MY DREAM

MY DREAM
113


__ADS_3

Tejo setelah bicara dengan Jihan di telvon langsung khawatir sebab dia yang bertanggung jawab atas tamu di tempat wisata.


“Kenapa mas?” tanya Ken.


“Sepertinya ada masalah di tempat wisata, Ken”.


“Masalah?” Ken kaget.


“Masalah apa, mas?” tanya Dave yang juga kaget sebab dia juga yang bertanggung jawab.


“Bukannya tempat wisata sudah ditutup dari berapa hari yang lalu?” tanya Mike.


“Iya. Ini masalahnya tadi keluarga Laili kan sebagian nginap disana. Jadi Cici adik sepupu Laili melihat Denis keluar dari penginapan tempat wisata bersama seorang perempuan secara sembunyi-sembunyi dan penampilan mereka berantakan” cerita Tejo.


“Denis mana ini?” tanya Ken.


“Adiknya William Ken, mantan Liaili, kamu pasti tahu” jawab Tejo.


“Kok bisa dia disana, bukannya dia sudah check in sehari penutupan” kata Dave.


“Itunya yang mas bingungkan Dave, siapa yang mengizinkannya masuk dan membantunya. Mas bingung apa tujuannya melakukan itu disana?” ucap Tejo.


“Apa semua itu hanya Cici yang melihatnya, tidak ada orang lain lagi?” tanya Ken.


“Kata Jihan tadi hanya Cici, sebab yang lain sudah tidur dan pada nonton hiburan di aula” kata Tejo.


“Kalau gitu ayo selesaikan sebelum masyarakat tahu” Ken sedikit kesal.


“Lo disini saja Ken, biar gue, Mike, dan mas Tejo yang menyelesaikan. Kalau lo kesana pasti lo ketemu sama Laili, lo belum diizinkan ketemu, pamali” ucap Dave.


“Tapi...” Ken tidak mau.


“Benar yang dibilang sama Dave, Ken. Biar kita saja, lo disini saja sama yang lain” kata Mike.


“Iya Ken, ingat lusa kamu maried” sambung Tejo.


“Baiklah, apapun masalahnya beritahu aku mas. Sebelum itu, Mike perintahkan anak buah menangkap mereka. Pasti mereka sedang jalan keluar dari perkebunan. Cari mereka sampai dapat dimanapun mereka jalan” perintah Ken.


“Baik bos” sebelum pergi Mike menghubungi anak buah yang tersebar di perkampungan untuk menangkap Denis.


Lalu Tejo, Dave, dan Mike pamit pada Ken dan semua orang. Mereka akan ke ke perkebunan untuk menyelesaikan masalah tersebut.


***

__ADS_1


Jihan, Luna, dan Angga masuk ke ruangan aku “silakan duduk, Han, mas, mbak” ucap aku pada mereka.


Mereka duduk “ada apa Ly manggil mbak dan mas?” tanya Luna.


“Ini mengenai Putri mbak” kataku.


“Putri, ada apa?” tanya Luna.


“Cici tadi lihat Denis adik William keluar dari dalam penginapan ini bersama Putri dengan sembunyi-sembunyi serta penampilan berantakan. Kata Jihan Putri sudah tidak kerja di Nur Market, kenapa mbak?” aku melihat Luna.


Luna melihat Angga, sebab apa yang mereka sembunyikan selama ini terbuka juga. Apalagi masalah Putri yang hanya mereka menyembunyikan ditambah Tejo dan Doni.


“Pasti Jihan sudah cerita kan, Ly?” tanya Angga.


“Iya, tapi sedikit. Kenapa dia mencuri dan di kelurkan secara tidak terhormat mas, mbak?” tanya ku lagi.


“Begini ceritanya Ly, dia tidak hanya sekali atau dua kali tertangkap mencuri sama korupsi. Mbak juga tidak tega memecatnya sebab kamu yang memilih dia kerja disana. Tapi terakhir kali dia tidak hanya korupsi tapi juga mengadu domba Nur Market sesama super market dan mini market lainnya” cerita Luna.


“Makanya Doni dan kita bersama sepakat memecat dia tapi bukan tidak terhormat. Kita memecat dia dengan memberikan pesangon satu tahun gajinya” lanjut Angga.


“Alasannya mencuri apa mbak, mas?” tanya ku.


“Maaf sebelumnya Ly, katanya dia sakit hati dengan perkataan lo terakhir kali kalian ketemu. Makanya dia ingin menghancurkan bisnis lo” Jihan yang menjawabnya.


“Kalau itu kita sama-sama tidak tahu, Ly” ucap Luna.


“Anak dan suaminya kemana, mbak?” tanya aku lagi.


“Karena malu suaminya menceraikannya dan membawa anaknya pergi. Sekarang suaminya tinggal di kota yang sama dengan Denis bersama orang tuanya” kata Luna.


