MY DREAM

MY DREAM
62


__ADS_3

Aku sangat bosan didalam kamar, lalu aku mencoba untuk bekerja. Aku mengambil latop aku dan menghidupkannya. Tiba-tiba latop tidak bisa hidup dan aku coba berbagai cara untuk menghidupkannya tetap tidak bisa.


Kemudian aku mengambil notebook tapi batreinya juga tidak ada. Sebab semalam charger di pinjam sama Mike dan belum di kembalikannya.


Aku menghubungi Mike “assalamualaikum Mike”.


“Waalaikumsalam Ly, ada apa?” jawab Mike.


“Kamu dimana?”


“Gue di perusahaan, kenapa?”


“Kapan pulang? Sebab aku mau ambil charger notebook. Aku mau kerja tapi latop aku tidak bisa hidup. Notebook juga tidak ada batreinya”.


“Maaf Ly, chargernya kebawa sama gue ke perusahaan. Kenapa gak lo pinjam latop bos saja. Bos ada latop yang tidak dipakai kerja di ruang kerjanya kok”.


“Ken gak ada di rumah, dia keluar ketemu dokter Agus dan dokter Anggika”.


“Oh iya. Coba saja lo hubungi bos dan tanya” saran Mike.


“Oke Mike, makasih ya. Assalamualaikum” aku langsung menutup panggilan bersama mike.


Aku mencoba menghubungi Ken, ternyata Ken sudah sampai di rumah dokter Agus. Ken melihat ponselnya dan kaget melihat nama Laili yang memanggilnya di layar ponselnya.


“Tunngu Ben...” ucap Ken pada Beni.


“Iya, kenapa Ly...” Ken sedikit khawatir.


“Assalamualaikum..”


“Waalaikumslaam, kamu gak kenapa-napa kan?”


“Nggak kok, aku tidak apa-apa”.


“Terus kenapa kamu menghubungi aku, ada apa?”


“Latop aku tidak bisa hidup sepertinya ngehack, notebook aku habis batrei dan chargernya kebawa Mike ke perusahaan. Jadi boleh gak aku pinjam latop kamu untuk aku buat kerja sebentar. Sebab aku ada beberapa email yang mau aku kirim sama mas Angga dan mbak Luna”.


“Oh jadi itu masalahnya. Kamu temui saja oma dan bilang sama oma untuk ambil latop aku didalam laci lemari meja kerja aku. Jangan latop yang ada di atas meja kerja sebab itu latop pekerjaan. Ada juga charger latop tersebut diatasnya, kamu bilang saja sama oma”.

__ADS_1


“Baiklah, thanks. Kamu sudah dimana?”.


“Aku sudah sampai rumah dokter Agus, ini mau masuk lagi. Kalau gitu sampai ketemu ya, assalamualaikum” Ken menutup panggilan.


“Waalaikumsalam” jawab aku.


***


Aku turun denga lift sebab semenjak aku dinyatakan sakit Ken melarang aku naik tangga. Kalau aku tetap pakai tangga, dia tidak akan pernah mengizinkan aku untuk keluar kamar.


Aku mencari oma, ternyata oma sedang sibuk memasak makan siang untuk aku. Semenjak aku sakit juga, Ken meminta oma sendiri yang menyiapkan makan untuk aku. Tidak boleh sama pembantu lain, sebab oma sudah biasa memasakkan almarhum mommy nya Ken.


“Oma...” panggil aku.


“Iya nak, mau apa?” jawab oma yang sedang sibuk dengan berapa pembantu.


“Nggak mau apa-apa oma. Oma boleh gak aku masuk ruangan kerja Ken, sebab aku mau ambil latopnya. Aku sudah izin sama Ken dan dikasih tahu dimana letak latopnya di ruang kerjanya”.


“Boleh kok Ly, tapi oma sedang sibuk tidak bisa menemani, gak apa-apa kan?”.


“Iya gak apa-apa kok oma”


“Makasih oma” aku langsung jalan menuju ruang kerja Ken.


Aku membuka pintu ruang kerja dan langsung kaget melihat ruangan yang sangat luas, megah, dan lengkap seperti di perpustakaan. Kemudian aku jalan menuruni tangga sebab ruangan kerja itu memang ada tangganya kalau mau ke meja kerja Ken.


“Oh.. mungkin karena ini Ken tidak mengizinkan aku untuk masuk kesini” gumam aku ketika turun tangga.


