MY DREAM

MY DREAM
128


__ADS_3

Aku sudah siap-siap akan tidur, aku juga sudah siap jika malam ini adalah malam pertama aku sama Ken. Tapi sudah larut malam Ken belum juga pulang dari rumah Vino. Jadi aku tidur duluan sebab aku memang sudah mengantuk.


Ken sampai di rumah langsung masuk kamar. Ken melihat pakaian tidur aku berbeda dari biasa yang aku pakai.


“Sayang maafin aku, kamu pasti mengira malam ini adalah malam pertama kita. Kamu sudah siap-siap akan melakukannya, maafin aku” Ken mencium kening aku.


Lalu Ken mengganti bajunya dengan baju tidur yang sudah aku siapkan. Ken langsung tidur disebelah aku dan langsung memeluk aku.


Subuh aku sudah bangun dan langsung ke kamar mandi berwudhu. Aku langsung memakai mukenah aku dan aku membangunkan Ken.


“Bi... Bi.. bangun Bi...” aku membangunkan Ken.


Ken terbangun “iya sayang” Ken melihat aku sudah pakai mukenah. “Sudah subuh, tunggu sebentar ya” Ken langsung ke kamar mandi.


Aku menyiapkan perlengkapan sholat Ken, kemudian Ken langsung menggantikannya. Setelah itu kita langsung sholat subuh berjamaah bersama.


“Sayang, maafin aku ya karena pulang larut malam semalam” ucap Ken setelah mencium aku.


“Tidak apa-apa Bi, lain kali saja” jawab aku.


“Kamu memang istri terbaik aku” Ken senang.


“Bagaimana, sudah selesai?” tanyaku.


“Sudah. Siang kita langsung ke LA, sebab Frans dan Angel sudah menunggu kita. Mike dan Danu juga akan langsung kembali ke Indonesia. Banyak pekerjaan yang harus mereka kerjakan sampai di Indonesia”.


“Kenapa?”.


“Tante Mawar menghilang, tidak tahu dia dimana sekarang. kita juga mencari informasi Marsya, mereka banyak menyimpan banyak rahasia sayang” cerita Ken.


“Kok bisa?”.


“Aku tidak tahu siapa yang salah, tapi selama ini Marsya menderita. Tapi dia tidak bisa menceritakan sama keluarga, hanya pada sahabat masa kecilnya dia cerita. Makanya kita menunggu sahabatnya itu untuk kembali”.


“Berarti dia sama seperti Cici dong, Bi?”.


“Iya. Tapi untungnya Marsya punya fisik yang kuat, sehingga tidak terpengaruh pada psikisnya. Aku juga tidak tahu, sampai kapan dia akan bisa bertahan dengan ketua mafia itu”.


“Apa tidak ada cara untuk bisa mengambilnya lagi, Bi?”.

__ADS_1


“Itu kemauan dia sendiri sayang, bukan James yang minta. Dia sendiri yang datang pada James. Makaya aku tidak bisa mengambilnya lagi, kecuali dia sendiri yang minta bantuan pada kita nanti”.


“Kasihan tahu” aku bersedih.


“Ya bagaimana lagi sayang, kita hanya bisa memantaunya dari jauh. Aku juga punya rencana untuk menjual perusahaan disini dan memindahkan mas Vino dan Galu ke Indonesia. Tujuan aku memindahkan mereka kesini untuk mengajarkan Marsya dan tante Mawar bagaimana susahnya hidup. Tapi malah ini yang terjadi, jadi keputusana tergantung mereka saja nanti”.


“Lebih baik seperti itu Bi, dari pada mereka pusing memikirkan masalah itu. Kalau di Indonesia banyak tempat berbaginya” aku mendukung Ken.


Setelah bercerita panjang lebar, kita langsung bersih-bersih dan sarapan bersama. Aku menyiapkan semua sarapan dan setelah selesai Mike dan Danu pamit untuk kembali ke Indonesia.


Siang harinya kita juga langsung berangkat ke LA. Kita akan menjalankan honeymoon disana.


***


Pagi harinya Marsya bangun dari tidurnya. Dia memang bangun siang sebab semalaman James melakukannya tanpa henti. James tidak mau berhenti sampai dia puas. Seberapa kuat Marsya menangis dan memohon, James tidak mendengarkannya.


Marsya bangun dengan mata sembab dan dia melihat sebelahnya. James sudah tidak ada di sampingnya. Biasanya seberapa marahnya James tidak bisa meninggalkannya tidur sendirian. James selalu membantu Marysa mandi dan ganti baju. Hari ini James meninggalkan Marsya sendirian.


