
Ken sampai di depan kamar aku “Laili didalam?” tanya Ken pada perawat yang sedang berdiri di depan kamar aku.
“Iya tuan” jawab perawat.
“Kenapa kamu berdiri disini?” tanya Ken.
“Saya keluar karena nona sedang bicara sama temannya mengenai pekerjaan. Jadi segan makanya saya keluar tuan” ucap perawat.
“Oh gitu, kamu bisa kembali. Biar Laili sama saya saja” perintah Ken.
“Iya tuan, permisi...” perawat langsung pergi.
Ken mengetuk kamar aku “Ly.. ini aku, boleh masuk?” teriak Ken.
“Boleh, masuk saja” jawab aku dari dalam.
Ken membuka pintu “udah selesai telvonannya?”.
“Sudah. Kamu sudah selesai juga?” tanya aku balik.
“Sudah, ayo kita kebawa” Ken membantu aku duduk di atas kursi roda.
Lalu Ken mendorong aku keluar kamar menuju lift.
***
Sedangkan orang yang menunggu kita sudah bete “kemana sih Ken lama bangat” ucap Mawar.
“Mbak bisa sabar sedikit gak, palingan Ken menjemput Laili ke kamarnya” ucap Jaya.
“Emang siapa sih dia, Ken begitu perhatian padanya?” tanya Mawar.
“Tunangan Ken..” jawab Mike.
Jaya, Dea dan Vino melihat Mike sedangkan Mawar dan Marsya kaget “apa!”.
“Mike...” ucap Jaya.
“Biarkan saja pa, setelah ini mereka tidak akan banyak tanya lagi. Bosan aku dengar mereka menyerocos dari tadi” bisik Mike.
Lalu datang aku dan Ken yang mendorong aku “maaf ya tante, paman, mbak, mas, sudah nunggu lama” ucap aku.
“Tidak apa-apa kok Ly” ucap paman Jaya.
Mike langsung menarik kursi dan memindahkannya sebab aku akan makan dengan menggunakan kursi roda.
“Ayo mulai makan” ucap Ken.
Semua orang langsung pada mengambil makanan, hanya aku yang diam.
“Nona, gak makan?” tanya Dea.
“Makan kok mbak” jawab aku.
“Oma.. oma...” Mike memanggil oma.
Oma datang “makanan Laili mana?” tanya Ken.
Lalu oma melihat pembantu membawanya “itu dibawa sama pembantu. Maaf ya Ly, oma lama membawanya” ucap oma.
“Iya oma tidak apa-apa” jawab aku sambil tersenyum.
“Kalau gitu oma kebelakang dulu” oma pamit.
“Oma gak ikut makan sama kita?” tanya aku lagi.
__ADS_1
Oma langsung melihat Mawar, sedangkan Mawar hanya mengalihkan penglihatannya dengan sombongnya.
“Oma sudah makan tadi Ly, kamu lanjut saja makannya. Oma kebelakang dulu mau istirahat” pamit oma.
Setelah pembantu meletakan makanan, kita semua langsung mulai makan. Mawar dan Marsya masih melihat aku yang selalu diberi perhatian oleh Ken dan Mike. Marsya semakin bete melihat semuanya sehigga dia makan tidak fokus.
Setelah makan “Mike temani mereka ya, gue mau mengantar Laili ke ruang perawatan dulu” pesan Ken pada Mike.
“Siap bos” jawab Mike.
Ken langsung mendorong kursi roda aku ke ruang perawatan. Sebab aku akan meminum obat dan dokter akan memperiksa keadaan aku.
Sedangkan semua orang sudah duduk di ruang keluarga “sayang, kita menemui ibu yuk” ajak Vino pada Dea.
Dea melihat Mawar sebab dia takut Mawar akan marah padanya “tidak apa-apa, ayo” Vino langsung menarik Dea menuju kamar oma.
***
“Ken, aku mau nanya?” ucap aku sambil jalan.
“Apa?”
“Kenapa tante Mawar dan Marsya menatap oma dan aku seperti itu?”
“Nggak usah di fikirkan, aku memang gak suka pada mereka. Kalau bukan keluarga aku, aku tidak akan mau berurusan sama mereka”.
“Kenapa?”
“Nanti aku ceritain, kamu harus minum obat dan melakukan pemeriksaan dulu” kata ken.
“Iya..”
“Dok..” Ken memanggil dokter jaga yang ada disana.
Dokter menghampiri kita “iya tuan?”.
“Baik tuan” jawab dokter.
Ken langsung pamit pergi menghampiri semua orang. Aku harus melakukan perawatan bersama dokter.
***
Vino mengetuk kamar oma, oma lalu membukanya “kalian...”.
“Bu, boleh kita masuk kan?” tanya Vino.
