
Aku dan Ken sudah didalam mobil, Ken masih terus-terusan menatap aku sambil menyetir “fokus, jangan menatap aku terus” kataku.
“Jangan diulangi lagi ya. Seberapa kesalnya kamu pada keluarga kamu, jangan menganggap semua orang itu sama” kata Ken.
“Iya, aku kan sudah minta maaf dari tadi” kataku. “Kamu juga jangan melampiaskan amarah pada semua orang. Bawa sholat biar tenang, paham” lanjut aku juga.
“Iya, aku juga sudah minta maaf” jawab Ken.
“Iya sudah aku maaf kan” jawab aku.
Ken membawa aku langsung ke mansion. Sebelum itu Ken sudah menghubungi Mike untuk mengatur semuanya di rumah. Ken juga memerintahkan oma untuk menyiapkan kebutuhan aku. Ken juga sudah menghubungi dokter Agus untuk datang ke mansion.
Sampai di mansion semua orang sudah pada berdiri di
depan mansion melihat aku dan Ken keluar dari dalam mobil.
“Ayo...” ajak Ken.
Aku langsung jalan menghampiri Ken, kita langsung masuk mansion. Semua orang langsung menyapa aku dengan hormat seperti biasanya.
“Ayo ly ikut oma” ajak oma.
“Oma, maafin aku ya yang sudah membohongi oma waktu itu” aku minta maaf.
“Iya tidak apa-apa kok, oma sudah tahu semuanya. Oma juga salah tidak mengingat semuanya” jawab oma.
Lalu aku dan oma masuk, aku diajak oma ke kamar untuk bersih-bersih. Sedangkan Ken bicara dengan Mike dan Beni yang juga ada disana.
“Bagaimana?” tanya Ken.
“Semuanya sudah beres bos, dokter Agus juga sedang di jalan menuju kesini” jawab Mike.
“Baiklah, kalau para perawat dan dokter jaga bagaimana?” lanjut Ken.
“Sudah beres Ken, mereka juga sudah stanby di ruangan rawat sekarang dan mobil ambulance juga sudah stanby juga disini” ucap Beni.
“Bagus, terimakasih ya kalian sudah banyak membantu gue” ucap Ken sambil memukul bahu Mike dan Beni.
“Sama-sama” jawab Mike dan Beni.
“Kalau gitu gue pamit ya, soalnya gue harus ke rumah sakit” Beni pamit.
“Lo pergi dengan apa?” tanya Mike.
“Itu mobil gue sudah sampai” Beni menunjuk mobilnya.
“Baiklah, hati-hati ya” kata Ken.
Beni langsung jalan menuju mobilnya. Setelah Beni pergi, Ken dan Mike langsung masuk kedalam rumah.
__ADS_1
“Apa yang terjadi?” tanya Mike setelah mereka sudah duduk di ruang keluarga.
“Sebenarnya....” Ken langsung menjelaskan semuanya dari awal masuk pesan dari aku sampai di yayasan.
“Alhamdulillah lah, sekarang lo harus lebih baik lagi dari sebelumnya. Gue hanya bisa mendoakan yang terbaik buat lo” ucap Mike.
Ketika mereka sedang bicara, datang dokter Agus bersama pembantu “bos, ada dokter Agus” kata pembantu.
Ken dan Mike langsung berdiri “om...” mereka menghampiri dokter Agus dan langsung salaman.
“Silakan duduk om” ucap Ken.
“Iya ya..” dokter Agus duduk begitu juga dengan Ken dan Mike.
“Panggil nona Laili dan oma kesini” perintah Ken pada pembantu yang mengantar dokter Agus.
“Baik bos” jawab pembantu.
“Maaf ya om, kita sudah merepotkan om” ucap Ken.
“Tidak masalah, yang penting Laili sudah mau di obati. Om juga sudah janji sama orang tua kamu untuk menyembuhkannya” dokter Agus.
Tidak lama aku dan oma turun dari kamar, diikuti juga oleh pembantu yang memanggil tadi dengan membawa nampan sisa makanan yang aku makan. Aku dan oma langsung menuju Ken yang sedang bicara bersama Mike dan dokter Agus.
“Om, ini Laili. Laili ini dokter Agus” Ken memperkenalkan kita.
“Dokter...” ucap aku sambil salaman.
“Alhamdulillah sehat dok, dokter juga bagaimana sehat? Sepertinya lebih sehat lagi ya” kata ku.
“Alhamdulillah..” jawab dokter.
