MY DREAM

MY DREAM
87


__ADS_3

Ternyata Ken sudah mengetahui kejadian yang menimpa aku. Salah satu anak buahnya melakukan video call dengan Ken.


Mawar dan Marsya  langsung berlutut pada aku “maafin tante, tante bukan maksud menghina kamu”.


“Saya juga minta maaf” lanjut Marsya.


“Aku sudah maafin tante sama Marsya kok, boleh berdiri” ucap aku.


“Sekarang tante harus bilang pada semua orang” perintah Mike.


“Untuk semua orang disini, apa yang kalian dengarkan tadi itu hanyalah bohong. Saya terpaksa melakukan semua itu karena saya sangat tidak menyukai nona Laili” kata Mawar.


“Kalian dengar kan, ambil ponsel mereka yang sudah mengambil video kejadian tadi dan hapus. Kalau tidak Eka langsung buat surat tuntutan buat mereka” kata Dave pada semua bodygurth untuk menghapusnya.


Semua orang disana langsung menyerahkan ponselnya dengan terpaksa pada para bodygurth. Setelah selesai di hapus langsung dikembalikan lagi.


“Sini...” Mike minta ponsel yang terhubung dengan Ken pada salah satu bodygurth “bagaimana?” tanya Mike.


“Bagus, bilang sama tante Mawar dan Marsya kalau keberangkatan mereka ke Amerika akan dipercepat. Mereka akan berangkat duluan dari Dea dan Vino” ucap Ken.


“Kalian dengar?” Mike melihat pada Mawar dan Marsya.


“Iya..” jawab mereka sambil menunduk.


“Mana Laili?” tanya Ken.


Mike memberikan ponsel pada aku “iya, kok bisa?” kataku.


“Kamu gak perlu tahu, kamu gak kenapa-napa kan?”.


“Nggak kok, hanya kaget saja. Kok bisa kamu langsung tahu sih?” aku masih penasaran dimana Ken bisa tahu.


“Meskipun aku tidak ada disamping kamu, aku akan tetap menjalankan janji aku sama kamu dan keluarga kamu. Ya sudah, Mike mana?” Ken mencari Mike.


Ponsel kembali pada Mike “iya..”.


“Ingat jangan kecelongan lagi” ucap Ken dengan tegas.


Mike, Dave dan Eka yang mendengar langsung paham maksud perkataan Ken begitu juga dengan raut wajah Ken. Ken menegaskan untuk menjaga Laili dengan hati-hati sebab musuh Ken ada dimana-mana.


“Siap bos..” jawab Mike, Eka dan Dave.


Panggilan langsung mati dan Mike mengembalikan ponsel bodygurth.


“Kalian boleh pergi” Mike mengusir Mawar dan Marsya.


Mawar dan Marsya langsung pergi. Para bodygurth juga langsung keluar dari restoran. Manager dari restoran langsung menemui kita semua bersama pelayan yang menyuruh Mawar dan Marsya tadi masuk.


“Tuan, nona, maafin kita atas kejadian tadi dan kelalaian karyawan kami” ucap manager.


“Lain kali bapak dan mbak harus teliti lagi. Jelas ini restoran private dan hanya orang tertentu bisa masuk. Apapun cara mereka untuk masuk, kalian harus lebih bijak” kata Mike.


“Iya tuan” jawab manager dan pelayan.


“Tuan, untuk kejadian tadi kita memberi tuan dan nona makanan yang mau dimakan free” ucap manger.

__ADS_1


“Eh gak usah..” ucap kita semua.


“Benar pak gak usah, kita akan membayar semuanya dan kerugian yang terjadi disini karena anak buah kita tadi” kata Mike.


“Tapi tuan...” manager merasa segan.


“Tidak apa-apa, ini semua perintah dari tuan Johnson” kata Dave.


“Baiklah tuan, kami permisi” manager dan pelayan langsung pergi.


“Ayo duduk..” ajak aku.


Semua orang langsung duduk “Kamu gak kenapa-napa kan Ly?” Jihan khawatir.


“Gak kok” jawab aku sambil tersenyum “kok bisa kamu disini?” tanya ku.


“Gue baru sampai semalam dan tadi Dave ajak gue ketemu sama lo. Gue ikut dong sebab gue kangen sama sahabat gue ini” Jihan memeluk gue.


“Iya gue juga kangen” ucap aku.


“Ini siapa?” Jihan melihat Maisy.


“Ini bocah bawel adiknya Mike sayang” ucap Dave.


“Kak Dave...” kata Maisy.


Dave menyentuh kepala Maisy “kakak bercanda. Ci, kenalin itu istri kakak sahabatnya Laili” Dave memperkenalakn Jihan.


“Hai kak Jihan, aku Maisy” Maisy mengulurkan tangannya.


