MY DREAM

MY DREAM
88


__ADS_3

Ken menemui tua Ismail di mansionnya, sekarang dia sudah berada disana bersama Danu.


Datang tuan Ismail dan William “selamat malam Ken” ucap tuan Ismail sambil mengulurkan tangannya.


“Malam juga tuan, William” Ken menjabat tangan mereka.


“Silakan duduk” ucap William.


Mereka langsung duduk lalu datang Qasya menyusul mereka juga “malam Ken?”.


“Malam miss..” Ken tersenyum.


“Ada apa Ken kamu datang malam-malam kesini, gak sabar menunggu esok pagi” kata Ismail.


“Begini tuan, kenapa tuan meminta saya untuk datang kesini. Sedangkan selama ini tidak ada masalah dalam proyek kita yang di Paris itu?” tanya Ken.


“Maaf Ken tapi para investor tidak percaya sama kamu, karena selama ini yang melakukan meeting hanya asisten pribadi kamu saja. Makanya saya ingin kamu datang kesin dan ikut dalam rapat dua hari lagi” jawab tuan Ismail.


“Iya saya paham. Tapi bisa gak di percepat menjadi besok, sebab saya banyak tugas yang mau saya selesaian. Saya tidak bisa lama-lama disini tuan?” permintaan Ken.


Ismail melihat Qasya “ada masalah apa Ken?” tanya Qasya.


“Masalah pribadi..” jawab Ken.


“Bagaimana Wil?” tuan Ismail melihat William.


“Keputusan ada sama daddy, kalau bos Ken tidak bisa lebih baik di percepat saja dad. Kasihan juga bos Ken sudah datang kesini tapi tidak bisa juga masuk meeting” ucap William.


“Benar dad, kita kan percaya sama Ken. Sebab tidak hanya sekali dua kali kita berkerja sama. Mungkin ini memang masalah yang serius juga dad” kata Qasya.


“Baiklah kalau kalian setuju. William coba kamu hubugni para investor untuk meeting besok pagi” kata Ismail.


“Baik dad” jawab William.


“Terimakasih tuan, kalau gitu saya pamit. Ini oleh-oleh untuk tuan dan keluarga” ken memberikan beberapa paper bag pada tuan Ismail.


“Banyak sekali” ucap Ismail.


“Tidak apa-apa, saya pamit assalamualaikum” Ken pamit.


Ismail, William, dan Qasya bertanya-tanya kenapa Ken yang ingin semua cepat selesai. Tidak seperti biasa dia melakukan pekerjaan dengan sabaran dan teliti.


William sedang melamun sambil melihat keluar jendela kamar memirkin Ken “ada masalah apa dengan bos. Apa masalah ini berkaitan dengan Laili, makanya dia ingin cepat selesai” kata hati William.


Datang Qasya “apa yang kamu fikirkan? Apa Ken?”.


“Nggak kok, Kasih sudah tidur?” William jalan ke tempat tidur.


“Nggak usah bohong, saya tahu kamu dari tadi diam. Kalau kamu ingin tahu mengapa Ken ingin cepat selesai karena dia akan mengurus masalahnya dengan mantan pacarnya Thania, kamu tahu kan?” Qasya duduk di depan meja rian.


“Ada apa dengan Thania?”

__ADS_1


“Ya mana saya tahu, yang saya tahu Thania ingin balas dendam sama Ken. Karena Ken menarik beberapa aset punya Thania yang sudah diberikannya. Sebab Thania ketahuan selingkuh dan main banyak laki-laki selama di Amerika” kata Qasya.


“Oh itu..” ucap William.


“Oh itu doang, pasti kamu sudah tahu atau juga masuk menjadi incaran Thania dulu” Qasya melihat William.


“Kamu menuduh saya?” William melihat Qasya.


“Jangan munafik deh Wil, saya tahu kamu. Siapa sih yang tidak tergoda dengan body Thania, seorang model internasional lagi” Qasya jalan ke tempat duduk.


“Sya, sebajingannya saya dulu jangan disamakan dengan yang lain. Semenjak saya bekerja sama bos Ken, saya belum pernah ketemu yang namanya Thania” kata William.


“What ever and I dont care” Qasya langsung tidur.


***


Thania sedang berada di villa bersama Aberto, seperti biasa mereka baru selesai menjalin hubungan. Mereka masih tidur dibawah selimut yang sama.


“Sayang, apa jadi kamu balik ke Indonesia?” tanya Aberto.


“Sepertinya iya, tapi...” Thania khawatir sebab dia tidak akan selamat kalau datang sendiri kesana.


“Kenapa? Kamu seperti khawatir gitu?” tanya Alberto.


“Kamu tahu Ken tidak akan membiarkan aku selamat disana. Dia pasti sudah tahu kalau aku akan kembali, karena dimana-mana ada mata-matanya” cerita Thania.


