
Setelah acara seleai, aku dan Ken jalan ke kamar hotel. Tiba-tiba datang Mike menghampiri kita yang sedang menunggu lift.
“Bos...” ucap Mike.
“Ya kenapa, Mike?” tanya Ken.
“William ingin bicara sama kalian mengenai Denis”.
Aku melihat Ken “kok dia bisa tahu?”.
“Aku yang bilang mbak, sebab kasihan Denis. Setidaknya keluarganya tahu keadaannya sekarang” kata Resi yang sedang membantu aku memegang gaun aku.
“Begini saja, bawa dia ke ruangan aku” ucap Ken.
“Baiklah” ucap Mike.
Aku, Ken, Resi, dan Galu masuk lift setelah lift terbuka. Kita semua jalan menuju kamar kita yang sudah dipersiapkan.
Sampai di kamar “sayang, kamu disini saja ya. Biar aku saja yang jelaskan sama William. Galu sama Resi yang akan membantu kamu membuka gaun” kata Ken.
“Baiklah Bi” ucap aku.
Ken membuka baju atasannya saja, dia hanya memakai baju kaos dan celana resepsi tadi. Kemudian Ken pamit pada aku dan langsung menemui Mike dan William.
Di luar ruangannya ada Dave, Beni, dan Eka. Sedangkan Jihan istirahat dikamarnya, sebab dia sering pusing dan mual karena hamil pertama.
“Kalian ngapain disini?” tanya Ken sebelum masuk.
“Mau mendampingi kamu” jawab Dave.
“Bukan gue yang harus lo dampingi, sana istri lo yang harus lo temani” kata Ken.
Mike membuka pintu “kenapa kalian ribut-ribut disini?”.
“Tahu tuh” Ken masuk.
“Kalian gak masuk juga?” tanya Mike.
“Nggak lah, nanti kita dibilang mau keroyok William lagi” kata Beni.
“Benar juga, gue masuk ya” Mike ikut masuk.
Ken sudah duduk di depan William “ada apa?” tanya Ken.
“Sebenarnya bagaimana ceritanya Denis bisa sama bos?” tanya William.
“Sebab dia sudah berencana dengan Putri untuk menghancurkan usaha istri gue. Ya mana bisa seperti itu, apapun alasannya dia tidak seharusnya membalas kesalahan orang yang juga punya salah” kata Ken.
“Maksud bos apa?” tanya William.
“Ya karena lo lah, karena siapa lagi” Ken menatap William.
“Tidak mungkin bos” William tidak percaya.
__ADS_1
“Kalau lo gak percaya ya terserah lo saja, buktinya memang seperti itu. Adik lo itu tidak tahu terimakasih, sudah gue tanggung kehidupan keluarga lo dan beri mereka pekerjaan tapi masih ingin menikung gue” Ken kesal.
“Boleh saya ketemu dengannya, bos?” tanya William.
“Pergi saja, Mike antar dia ketemu adiknya” ucap Ken.
“Baik bos” jawab Mike.
Ken langsung keluar dari ruangannya, di luar masih ada Dave, Eka, dan Beni.
“Kalian masih disini?” tanya Ken.
“Iya..” jawab mereka.
“Ka gue mau ngomong sama lo” ucap Ken.
“Oke..” Eka mengikuti Ken.
Ken dan Eka jalan menjauh dari mereka. Mike dan William keluar dari ruangan Ken. Mereka langsung pergi ke kantor KJ Bodygurth tempat Denis di sekap.
“Kenapa?” tanya Eka.
“Lo ada masalah apa sebenarnya, seminggu ini lo gak datang melihat Cici. Tapi lo janji akan membantu penyembuhannya” Ken.
“Gue banyak kerjaan, Ken”.
“Alah, alasan lo saja. Gue tahu lo sudah tahu mengenai Cici dan lo takut kan akan jatuh cinta sama Cici. Sudahlah Ka, kalau lo gak mau membantu dari awal saja katakan sama orang tuanya. Ini gak setiap hari dia menyebut nama lo tapi lo tidak pernah datang” Ken sebal.
“Bukan gitu Ken” Eka berusaha menjalaskan.
“Ken...” panggil Eka.
Ken melewati Beni dan Dave, dia kembali ke kamarnya dan Laili. Ken langsung masuk lift setelah lift terbuka.
Beni dan Dave juga heran pada mereka. Apa yang terjadi sehingga Ken marah gitu sama Eka.
Eka menghampiri Beni dan Dave “ada apa?” tanya Dave.
“Ken marah sama gue karena gue sudah seminggu tidak datang ke mansion membantu penyembuhan Cici” cerita Eka.
“Emang patut dia marah sama lo, kan lo sudah janji sama keluarga Cici” ucap Beni.
“Iya Ka, kasihan Cici tahu. Setiap hari kami datang kesana dan melihat tidak ada perubahan yang siknifikan. Dia selalu nyebut nama lo tahu, gue juga penasaran kenapa lo berubah gitu” ucap Dave.
