
Semua orang sudah datang di perusahaan Ken, hanya Eka yang belum datang. Satu jam kemudian Eka datang dan semua pembicaraan sudah selesai.
“Maaf ya gue telat” Eka duduk.
“Sudah selesai, untuk apa lagi lo datang” Beni langsung kesal.
“Ya sudah kalau gitu, gue pergi” Eka kembali berdiri.
“Ka, duduk. Kita mau tanya sama lo” ucap Mike.
“Apa lagi sih Mike, kan sudah selesai” Eka melihat Mike.
“Bukan gue yang mau nanya tapi bos” Mike melihat Eka.
Dave langsung melakukan panggilan video call dengan Ken. Ken dan aku masih berada di LA, kita sedang siap-siap akan pergi umroh.
“Eka sudah datanga?” tanya Ken.
“Sudah bos, ini dia” Dave mengalihkan latop pada Eka.
“Lo dari mana saja Ka, kenapa setiap kita ada meeting lo selalu telat. Apa yang lo lakukan di luar sana. Gue pun sudah tanya sama atasan lo, kata dia lo sudah lama tidak mengambil persidangan. Tapi lo selalu beri kita alasan ada persidangan. Lo mau jujur atau gue sendiri yang menyelidikinya” ucap Ken.
“Gue minta maaf, gue ada masalah pribadi sama bunda” Eka bohong.
“Masalah sama bunda karena Cici, bukannya tugas lo untuk membantu penyembuhan Cici. Tapi mana usaha lo untuk membantu, terus bunda ingin membantu kenapa kamu marah. Apa yang lo inginkan sebenarnya?”.
“Gue ingin bebas” jawab Eka.
“Bebas! Bukannya diantara kita lo yang paling bebas. Lo minta bebas seperti apa lagi, atau lo ingin keluar jadi pengacara gue dan perusahaan” Ken langsung to the point.
Semua orang langsung kaget mendengar pernyataan Ken “bukan gitu Ken” ucap Eka.
“Lalu apa? Sudah lah Ka, capek gue berdebat sama lo. Masalah itu saja, Mike temui atasan Eka bilang Eka bukan lagi pengacara gue dan perusahaan” Ken langsung menutup panggilannya.
“Ken... Ken...” panggil semua orang.
“Bagaimana ini, Mike?” tanya Dave.
__ADS_1
“Gue gak tahu, Ka?” Mike melihat Eka.
Eka hanya menunduk, dia tidak percaya Ken akan melakukan semua itu. Kalau benar-benar Ken melakukan semua itu, berarti karir dia sudah di ambang kehancuran.
“Kalay gue setuju dengan Ken. Sudah sepantasnya Eka mendapatkan itu, sudah lalai dalam bekerja. Dia juga membuat Ken kecewa” ucap Beni.
“Maksud lo” tanya Dave.
“Siapa sih yang gak sakit hati dan kecewa, keluarga istrinya sedang sakit. Hanya ada satu yang bisa buat dia sembuh yaitu sahabatnya, tapi sahabatnya sendiri yang gak mau bantu. Ken juga tidak mau di anggap jelek oleh keluarga Laili. Apakah tidak pantas Eka mendapatkan itu. Kalian juga tahu kan yang membuat kita seperti sekarang ini siapa. Setidaknya balas budi sedikit bisa juga kalik” kata Beni.
Sebenarnya ada benarnya juga apa yang dikatakan Beni. Semua orang langsung diam mendengarnya.
“Mike, jalankan saja perintah Ken” Eka langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
“Ka...” panggil Mike dan Dave tapi Eka langsung pergi.
***
Setelah rencana pertama dan kedua berhasil, sekarang mereka akan lanjut rencana ketiga. Hari ini Galu datang ke perusahaan sebab dia sedang mempersiapkan rencana selanjutnya dengan Mike.
Wulan menemui Eka yang melamun di tepi balkon “sayang, kok hari ini gak kerja?” tanya Wulan.
“Lagi malas kerja saja” Eka melihat Wulan sudah rapi “lo mau kemana?”.
“Aku ada kerjaan di luar kota, gak apa-apa kan kamu sendiri disini” kata Wulan.
“Iya gak apa-apa, gue juga mau pulang menemui bunda” Eka membiarkan Wulan pergi.
“Kalau gitu aku pamit” Wulan mencium Eka dan langsung pergi dengan membawa koper.
Wulan langsung menemui sopir Candra yang datang menjemputnya di lobi aparteman. Wulan langsung berangkat, ternyata didalam mobil sudah ada Candra.