“Kenapa harus takut, kamu kan sudah tidak ada hubungan sama dia”.


“Sebab aku sudah membuat pacarnya kecelakaan di Paris” Thania berusaha menceritakan pada Alberto.


“Berapa bulan yang lalu” jawab Thani takut.


Alberto berdiri “kalau itu kamu memang tidak akan selamat. Apa jangan-jangan kamu masih mengharapkannya?” curiga Alberto.


“Nggak sayang...” Thania duduk tapi masih dalam selimut sebab dia sedang tidak memakai apa-apa.


“Jangan bohong Thania, aku sudah melakukan apapun untuk kamu. Cukup sama James aku berbagi, aku gak mau lagi sama yang lain” Alberto marah.


“Jangan gitu dong sayang.. pliss...” Thania meneteskan air mata buayanya.


Alberto tidak tega melihat Thania menangis, dia langsung mendekati Thania dan memeluknya “sudah-sudah, jangan nangis. Aku akan membantu kamu, tapi kamu harus janji” kata Alberto.


“Apa?” Thania sedang duduk.


“Kamu tidak akan melakukan hubungan apapun dengan James bisa?” ucap Alberto.


“Sayang... tahu kan, kita hanya bergantung pada James” Thanis tidak bisa menepati janjinya.


“Ah...” kesal Alberto “sampai kapan aku harus berbagi ha, sampai kapan?” bentak Alberto.


“Mana aku tahu, dia kan bos kamu juga” ucap Thania.

__ADS_1


“Baiklah, akan aku lakukan apapun caranya. Kamu bicarakan sama James kalau mau kembali ke Indonesia tapi harus aku yang menemani kamu. Apapun caranya kamu harus bisa, paham...” kata Alberto.


“Iya..” Thania mengangguk.


***


Seperti biasa dalam beberapa kali sebulan James akan datang menemui Thania di villa. Thania sudah menunggu kedatangan James dengan pakaian seksinya.


James masuk disambut Thania “hai sayang..” Thania langsung bergelayut manja ditangan James.


“Hai...” James mencium bibir Thania.


“Datang sama siapa?” Thania melihat keluar.


“Sendiri, kenapa?”


“Biasanya diantar Alberto makanya aku nanya, tumben sendiri?” Thania heran.


“Lagi bete makanya gak bilang sama Alberto mau kesini. Katanya ada yang mau kamu katakan apa?” mereka jalan menuju kamar utama.


“Kamu bersih-bersih saja dulu, setelah itu baru aku katakan” ketika mereka sampai dalam kamar.


“Temani...” ajak James.


“Oke...” Thania langsung siap-siap mengganti baju.


Setelah Thania keluar kamar ganti “bagaimana kita mandi di kolam berenang dan main disana” ajak James.


“Ha...” Thania kaget dengan permintaan James.


“Kenapa?”


“Tapi selama ini kamu gak mau main di kolam berenang. Katanya takut anak buah kamu melihat kita. Lagian setiap aku ajak kamu selalu menolaknya, sekarang tiba-tiba minta kesana” ucap Thania.


“Mereka sudah aku bebas tugaskan. Lagian aku lagi pengen, mau kan?”


“Iya mau bangat” Thania senang.


Thania dan James langsung menuruni tangga dengan mesra menuju kolam berenang. Benar saja semua anak buahnya sudah tidak ada di sekeliling villa. Seperti yang selalu Alberto lakukan kalau mereka bersama.


James duduk di tempat duduk disana “sekarang lakukan apa yang mau kamu lakukan pada saya. Khusus malam ini tubuh saya milik kamu, saya tidak akan melarangnya” ucap James.


Thania semakin tidak percaya dengan apa yang dikatakan James “kamu kenapa kok aneh hari ini”.


“Nggak apa-apa, ayo, selagi saya belum berubah fikiran” kata James sambil minum.


“Oke...” Thania langsung memulai aksinya.


Thania membuka jubah mandinya memperlihatkan keseksian tubuhnya. Selama ini Thania tidak pernah melakukan itu selain sama Alberto. Biasanya James yang menguasai tubuhnya, Thania selalu meminta dia ingin melakukannya tapi James selalu menolaknya.


Thania jalan menghampiri James dan mengajaknya berdiri. Dia langsung membuka seluruh pakaian James dan menarik James kedalam kolam berenang. Tapi dia melakukan apa yang dia inginkan sama tubuh James selama ini.

__ADS_1


Ternyata James tidak bisa mengendalikan nafsunya yang sudah memuncak dari awal. Sebab Thania memang pandai menggoda laki-laki sehingga James yang menguasai Thania.


Selesai mereka melakukan di kolam berenang, mereka masih berlanjut sampai kamar tidur utama. Berkali-kali mereka sampai puncaknya tapi Thania sama James sama-sama tidak mau berhenti sampai pagi datang.


__ADS_2