
Resi menghampiri Dio yang sedang ngobrol dengan teman-temannya. Resi lupa belum memberitahu Dio kalau dia akan pergi menemui aku.
“Lihat Dio gak?” tanya Resi pada teman kampusnya.
“Itu disana” tunjuk mereka.
“Makasih ya” Resi langsung menghampiri Dio.
“Yo, pacar lo tuh” ucap salah satu teman Dio.
Dio langsung melihat Resi “dari tadi gue cariin lo, ternyata disini” ucap Resi.
“Kenapa?” tanya Dio.
“Gue lupa kalau kemarin mbak Laili menghubungi gue, dia minta gue menemani Cici di mansion sebab mereka akan pergi honeymoon selesai resepsi besok malam” jawab Resi.
“Iya, terus?”
“Kita harus ke Jakarta sekarang, mbak Laili dan mas Ken ingin ketemu kita dulu”.
“Baiklah. Guys kita pamit dulu” Dio pamit pada teman-temannya.
“Iya, hati-hati” ucap teman-teman Dio.
“Kalian gak salah dengar yang dibilang Resi?” ucap salah satu teman Dio.
“Gue juga dengar, bukannya Resi dari kampung” kata teman lainnya.
“Kalian gak tahu gosip baru, ternyata Resi itu punya sepupu kaya raya. Kalau tidak salah nama kakak sepupunya itu Laili Putra A, yang punya usaha perkebunan, peternakan, minimarket, supermarket, dan tempat wisata terkenal di kotanya. Kalian pasti kaget kalau dengar ini” kata teman Dio.
“Apa?” ucap teman Dio semua.
“Kakak Resi itu baru menikah dengan pengusaha terkenal se Asia yaitu Keanu Johnson. Mereka kemarin pulang kampung ya datang ke acara pernikahan orang itu” sambung teman Dio yang menggosip.
“Waw, beruntung Dio mendapatkan Resi sepupuan orang kaya dan terkenal lagi” kata mereka.
“Yang kaya sepupunya bukan dia” ucap teman Resi yang curi-curi dengar dan tidak menyukai Resi.
“Sirik bilang saja sirik kali” kata teman Dio.
“Iya, lagian dia ada yang dia banggakan gak kek lo hanya body” tunjuk teman Dio yang tidak menyukai teman Resi itu.
“Apaan sih” perempuan itu langung pergi dengan ganknya.
Teman-teman Dio yang melihatnya langsung tertawa. Sebab melihat teman Resi yang tidak suka padanya jadi malu.
“Sebenarnya gue senang Dio bersama Resi dari pada sama dia” ucap teman Dio.
“Iya, gue setuju” kata mereka semua.
***
Dio dan Resi sudah jalan ke Jakarta “sayang, nanti kalau sudah sampai mansion mas Ken aku langung pulang ya” ucap Dio di mobil.
“Jangan gitu dong, bukannya mau ikut ke resepsi besok” ucap Resi.
“Besok gue datang lagi, kalau disini gue haru nginap dimana. Gue mana ada teman di Jakarta, kesinipun jarang”.
__ADS_1
“Nanti saja kita bahas, kamu sudah bilang papi dan mami kan mau antar gue ke Jakarta?”.
“Mereka juga gak ada di rumah kali, biarkan saja” ucap Dio.
“Kenapa gitu?” Resi melihat Dio.
“Kamu tahukan gue hanya anak yatim piatu dan di adopsi mereka karena mereka tidak punya anak. Lagian gue gak tahu mereka dimana sekarang, papi keluar negeri sudah berapa bulan. Sedangkan mami keluar kota entah apa yang dilakukannya” Dio sedih.
“Sayang jangan gitu dong, gue terima kamu apa adanya kok” Resi memgang tangan Dio.
“Makasih sayang” Dio melihat Resi.
“Sama-sama” jawab Resi sambil tersenyum.
Ternyata Dio adalah anak angkat dari orang tuanya. Dia diangkat oleh seorang pengusaha terkenal yang tidak bisa punya anak. Dio di angkat dari balita di panti asuhan. Meskipun Dio anak angkat dia mendapatkan kemewahan dari orang tua angkatnya. Hanya kasih sayang orang tua yang jarang dia dapatkan.
Berapa jam mereka di perjalanan dari Bandung ke Jakarta. Mereka sudah sampai Jakarta tapi belum sampai tempat tinggal aku.
“Sayang, mana alamat mbak Laili?” tanya Dio.
“Ini sayang” Resi meletakan ponselnya di depan Dio.
Mereka akan mengikuti GPS dari alamat yang dikirm sama Laili. Tidak lama mereka sampai di perumahan Ken, jalan menuju mansion sangat sepi dan dikelilingi oleh pepohonan. Dari jauh mereka sudah melihan mension Ken yang sangat megah.
“Sayang, sepertinya itu mansionnya?” tunjuk Resi.
“Iya, bagus sekali sayang. Banyak penjaganya dan halamannya luas” ucap Dio.