Lalu aku duduk di sofa yang kosong yang berada disana dan diikuti juga dengan yang lainnya.
“Bagaimana, sudah siap melakukan pengobatan?” tanya dokter Agus.
“Siap dok” jawab ku.
“Tidak perlu saya jelaskan lagi kan bagaimana pengobatannya?” lanjut dokter Agus.
“Nggak perlu dok, aku sudah tahu kok” ucap aku.
“Mari ke ruang rawat” ajak dokter Agus.
Lalu kita semua ke ruang rawat yang ada di mansion. Ruang rawat yang sama untuk orang tua Ken dulu. Aku sebelumnya sudah mengganti baju dengan baju pasien. Sebab Ken sudah menjelaskan sama aku ketika dijalan
menuju mansion.
Semua perawat dan dokter jaga sudah mempersiapkan keperluannya disana. Semua juga sudah steril sama seperti di rumah sakit. Sedangkan Ken, Mike, dan oma hanya melihat dari luar. Mereka tidak boleh masuk ketika aku melakukan pengobatan.
__ADS_1
“Oma, lebih baik oma istirahat saja” ucap Ken.
“Baiklah, lagian oma harus kedapur melihat apa sudah pada menyiapkan makan malam. Lagian mulai hari ini Laili tidak boleh makan sembarang lagi” kata oma.
“Iya oma. Makasih banyak oma” ucap Ken.
“Iya...” oma langsung pergi.
“Sebaiknya lo juga ganti baju, sebab mulai dari sekarang pakaian lo harus steril juga kalau ingin ketemu Laili. Sebab pengobatan Laili sedikit berbeda dari unty dulu” saran Mike.
“Darimana lo tahu?” Ken melihat Mike.
“Anggika yang cerita ketika gue ke rumahnya menemui om Agus” jawab Mike.
“Lo gak ada hubungan kan sama dia lagi?” selidik Ken.
“Nggak lah, lagian Anggika akan dijodohkan oleh orang tuanya” ucap Mike.
“Awas saja kalau lo berani menghancurkan hati Galu. Sebab dia akan pulang saat peresmian tempat wisata bersama investor kuda. Setelah itu dia akan tetap menetap disini selamanya” ucap Ken.
“Apa? Sejak kapan lo memutuskan semua itu?” Mike kaget mendengarnya.
“Kemarin, ada masalah?” Ken melihat Mike.
“Nggak ada sih tapi tiba-tiba saja. Terus perusahaan lo disana dan bisnis lo bagaimana?”
“Dea gue pindahkan kesana bersama suami dan keluarganya. Lo menggantikan suami Dea dan Galu jadi sekretaris gue menggantikan Dea”.
“Pekerjaan gue jadi asisten lo bagaimana?” tanya Mike.
“Tetap dong, lo harus jalankan keduanya” keputusan Ken.
Mike langsung menolaknya “tidak bisa, gue gak mampu. Kalau lo ingin gue menggantikan suami Dea berarti lo siap-siap cari asisten baru lagi”.
Ken langsung menatap Mike “menurut lo gampang cari asisten seperti lo. Lo gak ingat kejadian William, sewaktu lo gak bisa pergi ikut gue ke Malaysia, apa yang terjadi? Gue gak mau lagi kejadian yang sama terjadi” Ken marah.
“Kalau gitu cari saja pengganti suami Dea, biar gue tetap jadi asisten lo. Bagaimana dengan Dave?” saran Mike.
“Lo lupa kalau Dave gak ada basic arsitek. Lagian dia juga akan mengurus KJ Bodygurth bersama tempat wisata kita” Ken masih tidak mau.
“Jadi lo mau gue bolak balik Johnson Group sama K Architect. Lo tahu kan arahnya saja bertolak belakang, mana sempat gue. Lo bikin gue emosi saja, Ken” Mike juga ikut kesal dengan keputusan Ken.
Keluar dokter jaga menghampiri mereka yang ribut-ribut “maaf tuan, kalau tuan mau ribut lebih baik tuan menjauh dulu. Sebab mengganggu proses pengobatan” ucap dokter jaga.
Dokter Agus dan aku melihat dari dalam “baiklah, lo ikut gue” ucap Ken dan lalu pergi.
“Maafin kita ya dok” Mike minta maaf.
Dokter jaga hanya tersenyum membalas perkataan Mike.
__ADS_1
“Ada apa sama mereka dok?” tanya aku pada dokter Agus.
“Gak tahu, palingan berdebat soal kerjaan” jawab dokter Agus yang kembali fokus melakukan pengobatan aku.