Tidak lama makanan sampai “ayo kita makan dulu. Setelah makan kalian bertiga boleh shopping. Yang akan menemani kalian nanti adalah dua orang bodygurth sekalian membawa belanja kalian. Sebab kita bertiga ada yang mau kita bicarakan dulu” kata Mike.


“Oke...” jawab aku dan Maisy.


***


Mike, Dave, dan Eka sedang berada foodcourth. Mereka memilih bicara disana sebab bisa melihat aku, Maisy, dan Jihan sedang shopping.


“Sekarang tolong jelaskan pada gue, kenapa tiba-tiba Ken pergi ke Malaysia dan membawa Danu serta banyak bodygurth. Gue juga lihat bodygurth yang ada di sekeliling Laili, itu bukan bodygurth yang biasanya. Mereka adalah kumpulan mafia kita yang menjaga proyek Ken selama ini, jelaskan?” ucap Dave.


“Oke, akan kita ceritakan satu persatu...” ucap Mike yang langsung menceritakan pada Dave sebenarnya.


“Jadi begitu ceritanya..” kata Eka.


“Iya...” kata Mike.


“Berarti Laili masih dalam bahaya dong, makanya Ken bicara seperti itu tadi” kata Dave.


“Iya, apalagi Thania akan datang. Dia datang pasti membawat Aberto tangan kanan James. Jadi kita harus bisa menggagalkan mereka datang” kata Mike.


“Apa Laili tahu?” tanya Dave.


“Ya gak lah, makanya gue yang harus menemaninya selama Ken pergi. Gue gak tahu nanti jika Ken telat pulang, apa yang mau gue katakan padanya” Mike cemas.


“Ada kita kok, kita harus sama-sama menjaganya” kata Eka.

__ADS_1


“Kalau begitu biar gue standby dulu disini dan gue akan antar Jihan ke perkebunan. Nanti gue akan kembali lagi kesini” ucap Dave.


“Jangan!” ucap Mike.


“Kenapa?”


“Ken tidak mengizinkannya dan Laili pasti akan bertanya-tanya nanti. Makanya Ken tidak memberitahu lo karena itu. Lo harus seperti biasa kembali kesini setiap minggunya tapi lebih sering lagi” saran Mike.


“Benar Dave yang dikatakan Mike. Jangan sampai masalah ini mempengaruhi proses pengobatan Laili” kata Eka.


“Baiklah..” jawab Dave.


***


Vino dan Dea sampai di rumah “mama... Marsya...” Vino memanggil mama dan adiknya.


“Ada apa bang teriak-teriak, mama ada di dapur” ucap Marsya yang jalan menuruni tangga rumahnya.


Vino dan Dea jalan menuju meja makan dan di susul oleh Marsya “ada apa Vin?” ucap mama yang keluar dari dapur.


“Mas... bisa tenang gak” ucap Dea.


“Kamu diam saja De, mereka memang sudah keterlaluan” Vino jadi marah juga sama Dea.


“Ada apa?” tanya Mawar.


“Apa yang sudah mama dan kamu katakan pada Laili ha?” Vino melihat Mawar dan Marsya.


“Gak ada mama bicara apa-apa Vin” Mawar mengelak.


“Jangan berdalih deh ma, Ken sudah bilang sama aku. Mama dan kamu sudah menghina Laili di depan orang banyak. Sehingga mama dan Mawar akan dipercepat keberangkatannya ke Amerika. Mama kenapa sih?” Vino marah.


“Mas...” Dea masih berusaha menenangkan Vino.


“Mama hanya mengatakan yang sebenarnya, apa mama salah?” ucap Mawar.


“Seharusnya mama berfikir sebelum berbicara, apakah menyakiti orang atau tidak. Mama harus ingat jangan karena sifat mama seperti ini Vino juga meninggalkan mama seperti papa” Vino tidak bisa menahannya lagi.


“Abang...” kata Marsya.


“Mas...” kata Dea.


“Kamu juga Sya, entropeksi diri kamu. Abang tahu apa yang kamu lakukan diluar sana. Kalau sampai kamu juga mempermalukan nama keluarga, jangan harap kamu akan abang anggap keluarga juga” Vino langsung pergi.


“Mas...” panggil Dea.


Mawar melihat Marsya yang langsung tertunduk mendengar perkataan Vino.


“Ma, Sya, aku menyusul mas Vino dulu” Dea langsung pergi.


“Ma...” Marsya melihat Mawar.


“Apa maksud perkataan abang kamu Sya? Apa yang dikatakan Maisy di restoran tadi itu benar?” Mawar teringat dengan perkataan Maisy.


“Nggak ma, mana mungkin ma” ucap Marsya.

__ADS_1


“Mama percaya kamu, jangan buat mama kecewa juga” ucap mama.


__ADS_2