Sampai di gerbang mansion, mereka diberhentikan oleh pengawal Ken “mau ketemu siapa, mas?” tanya pengawal.
“Saya sepupunya mbak Laili, kita mau ketemu mbak Laili dan mas Ken” jawab Resi.
Pengawal langsung menghubungi aku, setelah aku mengatakan benar mereka baru mengizinkan masuk.
“Silakan masuk” ucap pengawal.
“Terimakasih pak” jawab Dio dan Resi.
Mereka langsung masuk setelah pengawal membuka gerbang yang sangat tinggi itu. Tidak akan bisa pencuri masuk ke rumah itu, sebab semua sudut terdapat pengawal dan CCTV.
Setelah sampai mereka turun dari mobil dan jalan masuk. Mereka memencet bel yang ada di mansion dan pembantu langsung membuka pintu. Mereka langsung dibawa ke ruang tamu.
“Silakan duduk den, nona. Nonya sama tuan ada di halamn belakang, sebentar di panggilkan dulu” ucap pembantu.
“Iya bik, makasih” ucap Resi dan Dio.
Pembantu langsung ke dapur membuat minum. Sedangkan yang memangil aku dan Ken sudah ada pembantu yang lainnya. Mereka melihat sekeliling ruangan rumah itu, benar-benar seperti mansion yang pernah mereka lihat di drama-drama luar negeri yang mereka tonton.
Di setiap dinding terdapat foto-foto aku dan Ken. Foto-foto itu baru di pajang sama Ken. Sebab benar yang dikatakan aku kalau mansion sangat sepi. Ken juga sudah memindahkan beberapa foto orang tuanya, keluarganya, dan fotonya dengan sahabat-sahabatnya.
Lalu datang aku dan Ken “bagaimana perjalanan kesini?” tanya Ken setelah duduk.
“Lumayan jauh mas” jawab Resi.
“Sudah makan?” tanya ku.
Resi dan Dio tersenyum “pasti belum tuh sayang” kata Ken.
__ADS_1
“Ayo kita ke dapur makan dulu, setelah itu kita lihat Cici” ajak aku.
Lalu kita jalan menuju ruang makan “oma, kita mau makan” ucap aku.
“Iya Ly, makanannya lagi di panaskan” jawab oma.
“Oma kenalin ini Resi, adik sepupu aku di kampung. Cowok disebelahnya Dio, pacarnya. Mereka dari Bandung sebab kuliah disana” aku memperkenalkan mereka.
“Resi..” Resi salaman.
“Dio...” Dio juga ikut salaman.
“Resi, Dio, oma ini kepala pembantu disini. Dia yang mengatur pekerja disini, dia juga yang menjaga mas dari kecil. Makanya kita semua memanggilnya oma” Ken menjelaskannya.
“Sudah, ayo duduk. Bentar lagi makanannya datang” ucap oma.
Kita semua duduk, ketika kita sedang menunggu makanan datang. Mike sama Galu juga datang “assalamualaikum”.
“Waalaikumsalam” jawab kita semua.
“Mike, Galu, sini gabung makan dulu” ajak aku.
“Iya bos” jawab mereka.
“Kalau gitu saya ke atas mengantar baju ini dulu” Galu membawa baju resepsi kita nanti malam.
“Berikan saja sama oma, Galu. Kamu ikut kita makan dulu” ucap Ken.
“Sini non” oma mengambil baju sama Galu.
“Terimakasih, oma” ucap Galu.
“Kapan sampai?” tanya Mike sama Dio dan Resi sambil salaman.
“Baru saja mas” jawab mereka.
“Dio, Resi, kenalin ini mbak Galu sekretaris Ken di perusahaan dan yang akan menemani kamu disini nanti. Mbak Galu itu Resi sepupu aku dan Dio pacarnya” aku memperkenalkan mereka.
Lalu mereka langsung saling salaman dan duduk. Makanan sudah sampai, kita semua langsung makan bersama meskipun sudah sorean.
Setelah makan Ken, Mike, dan Galu langsung ke ruang kerja. Aku, Resi, dan Dio ke kamar Cici yang masih di lantai yang sama.
“Mereka tadi kemana mbak?” tanya Dio.
“Palingan mereka sedang membicarakan pekerjaaan dulu. Kita masuk saja dulu” kita jalan ke kamar Cici.
Disana sudah ada perawat dan pembantu yang menjaga Cici “Cici lagi ngapain?” tanya ku pada perawat.
“Nona sedang tidur nyonya, tadi setelah minum obat langsung tidur” ucap perawat.
“Makasih ya” aku langsung membuka pintu kamar Cici.
Kita melihat Cici tidur yang memang tidak tenang, raut wajahnya seperti ketakutan.
“Bagaimana dengan pengobatan Cici mbak?” tanya Resi.
“Cici sudah bisa lebih tenang dari awal kita bawa kesini. Mbak mau tanya sesuatu sama kamu” ucap aku.
__ADS_1
“Tanya apa mbak?” ucap Resi.
“Kita bicara di ruang keluarga saja, ayo” kita langsung menutup pintu dan langsung pergi.