MY DREAM

MY DREAM
127


__ADS_3

Ken, Mike, dan Danu jalan keluar perusahaan “Mike, Danu, cepat cari tahu sedetil mungkin mengenai Marsya. Sepertinya dia memang ada masalah dengan mamanya dari dulu” perintah Ken.


“Baik bos” ucap Mike dan Danu.


“Sekarang kita kemana?” tanya Mike.


“Kita kembali ke rumah, nanti malam kita datang ke rumah Vino” ucap Ken.


Kita langsung kembali ke rumah Ken, sampai di rumah Mike dan Danu langsung mulai bekerja. Sedangkan Ken menemui aku yang sedang masak di dapur.


“Sayang...”.


“Bi, sudah pulang?”.


“Iya, sedang masak apa?”.


“Masak kue, kamu ke kamar saja dulu. Setelah ini aku ke kamar” ucap aku.


Ken langsung ke kamar untuk bersih-bersih. Setelah selesai aku langsung menyusul Ken ke kamar. Sampai di kamar aku melihat Ken yang baru siap sholat zuhur.


“Bi..” aku langsung salaman dan Ken mencium kening aku.


“Apa kamu sudah selesai cutinya?” tanya Ken.


“Sudah Bi” jawab aku.


“Sudah sholat?”


“Sudah. Oya Bi, ada masalah apa?” tanya aku kepo.


Lalu Ken langsung menceritakan semuanya “begitu ceritanya, tapi kamu jangan ikut campur ya sayang. Aku tahu tante Mawar memang tidak menyukai kamu” ucap Ken.


“Iya Bi” jawabku.


“Nanti malam kamu di rumah sendiri lagi ya, aku masih harus menyelesaikan semua ini. Sebab kita bisa langsung pergi honeymoon tanpa ada gangguan” ucap Ken.


“Aku gak perlu pergi honeymoon juah-jauh Bi, asal aku ada bersama kamu saja aku udah senang”.


“Iya, aku juga senang” Ken memeluk aku.


***


Danu dan Mike mendapatkan semua berita tentang Marsya yang tidak pernah diketahui. Walaupun belum semua tapi secara garis besar mereka sudah tahu. Mereka juga sudah memberitahu Ken semuanya, Ken sangat kaget mengetahuinya.


Malam harinya mereka datang ke rumah Vino. Membuka pintu adalah Dea, Dea langsung kaget melihat Ken di hadapannya.


“Bos...” ucap Dea.


“Boleh kita masuk?” ucap Ken.


“Iya boleh, silakan” Dea menyuruh mereka masuk.


Vino keluar dari kamar “siapa sayang?”.


Belum sempat Dea menjawabnya, Vino sudah melihat Ken, Mike, dan Danu berdiri di dekat Dea.


“Ken...” Vino kaget.

__ADS_1


“Silkan duduk” ucap Vino.


“Silkan duduk dulu, saya ke dapur buat minum” Dea pergi ke dapur.


Mereka semua langsung duduk “maaf ya Ken, mas gak datang ke pernikahan lo sama Laili. Mas ucapkan selamat dan semoga menjadi keluarga sakina” kata Vino.


“Iya mas, makasih banyak” Ken masih berusaha tenang.


Datang Dea bawa minum “Laili mana bos?” tanyanya.


“Dia ada di rumah, capek melakukan perjalanan jauh” jawab Ken.


“Silakan diminum” ucap Vino.


Setelah minum “kok sepi, Marsya sama tante Mawar mana?” Ken mulai menyelidikinya.


Dea langsung melihat Vino, mereka tidak tahu apa yang mau dijelaskan sama Ken.


“Oh iya, Marsya pasti di aparteman sebab masih kuliah” ucap Ken,


“Ken...” ucap Vino.


“Iya, kenapa mas?” tanya Ken.


“Kita minta maaf. Kamu pasti sudah tahu semuanya, tidak mungkin kamu datang tiba-tiba kesini karena kamu masih dalam suasana hari bahagia” Vino.


“Maksudnya?” Ken pura-pura lupa.


“Mengenai perusahaan, mama, dan Marsya” Vino melihat Ken.


Vino dan Dea menggeleng “kita tidak tahu”.


“Mas bagaimana, mamanya sendiri menghilang tidak dicari. Pantasan Marsya bisa dilepaskan seperti itu” Ken mulai kesal.


“Ken kita sama-sama tidak tahu bagaimana ceritanya, kita sama-sama di bohongi mama. Mama pergi setelah aku memarahinya, sebab Marsya seperti itu memang karena mama. Untuk apa juga aku mencari mama, dia sendiri yang kabur” Vino ikut kesal.


“Setidaknya mas tahu dimana tante sekarang, sama siapa, dan apa dilakukannya” Ken berusaha tenang.


“Bagaimana kita bisa tahu, sedangkan mama sendiri yang tidak mau mengangkat telvon kita. Kita sudah tanya ke teman-teman mama di Jakarta, kata mereka mama tidak ada kembali” ucap Dea.


“Sekarang jelaskan pada aku, bagaimana semua ini bisa terjadi” ucap Ken.


Lalu Vino dan Dea menceritakan sama Ken apa yang sudah terjadi. Masalah apa yang mereka hadapi selama mereka tinggal di Amerika.