“Mama kamu gak marah kesini?” tanya oma.
“Mama gak akan marah bu, sebab ini adalah rumah Ken” ucap Vino.
“Kalau gitu masuk saja” oma jalan masuk menuju tempat tidur.
Dea masuk dan langsung memeluk oma “bu, Dea kangen sama ibu. Maafin Dea ya bu, Dea belum bisa menemani ibu” Dea menangis.
“Tidak apa-apa kok sayang, selagi kamu selalu menghubungi ibu, ibu tidak apa-apa kok” ibu menghapus air mata ibu.
“Bu, nanti Dea akan meninggalkan ibu lagi dengan waktu yang sangat lama. Kita juga tidak akan pernah ketemu bu” Dea semakin menangis.
“Tidak apa-apa sayang, ibu yang sudah mengizinkan Ken untuk kamu kesana. Kamu harus mengikuti suami kamu kemana pun dia pergi” ucap oma.
“Bu, maafin aku ya bu. Aku masih belum bisa menjadi suami terbaik buat Dea” Vino juga minta maaf.
“Kamu juga tidak salah Vin, kalian saling cinta. Nggak ada yang bisa memisahkannya. Ibu berpesan sama kamu untuk menjaga Dea sampai kapanpun. Kamu juga harus menjaga cucu-cucu ibu dari apapun” pesan ibu.
“Iya bu..” jawab Vino.
__ADS_1
Vino mengeluarkan beberapa lembar uang “ini untuk ibu”.
Ibu langsung menolaknya “nggak usah nak Vino. Semua kebutuhan ibu sudah terpenuhi disini kok”.
“Ibu harus ambil ini, ini dari kita. Jangan hanya Ken saja yang membiayai hidup ibu. Kita juga kan, De?” Vino melihat Dea.
“Iya bu, ibu ambil ya” ucap Dea.
“Baiklah, ibu ambil” ibu mengambilnya.
Dea dan Vino langsung memeluk ibu “kalian sehat-sehat ya” ucap ibu.
“Iya bu, ibu juga” jawab Vino dan Dea.
“Kalian keluar gih, nanti Mawar cariin kalian kalau lama disini” ucap ibu.
Lalu Dea dan Vino langsung pamit keluar dari kamar oma.
***
Ken sudah kembali bergabung sama yang lain “Vino sama Dea mana?” tanya Ken sambil duduk.
“Ke kamar oma” jawab Mike.
“Kenapa abang kamu lama sekali sih Sya, mama ingin pulang” ucap Mawar.
“Mana aku tahu ma, biarin saja kenapa sih” Marsya sibuk melihat ponselnya.
Lalu datang Vino dan Dea “ma, Sya, kita pulang yuk” ajak Vino.
“Lebih cepat lebih baik, ayo Sya” Mawar menarik Marsya.
“Paman, Ken, Mike, kita pamit ya” ucap Vino.
“Iya, hati-hati” jawab Ken.
“Yang sabar ya Vin, berdoa saja mama kamu akan kebuka hatinya” pesan Jaya.
“Iya paman, makasih banyak paman” ucap Vino.
Vino dan Dea langsung menyusul Mawar dan Marsya yang sudah keluar duluan.
“Paman lihat kan?” ucap Ken.
“Sabar saja, yang penting kamu sudah mengambil milik mommy kamu. Meskipun kamu mengorbankan perusahaan di Amerika. Perusahaan yang diimpikan oleh daddy kamu dulu, perusahaan yang menemukan daddy dan mommy kamu” ucap Jaya.
“Ya bagaimana lagi paman, dari pada Johnson Group aku lepas. Lebih baik itu paman, itu pun juga perusahaan yang membuat aku banyak melupakan mommy dan daddy dulu” Ken.
“Berarti kita tidak akan bertemu sama mafia bajingan itu lagi dong, Ken” kata Mike.
“Belum tentu Mike, sebab gue rasa tante Mawar pasti akan melakukan kesalahan nanti yang membuat kita akan bertemu sama dia” ucap Ken.
“Bisa jadi” kata Mike.
“Laili mana?” tanya Jaya.
“Dia sedang di periksa paman, sebab dia sudah mau balik ke kamarnya. Sudah bosan katanya tinggal di ruang perawatan” jawab Ken.
“Oh gitu, titip salam paman pada dia ya. Paman pamit pulang dulu, kamu mau pulang gak?” Jaya melihat Mike.
“Aku disini saja pa, kasihan Ken sendirian mulu” ucap Mike.
“Tapi minggu besok pulang sebab adik kamu pulang, nanti kamu dicariin lagi” kata Jaya.
“Iya papa, adek sudah menghubungi aku juga” kata Mike.
__ADS_1
Jaya langsung pamit, Ken dan Mike mengantar tuan Jaya keluar.