“Kenapa lagi, ya karena Wulan lah” sindir Beni.
“Beneran Ka?” Dave bertanya.
Eka diam “Wulan kembali Ben?” Dave melihat Beni.
“Iya sudah dua minggu di rumah, setahu gue lo bukan sibuk kerja tapi lo sibuk ingin memperbaiki hubungan dengan Wulan” kata Beni.
Eka kaget dimana Beni tahu semuanya “dimana lo tahu?”.
__ADS_1
“Dari bunda, berapa hari yang lalu gue dan Mike datang ke rumah lo menemui bunda. Lo sibuk dengan Wulan bukan sibuk kerja, bunda sudah melarang kamu tapi kamu marah sama bunda” kata Beni.
“Beneran lo seperti itu Ka?” tanya Dave.
“Nggak kok Dave, Beni pasti bohong. Mana ada gue seperti itu” Eka ngeles.
“Gue gak bohong Ka, kalau lo gak percaya Dave tanya sama Mike. Kita lihat dengan mata kepala kita sendiri. Ketika kita sampai kita meliha lo marah-marah sama bunda dan langsung pergi” Beni menjelaskan lagi.
Ternyata memang benar yang dikatakan Beni. Waktu itu mereka datang dan melihat Eka sedang marah sama bundanya di depan rumah. Karena bunda melarangnya pergi menemui Wulan. Tapi Eka tetap pergi dengan Wulan yang ada di dalam mobilnya.
“Pantasan Ken semarah gitu sama lo, Ka. Selama ini hanya sama lo Ken tidak pernah marah. Sekarang lo sudah buat Ken kecewa Ka, tidak hanya Ken tapi semua sahabat lo. Lo masih saja mempertahankan orang yang kasar sama bunda lo. Gue pesan jangan sampai lo nyesal saja nanti, Ka” ucap Dave yang ikut kecewa.
“Gue juga bukan orang baik, tapi dari pada Wulan yang sudah kita tahu latar belakangnya dari lama mending lo sama Cici” ucap Beni.
“Terus kenapa gak lo saja yang menyembuhkannya?” Eka menatap Beni.
“Gak perlu lo suruh, gue selalu kesana sama dokter membantu penyembuhannya. Tapi sayang bukan gue yang dibutuhkannya tapi lo. Lo sama saja dengan Ken dulu” Beni kesal.
“Sudahlah, ngapain kita membahas ini. Biarkan saja dia ingin melakukan apa” ucap Dave.
Beni dan Dave langsung pergi masuk ke kamar masing-masing. Eka juga mengikutinya tapi tiba-tiba ponselnya berdering, dia mendapatkan pesan.
Setelah membaca pesan yang di dapatkannya, dia langsung pergi. Dave dan Beni melihat ke belakang tapi Eka sedang mencoba menghubungi seseorang dan menunggu lift turun kebuka.
“Kemana dia?” tanya Dave.
Beni melihat lift yang dimasuki Eka, ternyata menuju lantai satu bukan menuju lantai kamar mereka.
“Ke lantai satu, biarkan saja. Kita sudah coba menasehatinya tapi tidak didengarkannya. Kita lihat saja apa yang terjadi nantinya” ucap Beni.
Lalu mereka masuk kedalam lift setelah terbuka.
“Ben, beneran kan yang lo bilang tadi?” tanya Dave didalam lift.
“Beneran lah Dave, gue berani sumpah. Kalau lo tidak percaya tanya sama Mike dan bunda”.
“Ngapain kalian kesana?”.
“Ken minta bunda untuk membantu Cici. Berikan dia pelajaran agama selama Ken dan Laili pergi honeymoon. Lo tahu kan bunda sering pergi tausiyah, jadi agar hati dan pemikiran Cici lebih tenang Ken ingin bunda membantunya. Dokter juga setuju dengan saran Ken, makanya gue datang kesana bersama Mike”.
“Bukan rencana Ken ingin menjodohkan mereka kan?”.
“Bukanlah, Ken bodoh amat dengan Eka. Tapi gue kasihan sama bunda, bunda memohon sama kita untuk bilangin Eka. Lo lihat kan, bunda saja gak di dengarin apalagi kita” kata Beni.
“Begitulah. Gue ada rencana” ucap Dave.
“Apa?”.
“Gue akan suruh Danu menyelidiki Wulan lagi dan apa maksudnya mendekati Eka”.
“Gue sudah pernah memberi saran gitu sama Ken dan Mike. Tapi Ken langsung melaranganya, sebab kita sudah sekali membantunya. Tapi Eka masih belum sadar, sekarang terserah padanya”.
“Gue akan tetap menyuruh Danu, gue gak mau sahabat gue salah pilih orang. Lo diam saja, biarkan kita berdua saja yang tahu”.
__ADS_1
“Terserah lo” ucap Beni.