Benar, Ken tidak mengizinkan aku masuk ke ruangan kerja bukan karena ada yang dia sembunyikan. Tapi memang karena tidak ingin aku susah nantinya, sebab menuju meja kerja Ken memang harus menuruni tangga. Tapi kalau menuju perpustakaan tidak harus turun tangga.


Sampai dibawa aku melihat sekeliling, kemudian mata aku terhenti ketika aku sampai di meja kerja Ken. Aku melihat kedepan ternyata ada sebuah foto yang sangat aku kensal. Foto pasangan suami istri yang aku kenal terpampang dengan indah dan sangat besar di ruangan tersebut.


“Om... tante...” gumam aku.


Aku jalan mendekati foto tersebut, foto itu adalah lukisan aku sendiri. Lukisan yang aku buat untuk hadiah pernikahan mereka yang bertuliskan ‘Mr and Mrs’. Kemudian di figura lukisan itu ada inisial nama aku ‘Ily’ yang memiliki dua makna yaitu nama panggilan aku dan I Love You.


Memang inisial ini tidak terlalu jelas, hanya aku dan mereka yang tahu. Sebab hanya mereka yang aku beritahu mengenai inisial itu.


“Berarti orang tua Ken adalah orang yang aku bantu dulu. Apa Ken yang saat ini sedang mencari aku sampai ke kampus kata Dika kemarin. Bagaimana ini, kalau dia tahu kalau aku adalah orang yang dia cari” gumam aku sambil menatap lukisan tersebut.

__ADS_1


Tidak lama kemudian aku melihat sekeliling, memang sangat banyak foto orang tua Ken disana. Disana juga terdapat foto keluarga mereka yang sangat kompak. Tidak ada terlihat sedikitpun kemarahan dimata mereka terhadap Ken.


Aku terus berjalan sampai ke meja kerja Ken. Aku mengambil latop yang ada didalam laci lemari atas perintah Ken. Kemudian aku menemukan beberapa amplop cokelat dibawah latop tersebut. Setiap amplop bertuliskan ‘Wanita Misterius’.


Aku penasaran dengan isi amplop tersebut. Aku langsung membuka isi amplop dan membacanya. Aku kaget ternyata amplop itu berisi data-data aku yang sudah lama aku tutup. Tapi untungnya Ken masih belum tahu kalau orang yang dia cari adalah aku.


Setelah aku mengambil latop, aku langsung keluar dari ruangan tersebut dengan membawa latop. Aku jalan menuju lift dan langsung masuk kamar aku. Aku langsung mengunci pintu kamar aku dan aku duduk di kasur.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang, jika Ken tahu orang yang dia cari itu adalah aku. Apa dia akan marah sama aku dan minta pertanggung jawab sama aku” kata aku bergumam sendiri.


“Dokter Agus, apakah dokter yang biasa aku temui di rumah sakit Anugrah dulu. Dokter yang menangani aku sama tante dulu” lanjut gumam aku.


Aku merasa takut setelah aku mengetahui semuanya. Aku mencoba menghubungi Dika yang bertanggung jawab di yayasan yang aku punya.


“Assalamualaikum Dika” ucap aku.


“Waalaikumsalam mbak, ada apa mbak?”


“Dika, boleh mbak tanya sesuatu?”


“Boleh, tanya saja, apa mbak?”


“Apa keluarga dari tuan Johnson masih mencari tahu soal mbak dan apa masih sering datang ke kampus?”


“Saya gak tahu mbak, sebab saat waktu itu saya tidak ada lagi datang ke kampus. Lagian yayasan di kampus sudah ada juga pemimpin yang baru mbak. Bukan saya lagi sebab saya sekarang fokus di kantor saja mbak. Itu kan atas perintah dari mbak dulu”.


“Oh iya, mbak jadi lupa. Apa kamu tahu alasan keluarga tuan Johnson ingin mencari tahu mengenai mbak dan ingin menemui mbak?”.


“Nggak tahu mbak. Bukannya mbak sudah ketemu sama anaknya, kenapa gak mbak tanya saja langsung?” saran Dika.


“Jadi benar kalau Keanu Johnson itu anak dari tuan Johnson yang istrinya mbak tolong dulu itu?”


“Iya, semua orang tahu. Emang mbak gak tahu?”


“Nggak, kata mbak bukan dia orangnya. Terimakasih ya Dika, maaf sudah mengganggu kamu”.


“Tidak apa-apa mbak, mbak kalau mbak ada masalah dan butuh bantuan saya, saya siap membantu mbak”.


“Iya Dika, makasih” aku langsung menutup panggilan.

__ADS_1


__ADS_2