
Qasya sedang berada di kamar anaknya, tiba-tiba ada panggilan dari daddynya “iya dad” jawab Qasya.
“Ke ruangan daddy sebentar”.
“Baik dad” Qasya langsung menutup panggilan.
Qasya menitipkan anaknya pada babby sitter, kemudian dia langsung pergi ke ruangan kerjanya. Ketika menuruni tangga dia ketemu dengan William yang baru pulang kerja.
“Mau kemana?” tanya William.
“Ke ruang kerja daddy, tadi daddy suruh kesana” jawab Qasya.
“Kasih dimana?”
“Ada di kamarnya bersama babby sitter. Kalau gitu saya menemui daddy dulu, kamu bersih-bersih saja dulu” Qasya langsung pergi.
Sedangkan William langsung ke kamar mereka untuk bersih-bersih.
Qasya mengetuk ruangan daddynya “masuk..” ucap daddy dari dalam.
Qasya membuka pintu dan masuk. Qasya langsung menghampiri daddynya “ada apa daddy memanggil Qasya?”.
“Duduk dulu” ucap daddy.
Qasya menarik kursi dan duduk di depan daddynya “daddy mau nanya mengenai perkembangan hotel yang akan kita bangun di Paris bersama Ken. Sudah sampai mana?” tanya daddy.
“Semuanya sih berjalan lancar dad, tapi akhir-akhir ini memang kita susah menghubungi Ken. Sebab semua pekerjaannya diserahkan pada Mike asisten pribadinya”.
“Emang Ken kemana?”
“Ken sedang mengurus masalah pribadi dan keluarganya. Makanya kita sekarang kesulitan dalam mengambil keputusan cepat, dad”.
“Coba kamu hubungi Ken untuk mengadakan meeting secepatnya. Kalau bisa dia datang kesini untuk menghadiri meeting bersama para investor beberapa hari lagi” perintah daddynya.
“Iya dad, Qasya usahakan. Apa masih ada yang mau daddy katakan, kalau tidak Qasya keluar. Sebab William baru saja pulang, dad?”.
“Tidak ada, kamu coba saja hubungi dan tanya ada masalah apa sama dia. Kamu boleh keluar” ucap daddy.
“Iya dad..” Qasya langsung keluar dari ruangan daddynya.
***
Qasya masuk dalam kamar “ada apa?” tanya William yang baru siap mandi.
“Daddy nanya mengenai projek kita di Paris bersama Ken” Qasya duduk.
__ADS_1
“Terus apa kata daddy?” William ikut duduk.
“Daddy minta kita hubungi Ken untuk bisa hadir ketika rapat dengan para investor minggu besok” ucap Qasya dengan ragu.
William melihat Qasya sedang membunyikan sesuatu “kenapa? Ada masalah?”.
“Selama ini kan Ken tidak pernah berhubungan langsung dengan kita ketika meeting online. Pasti Mike yang selalu menggantikannya, sebab....” Qasya bingung harus mengatakan pada William.
Qasya sebenarnya tahu kalau Ken sekarang memang sedang fokus dengan pengobatan aku. Selama ini Qasya tidak pernah menceritakan sama William sebab dia takut ketika kejadian di Paris akan terjadi lagi.
“Sebab apa? Kamu jangan coba bohongi aku, ceritakan saja” ucap William sudah tidak sabar.
“Sebab... sebab Laili saat sedang sakit” Qasya langsung mengatakannya.
“Apa? Laili sakit, sakit apaan?” William menatap Qasya.
“Nggak tahu, kamu tanya saja sama Ken. Sebab aku gak berani tanya banyak, selama ini Ken sudah berusaha membantu masalah kita. Kalau kamu ingin tahu kamu bisa tanya padanya, dia kan bos kamu” Qasya langsung pergi sebab apa yang di fikirkan tadi menjadi kenyataan.
William jadi serba salah sebab mendengar aku sakit “sampai kapan aku seperti ini. Maafin aku Sya, bukan maksud aku seperti itu” kata William dalam hati.
Qasya pergi ke kamar anaknya “kamu boleh pergi” ucap Qasya pada babby sitter.
“Baik miss” babby sitter langsung pergi.
Ketika dia jalan keluar ternyata William juga mau masuk. Babby sitter menunduk hormat dan langsung pergi. William langsung menghampiri Qasya yang sedang menidurkan Kasih anaknya.