Marsya berusaha bangun dan berdiri sebab dia akan pergi ke kamar mandi. Sampai di kamar mandi ternyata James sudah menyiapkan semua keperluan mandi Marsya. Sekesal-kesalnya James dia masih menyiapkan keperluan Marsya.


James sebenarnya memang sangat mencintai Marsya tapi dia tidak bisa mengungkapkannya. James hanya takut Marsya meninggalkannya makanya dia harus buat Marsya hamil. Meskipun akan ada masalah nantinya dengan keluarganya dia tidak akan peduli.


Marsya langsung mandi, setelah mandi dia langsung memakai bajunya. Kemudian dia langsung ke kamar dan ternyata juga sudah ada sarapan yang disiapkan James di atas meja. Marsya langsung memakan sarapan yang sudah tersedia. Setelah sarapan Marsya turun mencari James.


“Tuan sudah berangkat nyonya, tadi tuan Cio datang jemput” jawab pembantu.


“Kemana dia bik?”.


“Saya tidak tahu nyonya, tapi saya dengar mereka akan persidangan”.


“Persidangan?”.


“Persidangan cerai tuan dengan mantan istrinya nyonya”.


“Bik, boleh tanya sesuatu” Marsya duduk sebab selangkangnya masih sakit karena ulah James semalam.


“Tanya apa nyonya?”.


“Bibik sudah berapa lama kerja disini?”.

__ADS_1


“Sudah beberapa tahun, kenapa nyonya?”.


“Bibik pasti tahu siapa istri James dulu kan?”.


“Iya nyonya”.


“Bibik tahu kenapa mereka sampai pisah?”.


“Karena mereka sama-sama selingkuh nyonya. Tuan suka meniduri wanita lain di luar sana. Sedangkan istri tuan dulu selingkuh dengan adik tuan sendiri. Makanya tuan langsung menceraikannya, sebab ketahuan oleh tuan sendiri” cerita pembantu.


“James selingkuh?” Marsya kaget.


“Nyonya gak usah khawatir, kalau nyonya tidak memperlakukan tuan sama seperti istrinya dulu tuan tidak akan selingkuh kok” pembantu membela James.


“Emang apa yang dia lakukan?”.


“Istri tuan dulu tidak mau punya anak sama tuan dan dia memilih punya anak sama adik iparnya sendiri. Dia juga sering membohongi tuan, setiap tuan keluar rumah kita semua pembantu dan penjaga langung disuruh libur kerja. Kalau tuan minta dilayani selalu ada caranya untuk menolaknya. Makanya tuan mencari perempuan lain yang bisa melayaninya” lanjut cerita.


“Apa kalian tahu semua itu?”.


“Iya nyonya, mereka selalu bermain dimanapun mereka mau. Ketika kami melihatnya mereka langsung mengancam kami. Makanya tuan meminta orang kepercayaannya mendekati mantan istri tuan. Disana tuan tahu semuanya sehingga malam itu orang tua tuan sendiri yang memergokin mereka sedang bermain di lantai atas”.


“Oh..”.


“Setahu nyonya, mansion ini baru saja direnovasi sama tuan. Dulu tidak seperti ini, tuan ingin melupakan kenangan bersaman mantan istri dan adiknya, makanya di renovasi ulang”.


“Bibik tahu siapa perempuan yang sering ditiduri James diluar?”.


“Pernah dibawa kesini dua kali nyonya ketika mantan istri tuan pergi liburan. Dia cantik, katanya model tapi sayang di juga selingkuh dengan orang kepercayaan tuan”.


“Cio?”.


“Bukan nyonya. Tuan Cio itu sahabat tuan, kalau itu namanya Alberto. Kalau tidak salah dengar waktu itu mereka di usir ke luar negeri. Sebab mereka ada masalah juga dengan rekan bisnis tuan”.


“Terimakasih ya bik, apa tidak masalah bibik cerita begini sama saya?”.


“Tidak apa-apa nyonya, nyonya juga harus tahu. Ingat nyonya, saran saya buat tuan jatuh cinta sama nyonya. Buat dia mau mengikuti apa yang nyonya katakan, kalau nyonya sering melawan tuan, dia akan bisa juga selingkuh. Satu lagi nyonya, tuan memang menginginkan keturunan” pesan pembantu.


“Iya bik, makasih ya” Marsya langsung pergi ke kamarnya.

__ADS_1


“Maafkan saya James, kamu harus berubah” gumam pembantu.


Ternyata pembantu yang bicara dengan Marsya itu adalah sahabat James juga. Dia ditugaskan James untuk mengawasi Marsya. Sebab dia tidak ingin kejadian lama terjadi lagi. Makanya dia menceritakan semuanya pada marsya mengenai James.


__ADS_2