cabut apa yang sudah kamu katakan” kesal James.


“Baiklah” Cio langung pergi.


Sebenarnya James punya tempat permainan *** di markas rahasianya itu. Dulu dia selalu melakukan itu pada perempuan yang dia dekati. Kalau ada perempuan yang berhasil melaluinya, dia pasti akan lama dengan perempuan itu. Termasuk dengan Thania, dialah perempuan satu-satunya yang berhasil. Makanya James susah melepaskannya dulu.


Beberapa jam Marsya sudah sampai di markas rahasia “silakan turun nona” ucap pengawal.


Marsya turun mobil dibantu oleh pengawal, kemudian dia membawanya masuk. Sampai didalam Cio membisikkan seuatu, kemudian Marsya langsung diantar ke tempat yang sudah disiapkan.


“Nona, tunggu disini. Sebentar lagi bos datang, jangan nona buka penutup matanya. Biar bos sendiri yang membukanya”.


“Oke..” jawab Marsya yang mulai kesal.


Marsya sebenarnya sudah kesal semenjak diperjalanan. Sebab dia harus menutup matanya dan tidak boleh di buka.


Setelah pengawal keluar, James masuk dan langsung mengunci pintu dari dalam. Lalu kunci dibiarkan tergantung, sebab bagi yang tidak kuat bisa langsung keluar sendiri.


“Sayang..” bisik James.


Marsya “James, akhirnya kamu datang juga”.


“Kenapa kamu memaksa ingin ketemu saya?” tanya James sambil memeluk Marsya dari belakang.


“Saya kangen sama kamu, sudah dua hari kamu tidak menemui saya. Katanya kamu selalu sibuk, saya lagi bete sama mama makanya ingin bersama kamu”.


“Baiklah malam ini kita akan bersama, tapi malam ini berbeda dari malam sebelumnya, mau kan?” James sambil membelai leta sensitif Marsya.


“Mau,, saya sudah tidak sabar. Ayo dong buka tutup mata saya” Marsya sudah tidak sabaran.


“Yakin kuat? Tidak akan minta berhenti?” James masih meyakinkan Marsya sambil membelai-belai Marsya.


“Iya, cepat dong” Marsya sudah tidak tahan.

__ADS_1


“Oke..”


__ADS_2