“Sekarang aku tanya sama mas. Mas masih ingin disini atau balik ke Indonesia?” tanya Ken.


“Kenapa kamu tanya begitu Ken?” Vino tanya balik.


“Kalau rasa tidak sanggup kita jual saja perusahaan disini. Biarkan orang yang menjalaninya, mas kembali kerja di K Architect” keputusan Ken.


“Kalau kita kembali bagaimana dengan mama dan Marsya?” tanya Vino.


“Tante bisa kita cari dari Indoesia. Kalau Marsya kita hanya bisa memantaunya dari jauh. Kita tidak bisa mengmbil dia kembali, sebab mas sudah tekan perjanjian sama James. Apalagi itu sudah menjadi pilihan Marsya sendiri, dia yang datang kepada James, bukan James yang minta” ucap Ken.


“Kita bicarakn berdu dulu, nanti kita berithau kamu” keputusan Vino.


“Oke. Mike apa yang mau kamu tanya sama mas Vino, silakan tanya” Ken melihat Mike.

__ADS_1


“Begini mas, boleh kita tahu identitas sahabat Msrsya waktu sekolah sampai sekrnag?” ucap Mike.


“Yang mana?” tanya Vino.


“Sahabat kecil Marsya dan satu sekolah sampai SMA” Mike.


“Oh Ica. Namanya Aisyah, dia tinggal di sebelah rumah kita di Bandung. Sekarang dia sedang kuliah di Kairo, dia mendapatkan beasiswa disana. Tahun ini adalah tahun terakhirnya, mungkin sebentar lagi dia kembali” cerita Vino.


“Apa sampai sekarang mereka sering komunikasi mas?” tanya Danu.


“Masih. Emang kenapa dengan Ica?” tanya Vino.


“Sebab Ica tahu semua tentang Marsya. Kita harus tahu kenapa dia sampai rela melakukan itu semua demi uang. Kemana uang yang aku, Mike, daddy, dan mommy kasih setiap bulannya” jawab Ken.


“Mama yang ngambil” ucap Vino.


Ken dan Mike kaget “apa!”.


“Iya, Marsya sendiri yang bilang. Karena itu mas marah sama mama dan mas tanya untuk apa mama mengambilnya. Mama tidak menjawabnya, dia langsung pergi. Sampai sekarang mama tidak kembali dan mas tidak tahu mama kemana” cerita Vino lagi.


“Berarti tante Mawar ini masih banyak menyimpan rahasia. Kenapa dia lakukan itu semua?”gumam Ken dalam hatinya.


“Bukanya tante Mawar juga lo kasih perbulan Ken, ditambah hasil penjualan butik juga diserahkan sama dia” ucap Mike.


“Itulah yang bikin gue bingung, untuk apa semua uang itu sama tante mawar?” Ken semakin bingung.


“Kita juga tidak tahu, Ken” ucap Vino.


“Kalau gitu mas fikirkan saja pendapat aku tadi, nanti hubungi aku kalau mas sudah mendapatkan keputusan. Kita harus kembali, sebab hari sudah malam” Ken pamit.


“Baiklah” jawab Vino.


Ken, Mike, dan Danu langsung pamit pada Vino dan Dea.


***


James sampai rumah langsung marah-marah sama Marsya “apa yang sudah kamu katakan pada Ken, ha” bentak James.


“Apa maksud kamu, saya tidak ada mengatakan apa-apa” Marsya menatap James.


“Lalu kenapa dia datang tiba-tiba ke perusahaan dan mengancam saya”.


“Mana saya tahu. Kamu seorang mafia masih kalah dengan kepintaran Ken. Saya yang bodoh apa kamu sih”.


James langsung menampar Marsya, Marsya memegang pipinya “aw,,,”.


“Sampai kapan kamu akan menyiksa saya, kalau kamu seperti ini terus jangan harap kamu bisa mendapatkan keturunan dari saya” Marsya pergi.


James langsung memegang tangan Marsya dan menariknya “kamu jangan pernah mengancam saya. Kamu punya keturunan hanya tergantung saya, saya mau kamu hamil. Kalau sampai bulan ini kamu tidak hamil jangan salahkan apa yang akan saya lakukan” James mendorong Marsya ke tempat tidur.


James langsung menidurkan Marsya dengan ganasnya. James sebenarnya tidak bisa melakukan hubungan disaat dia marah. Sebab jika itu terjadi Marsya tidak akan bisa mengimbangi kekuatan James.


Marsya merasakan sangat sakit dibawa pahanya sebab James memaksa punyanya masuk. Sednagkan Marsya belum siap untuk melakukan semua itu. Biasanya dia yang selalu mulai duluan tapi sekarang James.


James selama ini masih menggunakan pengaman jika tidur bersama Marsya. Sebab James masih mengizinkan Marsya untuk bebas setahun ini. James juga lagi sibuk dengan persidangan perceraian bersama mantan istrinya.


Sekarang James melakukannya tidak menggunakan pengaman. Sebab James merasa sakit hati dengan ucapan Marsya. Marsya memang tidak bisa mengontrol ucapannya jika sudah marah. Makanya dia langsung mengutarakan apa yang dikatakannya.

__ADS_1


__ADS_2