MY DREAM

MY DREAM
137


__ADS_3

Ternyata Cici sudah lebih baik dari sebelumnya.Sebab selama seminggu ini yang merawatnya adalah bunda Risa. Bunda Risa tidak mau pulang, sebab Eka pasti akan datang menemuinya.


Cici sedang berjemur di taman depan mansion, datang Resi “hai Ci”.


“Hai Si, kenapa kamu lama sekali disini. Kamu gak kuliah?” tanya Cici.


“Aku menemani kamu, disuruh sama mbak Laili. Mbak Laili kan lagi honeymoon sama mas Ken”.


“Oh iya, sudah berapa lama kita disini?”.


“Sudah satu bulan lebih, tapi aku senang. Akhirnya kamu mengenali aku juga” Resi memeluk Cici.


“Kamu tahu kenapa aku bisa sampai disini?”.


“Kamu gak ingat ketika akad nikah mbak Laili dan mas Ken di perkebunan” Resi berusaha mengingatkannya.


Cici sudah mulai ingat “oh iya. Bagaimana dengan Denis dan Putri?”.


“Denis diberi hukuman mas Ken di KJ Bodygurth. Kalau Putri, aku tidak tahu dimana. Sebab dia memang dijauhkan dari kamu. Hanya mas Ken dan sahabat-sahabatnya yang tahu”.


“Oh,,,”.


“Ci, aku mau tanya sesuatu”.


“Apa?”.


Resi mengeluarkan ponselnya “kamu benar-benar gak ingat sama orang ini?” Resi melihatkan foto Eka.


Cici menggeleng “nggak”.


“Yakin?” Resi tetap tidak percaya.


“Iya, emang ada apa dengan orang itu. Aku hanya lihat foto orang itu bersama mas Ken di dalam rumah” kata Cici.


“Nggak apa-apa, kita masuk yuk. Pasti bunda Risa dan oma sudah menunggu kita untuk sarapan” Resi kembali memasukan ponselnya dalam saku celana.


“Ayo..” mereka langsung masuk.


***


Eka sudah beberapa hari tidak keluar dari aparteman. Tidak tahu keadaannya bagaimana disana. Bunda Risa sedang mengambil makanan, lalu tiba-tiba gelas disebalah tangannya jatuh dan langsung pecah.


“Bunda...” teriak Cici, Resi, dan Galu.


“Bunda kok bisa jatuh?” tanya Mike.


“Nggak tahu, dari tadi pagi perasaan bunda sudah tidak enak” bunda langsung duduk mau membereskan pecahan gelas.


“Risa jangan, ada pembantu yang akan membersihkannya” oma melarang bunda Risa.


“Benar bunda, bunda duduk saja. Bik, tolong bersihkan ya” Mike menyuruh pembantu.


“Mike, apa kamu sudah ketemu dengan Eka setelah kejadian waktu itu?” tanya bunda.


“Belum bunda, kenapa?” ucap Mike.

__ADS_1


“Bunda khawatir saja sama Eka, ayo kita sarapan” bunda langsung mengambil makanan lagi.


“Bunda, emang Eka itu siapa?” tanya Cici.


“Anak bunda sayang, kapan-kapan kita ketemu. Ayo makan sarapannya” ucap Risa pada Cici.


Setelah sarapan Risa menemui Mike dan Galu yang mau berangkat ke perusahaan “Mike, Galu, tunggu...”.


“Ada apa bunda?” tanya Galu.


“Mike, bisa lihat Eka ke apartemannya atau ke rumah bunda. Sebab dari semalam bunda mengkhawatirkan dia”.


“Iya bunda, nanti setelah mengantar Galu, Mike langsung kesana” ucap Mike.


“Makasih ya nak”.


“Sama-sama bunda”.


Mike dan Galu bersalaman dengan Risa. Kemudian dia langsung masuk mobil dan jalan ke perusahan Johnson Group.


“Kamu bisa mengurus semua kerjaan hari ini?” tanya Mike pada Galu.


“Bisa, kamu mau melihat Eka?”.


“Iya, mungkin bunda ada firasat buruk sama Eka. Nanti kalau ada masalah kabarin saja” kata Mike.


“Oke” Galu langsung turun mobil.


Mike menghubungi Dave “lo dimana?” tanya Mike setelah Dave mengangkatnya.


“Baguslah, lo bisa ke aparteman Eka sekarang. Tadi bunda suruh gue kesana, bunda khawatir dari semalam sama Eka. Gue dari Johnson Group sekarang, mau kasana juga. Gue sudah mencoba menghubungi Eka tapi


ponselnya gak di angkatnya”.


“Baiklah, gue langsung kesana” Dave menutup panggilannya.


Dave langsung membawa dua orang anak buahnya kesana. Kalau ada apa-apa biar mereka bisa membantu. KJ Bodygurth cukup dekat dengan aparteman Eka dari pada Johnson Group. Makanya Mike minta tolong sama Dave, lagian Dave juga tinggal disana.