“Ada apa lagi?” Qasya hanya melihat anaknya.
“Saya mau minta maaf, saya tidak bermaksud untuk menyakiti kamu” William minta maaf.
“Tidak masalah kok, besok kita bahas lagi. Kamu duluan saja ke meja makan untuk makan malam bersama daddy. Saya mau menidurkan Kasih dulu” ucap Qasya tanpa melihat William.
“Baiklah kalau begitu” William langsung pergi.
“Sampai kapan kamu tidak bisa melupakan mantan kamu. Apa salah aku untuk tetap menutup hatiku ini” kata Qasya dalam hatinya sambil meneteskan air mata.
***
Aku, Ken, dan Mike sedang sarapan “Ken, semalam William menghubungi gue. Mereka ingin menanyakan mengenai proyek yang di Paris” ucap Mike.
“Emang ada masalah selama ini?” ucap Ken.
“Tidak ada sih, tapi mereka selalu menanyakan lo. Sebab lo tidak pernah hadir dalam meeting” kata Mike.
“Kenapa tidak hadir?” tanyaku.
__ADS_1
“Sebab dia kan sering menemani lo di sini, Ly. Meeting selalu dilakukan via online ketika di perusahaan. Ketika Ken akan hadir pasti ada saja masalahnya” jawab Mike.
“Oh... maaf ya, karena aku” aku langsung merasa bersalah.
“Bukan gitu Ly, kamu tidak pernah salah kok. Memang waktunya tidak tepat kok, iya kan Mike?” Ken melihat Mike.
“Iya Ly, benar kata Ken” bela Mike.
“Apa kata mereka lagi Mike?” tanya Ken.
“Mereka ingin lo hadir di acara meeting bersama semua investor minggu depan. Mereka mengharapkan lo bisa kesana” ucap Mike.
“Bagaimana ya?” Ken ragu ingin pergi atau tidak.
“Terserah lo saja Ken, lo bisa menghubungi William atau Qasya nanti kalau lo sudah memutuskannya” kata Mike.
“Pergi saja, lagian aku sudah lebih baik kok. Jangan beri mereka alasan lain lagi, nanti bisa saja rekan bisnis kamu tidak percaya lagi sama kamu” kataku.
“Tapi Ly?” Ken masih tidak mau.
“Nggak usah khawatir, disini aku gak sendiri. Kamu kan sudah mempersiapkan semuanya untuk aku. Kamu sudah terlalu sering meninggalkan pekerjaan karena aku. Kamu pergi saja ya” aku memaksa Ken pergi.
“Nanti akan aku beri jawabannya” jawab Ken dan langsung pergi meninggalkan ruang makan.
Aku dan Mike melihat Ken pergi tanpa menghabiskan sarapannya. Mike melihat aku yang merasa bersalah pada Ken.
“Lo gak usah merasa bersalah seperti itu Ly, dia melakukan semua itu karena dia peduli sama lo. Dia tidak ingin kejadian yang sama akan mengambil orang yang paling dia sayangi lagi” ucap Mike.
“Maksud kamu?” aku tidak paham dengan ucapan Mike.
Mike tersenyum “lo gak usah pura-pura tidak tahu Ly. Lo juga sama dengan Ken, sama-sama membohongi perasaan masing-masing. Orang bodoh saja yang tidak tahu sama apa yang kalian berdua rasakan saat ini”.
“Kamu jangan berfikiran terlalu jauh Mike, aku gak mau sakit untuk kesekian kalinya lagi” kataku.
“Sama, Ken juga tidak ingin sakit dan tidak ingin juga menyakiti siapapun. Perasaan lo hanya lo yang tahu begitu juga dengan Ken. Gue hanya berdoa yang terbaik buat kalian berdua” Mike minum.
Mike berdiri “lo mau kemana juga?” tanya aku.
“Gue harus siap-siap kembali ke rumah sebab adik gue baru pulang. Sus... sus...” Mike memanggil perawat.
Tidak lama perawat datang “iya tuan”.
“Temani nona Laili sarapan, setelah itu baru bawa minum obat” perintah Ken.
“Baik tuan” jawab perawat.
__ADS_1
Mike langsung ke kamar mengganti baju sebab dia hanya memakai baju rumahan. Mike akan pulang ke rumahnya sebab perintah dari papanya berapa hari yang lalu.