MY DREAM

MY DREAM
107


__ADS_3

Marsya sudah tahan, sebab James selalu menyentuh area sensitifnya. James memang bisa membuat wanita melemah dan tidak bisa menolaknya. Makanya James disebut sebagai mafia *** oleh teman-temannya.


James sudah mulai membuka satu persatu pakaian yang di pakai oleh Marsya. Sedangkan Marsya sudah tidak bisa menahan nafsunya. Sebab Marsya sudah terbiasa langsung dilakukan oleh James sama dia.


Setelah Marsya sudah tidak memakai apa-apa lagi. Langsung dia membuka bajunya, tapi dia tidak lupa memakai pengaman. Dia belum juga mau membuat Marsya hamil, meskipun dia tahu kalau Masrya tidak pernah minum obat penunda hamil.


“James.. cepat dong” Marsya masih di tutup matanya.


“Sabar sayang” James mulai membuka tutup mata Marsya.


Setelah tutup mata Marsya kebuka James langsung mencium Marsya sampai di puas. Sedangkan Marsya terbuai dengan ciuman yang dimainkan oleh James. James sambil membawa Marsya pada satu-satu alat yang ada disana.


James menghentikan ciumannya dan Marsya langsung membuka matanya. Dia terkejut melihat peralatan yang ada di dalam ruangan itu.


“Apa ini James?” tanyanya.


“Inilah permainan yang saya masuk. Apa kamu sudah siap?” James kembali meyakinkannya.


Marsya tidak langsung menjawabnya sebab dia sebenarnya sedikit takut melihat semua peralatan. Ketika dia masih belum menjawab, James selalu menyentuh area sensitif Marsya. Sehingga dia tidak bisa mengendalikan nafsunya dan langsung mengangguk iya.


“Baik sayang, kamu harus ikuti perintah saya” ucap James.


“Iya sayang, ayo mulai” ucap Marsya.


James langsung mulai dari peralatan yang mudah dulu. Kemudian langsung ke peralatan yang sangat sulit, lalu yang mudah lagi, terus ke yang sulit lagi. Marsya sudah semakin lelah dan tidak kuat tapi dia harus menyeleaikan semua alat didalam sana.


“Maafin saya Sya, saya sebenarnya tidak mau melakukan ini sama kamu. Sebab saya memang tidak bisa mencari wanita lain meskipun hati saya tidak bisa untuk kamu. Tapi saya melakukan ini membuktikannya pada semua teman-teman saya disini”gumam James dalam hati sambil melakukan permainan.


Sampai dengan permainan terakhir, permainan yang paling menyakitkan dan menyeramkan. Setelah dia bisa melalui permainan yang terakhir ini berarti dia berhasil.


“Yang terakhir sayang, kamu masih kuat?” tanya James.


“Ayo James cepat, aku sudah tidak tahan. Kenapa setiap saya mau sampai puncak kamu terus menghentkan permainannya. Ayo James, saya sudah tidak tahan..” ucap Marsya.


“Ini terakhir sayang, sabar ya” James memasang alat di tubuh Marsya.


“Kamu jahat James, cepat....” teriak Marsya.


“Kamu memang lebih kuat dari Thania, Sya. Thania tidak sampai melalui ke tahap terakhir ini”kata hati James.


Tidak lama James memulainya dan mereka sama-sama menikmatinya. Sampai pada puncaknya, mereka sama-sama teriak “aku sayang kamu...”. Marsya langsung pinsan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


“Sya... Sya...” James sedikit khawatir melihat Marya pinsan.


James langsung memakain pakainnya, kemudian dia membalut tubuh Marsya dengan selimut yang ada di ruangan itu. James membawa Marsya keluar ruangan itu dan ketemu dengan Cio di depan markas.


“Kamu mau kemana?” tanya Cio.


“Sekarang kamu percaya kan?” James menatap Cio.


“Iya..” jawab Cio.


“Buka pintu” perintah James sama anak buahnya.


Anak buah langsung membuka pintu mobil dan James memasukan Marsya yang pinsan didalam mobil.


“James, kamu mau kemana?” teriak Cio.


“Ke kota, ketemu di kantor besok” ucap James dan langsung masuk mobil lalu menyetir mobil sendiri.


James membawa Marsya ke mansionnya, sebab tidak mungkin dia membawanya ke hotel ataupun ke apartemannya. Sebab Marsya pinsan dan sedang tidak memakai apa-apa.