Dave sampai disana langsung menemui resepsionis “permisi mas”.


“Eh pak Dave, sudah lama gak datang” ucap resepsionis.


“Iya, jihan lagi hamil makanya gak pernah datang. Kita tinggal di rumah orang tuanya. Mas apa Eka ada di atas?” tanya Dave.


“Sepertinya ada pak. Sudah berapa hari saya tidak lihat dia keluar kamar. Selalu pesan makanan online pak” jawab resepsionis.


“Oh gitu, saya boleh ke atas?”.


“Boleh kok pak, kalau butuh bantuan telvon saja”.


“Makasih ya. Ayo...” Dave mengajak anak buahnya naik.


Dave sudah sampai di depan kamar Eka, Dave berusaha memencet bel. Tapi tidak juga di bukakan pintunya, kemudian dia mengetuk pintu, tidak ada juga responnya.


Dave langsung menghubungi resepsionis tadi untuk membawakan kunci cadangan ke atas. Tidak lama dia datang bersama Mike yang juga baru datang.

__ADS_1


“Mana mas?” pinta Dave.


“Ini pak” resepsionis memberikannya.


Dave langsung membukanya, mereka langsung masuk. Ruangan disana sangat gelap, lalu anak buah Dave mencari kontak lampu dan menghidupkannya.


Ternyata ruangan sangat berantakan, botol minuman keras berserakan dimana-mana. Baju dan sampah sisa makanan berserakan di seluruh ruangan. Semua orang mencari keberadaan Eka. Eka tergelatak di depan kaca balkon aparteman.


“Eka...” Dave yang melihat Eka pertama kali.


Semua orang langsung menghampiri Eka dan membangunkannya. Tapi tidak ada respon dari Eka, ternyata Eka pinsan. Mereka langsung mengangkat Eka untuk dibawa ke rumah sakit.


Setelah Eka sudah berada didalam mobil Mike, Dave menghampiri security dan resepsionis dari aparteman.


“Pak, mas, tolong rahasiakan masalah ini dari siapapun maupun polisi” ucap Dave.


“Baik pak” jawab security dan resepsionis.


“Terimakasih” lalu Dave menghampiri anak buahnya “kalian tetap disini. Bersihkan aparteman Eka, lalu jaga aparteman sebelum ada perintah selanjutnya dari saya”.


“Siap bos” jawab anak buah.


Dave dan Mike langsung masuk mobil Mike, mereka langsung menuju ke rumah sakit Anugrah. Sebab rumah sakit itu adalah punya Ken, jadi mereka akan lebih dipemudah dalam pengurusannya.


Mike keluar duluan dan memanggil perawat untuk membawa bankar. Tidak lama perawat dan dokter datang membnatu. Beni dan Anggika yang sedang diskusi juga langsung datang. Sebab ada seorang perawat yang mengatakan padanya kalau Mike dan Dave datang membawa Eka.


“Ada apa Mike?” tanya Beni.


“Nggak tahu, sepertinya Eka banyak minum. Dia kan tidak pernah kuat kalau minuman keras” jawab Mike.


Mereka semua langsung ikut ke ruang IGD “gue harus beritahu bunda, sebab bunda khawatir dari tadi pagi” ucap Mike ketika mereka sedang menunggu di depan IGD.


“Lo yakin Mike, apa bunda tidak akan khawatir nantinya?” ucap Anggika.


“Lebih baik gue yang bilang daripada dia tahu sama orang lain” Mike mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Resi.


Resi yang baru selesai telvonan dengan Mike. Dia langsung bilang sama Risa yang sedang duduk bersama Cici di taman. Setelah tahu mereka bertiga langsung mencari sopir untuk mengantar mereka. Sesuai dengan perintah Mike pada Resi sebelumnya.


Mike selesai telvonan “apa Cici tidak apa-apa dengan ini?” tanya Beni.


“Gue rasa tidak apa-apa, dia juga tidak mengingat siapa Mike” kata Dave.


Tidak lama dokter keluar setelah memperiksa Eka “bagaimana dok?” tanya Mike.


“Dia pinsan sebab tidak kuat minum minuman keras. Ditambah dia minum dengan perut kosong, itu yang membuatnya pinsan. Untung kalian cepat membawanya kesini, kalau tidak kita tidak akan tahu apa yang terjadi sama tuan Eka” penjelasan dokter.


“Bagaimana dengan keadaannya dok?” lanjut Beni.


“Dia masih belum sadar, makanya dia akan dibawa ke ruang rawatan dulu. Jika dalam berapa jam dia tidak sadar kita akan melakukan pengobatan selanjutnya” kata dokter.


Eka keluar dari IGD dengan di dorong perawat.


“Terimakasih ya dok” ucap Beni.


Mereka semua langsung mengikuti bankar Eka menuju ke ruang rawatan. Setelah perawat sudah memperiksa semua keadaan Eka, mereka keluar. Tinggal Mike, Dave, Beni dam Anggika di dalam ruang rawat.

__ADS_1


__ADS_2