“Sayang, kok disini?” ucap Wulan.
“Kita berangkat bareng, aku kangen sama kamu dan anak kita” Candra memeluk Wulan dan menciumnya.
“Istri kamu?” tanya Wulan setelah ciuman sambil menggandeng lengan Candra.
__ADS_1
“Dia sudah berangkat ke luar negeri menemui anaknya” jawab Candra sambil memegang perut Wulan.
“Anak kita bagaimana?” lanjut Candra.
“Dia baik-baik saja, sepertinya dia sudah kangen ingin dikunjungi papanya. Sudah lama tidak dikunjungi” rengek Wulan.
“Yang sabar ya sayang, sampai hotel papa tengok” Candra mencium perut Wulan.
Sopir Candra adalah anak buahnya, jadi dia sudah terbiasa melihat bosnya seperti itu. Jadi terserah mereka di belakang mau melakukan apapun. Lagian Candra sudah buat penghalang agar soirnya tidak melihat apa yang mereka lakukan.
Candra dan Wulan sudah sampai di hotel. Mereka langsung menuju kamar mereka. Mereka selalu mengambil kamar hotel bersama, sebab Wulan tidak mau berpisah. Sebenarnya Wulan adalah istri kedua Candra makanya mereka bisa mudah tinggal bersama.
Candra menikahi Wulan karena ingin punya anak. Mereka memang sudah lama bersama tapi Wulan hanya pelampiasan nafsunya saja. Sebab istrinya adalah seorang janda kaya raya yang sudah punya anak dan tidak mau ditiduri oleh Candra.
Istrinya lebih tua darinya, dia kehilangan suaminya disaat dia mengandung anak keduanya. Karena anaknya selalu menanyai ayahnya makanya keluarganya menjodohkannya dengan Candra. Candra adalah asisten suaminya dulu, karena tidak ingin perusahaan bangkrut makanya dia menikahi Candra.
Istrinya hanya sibuk dengan mengurus anak-anaknya dan bisnisnya sendiri. Candra selalu kesepian makanya dia ketemu dengan Wulan di club malam langsung tertarik dengan body Wulan yang sangat seksi dan menggodanya.
Meskipun Candra lebih tua dari Wulan 10 tahun tapi penampilan Candra sangat membuat wanita tertarik. Candra pintar memperlakukan wanita, makaya Wulan tidak bisa lepas dari Candra.
Candra akan melepaskan istrinya ketika dia sudah mendapatkan haknya dari istrinya. Sebab mereka terjebak perjanjian sampai anak-anak istrinya selesai kuliah. Makanya mereka akan berpisah tapi Candra tidak boleh ikut campur dengan apa yang dilakukan istrinya begitupun sebaliknya.
Wulan dan Candra sudah sampai di hotel, ternyata hotel yang mereka tempati adalah hotel milik Ken. Acara juga akan diadakan di hotel tersebut. Setiap acara perusahaan Candra tidak pernah membawa istrinya pasti Wulan yang dibawanya.
Sebelum acara dimulai Candra dan Wulan menjenguk anaknya didalam kamar hotel. Mereka langsung melepas kangen didalam kamar hotel. Ternyata kamar hotel itu sudah dipasang alat penyadap dan kamera tersembunyi oleh Mike dan anak buahnya.
“Sayang, sampai aku akan melakukan pernikahan bohongan dengan Eka. Tahu gak sayang dia tidak pernah menyentuh aku semenjak kita menikah. Terus dia selalu bilang kasihan dengan anak” ucap Wulan.
“Bagus dong sayang, jadi hanya aku yang boleh menyentuh kamu dan menjenguk anak kita. Apa waktu malam kamu menjebak dia, dia benar menyentuh kamu?” Candra melihat Wulan.
“Nggak dong sayang, dia gak seperti kamu pintar diranjang dan dia terlalu lemah. Dikasih obat perangsang sedikit saja langsung tidak tahan, dia langsung pinsan sayang” cerita Wulan.
“Dia memang bodoh, mau saja jadi kambing hitam dengan kehamilan kamu. Sebenarnya udah berapa usia kehamilan kamu ini” Candra memegang perut Wulan yang sudah kelihatan buncitnya.
“Sudah masuk dua bulan sayang, kapan-kapan sama kamu ya kita kontrolnya. Sebab dia juga tidak pernah mau masuk, hanya sekali waktu itu ingn membuktikan kalau benar aku hamil saja”.
“Iya sayang. Besok kita ke rumah sakit di kota ini” Candra memulai kembali aktivitsanya.
__ADS_1