***


Acara doa syukuran akan segera berlangsung. Aku dan Ken sudah hadir di yayasan, begitu juga dengan teman-teman Ken juga sudah datang. Semua orang sudah duduk di tempat acara yang sudah disiapkan.


Setelah Ken memberi sambutan, langsung ke acara tausiyah dari utadz. Selesai tausiyah dan baca doa dari utadz, semua tamu langsung di suruh makan. Sedangkan aku dan Ken membagikan amplop dan paper bag yang dibantu oleh Mike sama Galu. Sebab tidak akan bisa kalau aku dan Ken saja yang membagikannya.


Setelah selesai kita langsung gabung dengan semua orang. Banyak teman-teman Ken yang datang dan memberikan selamat pada aku. Tidak hanya itu, mereka juga mendoakan aku dan Ken cepat untuk menikah.


Papa dan mama Mike terlambat datang sebab mereka baru sampai. Mereka langsung menghampiri aku dan Ken yang sedang makan.


“Bos...” ucap Mike.


Kita melihat pada Mike dan melihat orang tuanya langsung berdiri dan salaman. Begitu juga dengan Eka dan Beni yang juga ada satu meja dengan kita.


“Selamat ya Ly kamu sudah sehat” ucap papa Mike.


“Selamat Ly, semoga semakin sehat selalu ya” kata mama Mike.


“Terimakasih paman, tante. Sudah susah-susah datang dari bandara langsung kesini” jawab aku.


“Iya, kenapa gak pulang dulu sih paman, ma. Kan bisa besok datang ke rumah menemui kita” ucap Ken.

__ADS_1


“Tidak apa-apa Ken. Lagian mama mau ketemu sama calon kamu, selama ini hanya dengar cerita dari paman, Mike, dan Maisy saja” kata paman.


“Iya Ly, ini baru pertama kali kita ketemu kan. Kenalkan nama mama, Kesy. Jangan panggil tante, panggil mama saja sama dengan Ken. Sebab hanya mama yang jadi pengganti orang tua buat dia” kata mama Mike.


“Iya ma, salam kenal” aku langsung memeluk mama Mike.


“Silakan duduk paman, ma” ucap Ken. Kita semua langsung duduk di tempat yang sudah disediakan.


Lalu datang Galu “malam pa, ma” salaman dengan orang tua Mike.


“Malam Galu, kamu disini juga” kata papa Mike.


“Iya pa” Galu tersenyum.


“Mama dengar kamu sudah lama kembali, kenapa gak datang ke rumah?” tanya mama Mike.


“Dia gak mau ma” ucap Mike.


Galu memukul pelan Mike “gak kok ma. Waktu sampai langsung ke kampung nona Laili ma. Terus sampai Jakarta langsung pulang ke rumah di kampung juga. Balik Jakarta lagi mama sama papa sudah berangkat mengantar Maisy”.


“Iya tidak apa-apa kok. Maisy juga sudah cerita sama papa dan mama” kata papa.


“Iya, gak usah fikirkan apa kata Mike. Kapan mama sama papa datang ke rumah?” tanya mama langsung.


Galu langsung tersenyum “kode tuh?” ledek Beni.


“Sepertinya akan duluan mereka daripada kita” Ken melihat aku.


“Nggak lah bos, pasti kita duluan pak bos dan bu bos kita. Iya kan?” Galu melihat Mike.


“Tahu tuh, kalau dia gak juga tahun ini kita saja duluan. Kita gak perlu tunangan-tunangan, kita langsung nikah” ucap Mike.


“Bisa saja lo. Galu, tuh sudah kode dari Mike. Lihat kan, siapa yang gak sabaran disini” ledek Ken.


“Gak boleh gitu Mike, kalau kita sebagai perempuan pasti kita ingin melalui setiap tahapnya. Menikah hanya sekali seumur hidup, pasti semua orang ingin yang spesial. Iya kan Ly, Galu?” kata mama Mike.


“Benar ma” jawab aku dan Galu.


“Dengar kalian semua, jangan senangnya saja yang tahu. Susah memperjuangkannya kalian harus rasakan. Makanya kalau sudah kalian dapatkan pertahankan jangan lepaskan” sambung papa Mike.


“Iya pa..” Mike.

__ADS_1


“Iya paman” jawab Ken, Beni, dan Eka.


__ADS_2