“Bukannya suaminya itu pengangguran dan menyusahkannya terus. Lalu kenapa malu?” aku bingung.


“Putri memang sudah selingkuh dengan Denis. Mereka kan memang satu SMA dan pernah pacaran. Tapi dulu Denis miskin sekarang Denis kan sudah kaya semenjak William menikahi anak orang kaya” kata Luna.


“Lun...” tegur Angga.


Luna melihat Angga “biarkan saja mas. Biarkan Laili tahu kebusukan Putri, sudah lama kita menyimpannya. Ly, ternyata yang menyebar gosip tentang kamu dan William dulu adalah dia. Begitu juga dengan mengadu kamu dengan keluarga William”.


Aku semakin tidak percaya “jadi begitu ceritanya. Berarti dia mencari kerja disini mungkin itu alasannya. Karena aku bersama William dia sakit hati, munafik juga dia”.


Masuk Cici “mbak, mas Tejo minta mbak ke ruangan mas Ken”.


“Ada apa Ci?” tanya Jihan.

__ADS_1


“Mereka menangkap Denis sama Putri” jawab Cici.


“Ayo..” kita semua langsung ke ruang Ken yang tidak jauh dari ruangan aku.


Mereka tidak di ruangan Ken melainkan di tengah-tengah ruangan gedung itu. Disana terlihat Denis dan Putri sedang duduk menunduk.


“Apa mereka yang kamu lihat Ci?” tanya Tejo pada Cici.


“Iya mas, masih dengan baju yang sama” jawab Cici ketakutan.


“Jangan takut, ada mbak disini” aku menenangkan Cici.


“Sekarang jawab, mengapa kalian bisa ada di dalam penginapan ini?” tanya Dave.


“Itu bukan urusan lo” Denis menantang Dave.


Dave kaget melihat Denis menatapnya seperti itu “kamu anak kecil berani menatap saya seperti itu. Siapa yang mengajarkan kamu, William. Asal kamu tahu William saya yang mengajarkannya bela diri dan menggunakan senjata. Jangan main-main sama saya” Dave marah.


“Dave...” Mike mencegahnya.


“Lo gak lihat tatapannya, kita dilawannya. Mati dia bisa ditangan gue” kesal Dave.


“Baiklah, kita gak akan basa basi. Jawab saja dengan jujur apa alasan kalian ada di penginapan dan disini?” tanya Mike.


Mereka tidak juga menjawab, Denis menatap semua orang ada disana. Sedangkan Putri menatap benci pada aku. Semua terlihat dimata mereka berdua, begitu benci mereka pada aku.


“Mike, Dave, biar aku yang tanya” aku berdiri di depan mereka. “Apa yang kalian lakukan disini dan apa maksud kalian melakukan semua ini?”.


“Karena kami sakit hati pada lo, kami ingin menghancurkan lo” Putri yang menatap aku.


“Oh jadi itu. Sekarang aku tanya apa salah aku sama kamu?” aku pun menatap Putri.


“Karena lo William meninggalkan aku dan karena lo aku di siksa di tempat kerja. Karena ucapan lo buat aku sakit hati dan karena lo semua orang di kampung membanggakan lo. Aku tidak suka, aku benci sama lo, apalagi karena lo meminta aku mempertahankan pernikahan aku. Jadi apa, mereka juga meninggalkan aku, semua karena lo” Putri menunjuk aku.


“Oh.. jadi karena aku. Karena aku menerima kamu kerja disini, karena aku memperlakukan kamu spesial disini. Karena aku mengambil William bajingan itu, jadi karena aku. Lalu ketika kamu tahu dia meninggalkan aku, kenapa tidak kamu dekati lagi dia. Kenapa malah adiknya yang kamu dekati, yang kamu juga tahu dia dibawa kamu” aku ikut emosi.


“Karena di hati dan pemikiran kamu semua yang terjadi karena aku. Makanya setan mudah masuk pada kamu dan membuat usaha aku hancur” lanju aku.


“Sekarang kamu Denis, kenapa kamu lakukan semua ini sama mbak?” aku masih tanya baik-baik.


“Karena kamu, William meninggalkan aku dan keluarga aku. Karena kamu William bisa terjebak disana, karena kamu ibu aku sakit-sakitan dan tidak bisa dilihat oleh William. Makanya aku sakit hati sama kamu dan membalaskan sakit hati William” Denis menatap aku.


“Jadi kamu juga menyalahkan aku. Apa William tidak cerita sama kamu. Oke.. oke.. aku yang salah. Sekarang kalian puas sudah menghancurkan aku dan membuat nama usaha aku tercemar karena video ini” aku melempar video yang mereka upload di sosial media pada hadapan mereka.

__ADS_1


Putri dan Denis melihatya dengan senang sebab rencana mereka berhasil. Mereka tidak sadar kalau tidak hanya Laili yang malu tapi juga diri mereka sendiri.


__ADS_2