MY DREAM

MY DREAM
116


__ADS_3

Waktu yang ditunggu-tunggu sudah datang, Ken dan keluarganya sudah datang. Keluarga aku sudah menyambutnya dan para tamu sudah berdiri. Raisa dan Della sudah menggandeng Ken untuk duduk di tempat akad.


Aku sudah berdiri di belakang bersama Resi dan Jihan. Aku kaget sebab bukan Cici yang ada disebelah aku melainkan Jihan.


“Kok kamu disini, Han?” tanya ku.


“Tidak mungkin Cici yang disini, dia hanya melamun dan diam saja. Jadi semua orang bilang gue saja yang menggantikannya” jawab Jihan.


“Iya mbak, Cici harus diobati kata bibi, mbak” kata Resi.


“Kasihan Cici, kemarin dia sangat semangat ingin ikut. Tapi ya bagaimana lagi, Han setelah acara aku selesai bilang pada semua kita berkumpul untuk membicarakan bagaimana cara pengobatan Cici” kata ku.


“Iya siap” ucap Jihan.


MC sudah memulai acara sebab para tamu sudah datang. Lalu aku sudah di panggil MC untuk masuk. Aku pun masuk dengan Resi dan Jihan ada disamping aku jalan ke tempat akad.


Ditempat akad mas Doni dan Ken sudah berdiri. Lalu mas Doni menghampiri aku dan membimbing aku ke tempat Ken. Lalu tangan aku diserahkan oleh mas Doni pada Ken. Ken membimbing aku duduk di tempat yang sudah ada di sebelahnya.


Tidak lama akad nikah dimulai, yang menjadi wali nikah aku adalah mas Doni. Dia yang akan menikahkan aku, tidak lama penghulu memulainya. Hanya dengan satu tarikan napas Ken bisa mengucapkan ijab kabulnya.


Aku langsung meneteskan air mata begitu juga dengan mas Doni, mbak Raisa, kak Della, paman-paman aku, bibi-bibi aku, Resi, Jihan, mbak Luna, mas Angga, Tejo sama orang tuanya, dan Bik Jum. Pak penghulu langsung membacakan doa setelah ijab kabul diucapkan Ken.


Semua orang meneteskan air mata bahagia, aku pun tidak henti-hentinya meneteskan air mata sampai pak penghulu selesai membaca doa. Lalu Ken langsung mengenggam tangan aku dan memberi kekuatan untuk aku.


Kemudian pak penghulu menyuruh kita berdua berdiri dan Ken mengucapkan doa untuk aku. Setelah Ken mencium kening aku, lalu pak penghulu memberikan surat nikah kita setelah selesai kita tanda tangan semua berkas.


Lalu acara diberikan ke MC, MC yang akan memimpin semuanya lagi. Mulai dari pemberian mahar yang sangat banyak untuk aku dari Ken. Mahar yang tidak pernah dikatakan Ken sebelumnya. Mahar ini adalah rahasia dia bersama sahabatnya berupa perangkat alat sholat dan satu set perhiasan berlian yang di pesan langsung dari Amerika.


Sebuah rumah di kota tempat tinggal aku yang ditempati Ken berapa hari ini. Sebuah mobil serba guna yang dipesan Ken dari luar negeri yang dimiliki satu-satunya di Indonesia. Kemudian perusahaan Ken yaitu K Architect dan uang tunai sebanyak 1 triliun.


Aku tidak menyangka Ken akan memberikan mahar sebanyak itu. Sebab aku tidak pernah meminta dan yang aku pinta adalah seperangkat alat sholat. Semua orang geleng kepala mendengar semuanya dan tidak menyangka seperti yang aku fikirkan.


Acara selanjutnya pemasangan cincin pernikahan. Cincin ini adalah cincin pertama yang ada di dunia. Cincin ini langsung di desaign oleh Ken sendiri dan di produksi di Amerika yaitu sahabat Ken sendiri. Berlian dan permata yang terdapat di cincin ini satu-satunya yang ada di dunia. Belum ada orang yang memakai itu semua.


Setelah itu lanjut ke acara adat yang langung dilakukan. Semua tamu sudah pada menikmati hidangan yang ada. Ada juga tamu yangmengucapkan selamat dan berfoto dengan aku dan Ken.


Cici duduk sendirian di tempat pertama dia duduk tadi. Eka duduk di belakangnya dan heran kenapa dia hanya duduk disana.


“Kenapa dia hanya duduk disini, keluarganya pada berfoto disana”kata hati Eka.

__ADS_1


Lalu Beni memanggil “Ka, sini foto yuk”.


“Iya..” Eka baru saja membalas chat rekan kerjanya.


Eka langsung berdii dan pergi menyusul Beni serta semua orang yang berfoto. Ketika semua orang pada sibuk dengan kegiatan masing-masing, tiba-tiba Cici berteriak.


“Ah....” Cici berteriak ketakutan.


Semua orang melihat padanya “pergi.. ah... pergi...” Cici marah-marah.


“Cici...” ucap semua orang.


Semua orang langsung berlari mendekatinya, Eka yang tidak jauh darinya langsung memegangnya. Cici menatap Eka dan tidak lama Cici langsung pinsan di pelukan Eka lagi.


“Cici..” panggil semua orang.


Eka langsung menggendong Cici ke sofa yang ada di ruangan itu. Ketika Eka mau pergi, tangan Cici langsung memegang tangan Eka sangat erat. Eka berusaha melepaskannya tapi Cici sangat kuat memegang tangannya.


“Ada Ka?” tanya Beni.


“Tangan gue gak bisa di lepas, sangat erat di pegangnya” ucap Eka sambil melepaskannya.


“Tangan Eka dipegang sama Cici sangat erat. Kita berdua tidak bisa melepaskannya” ucap Beni.


Lalu datang paman dan bibi orang tuanya Cici ”paman, kenapa dengan Cici. Eka tidak bisa melepaskan tangannya” ucap aku pada paman.


“Maaf ya nak Eka, bisa tahan sebentar” ucap paman.


“Iya paman, tidak apa-apa” jawab Eka.


Lalu papa Resi memberikan minum segelas pada paman. Paman langsung membacakan doa ayat suci al-quran dan langsung membangunkan Cici dengan air itu.


Tidak lama Cici bangun dan melihat Paman lalu dia melepaskan tanga Eka “ayah...” Cici langsung memeluk paman.


“Sayang... kamu harus kuat dan bisa melawannya. Ayah sudah bilang banyak berzikir, kenapa malah melamun” ucap paman.


Bibi juga datang dan langsung memeluk Cici “sayang, ayo minum dulu” bibi memberikan minum pada Cici.


Acara akad nikah langsung selesai sampai di situ. Sebab aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan Cici. Masyarakat yang datang tidak ada yang kaget dengan kejadian itu. Sebab mereka sudah tahu ceritanya semalam dan tidak ada juga yang berani mengabadikannya.

__ADS_1


Tamu yang kaget yaitu keluarga Ken, sebab mereka tidak ada yang tahu. Tapi setelah dijelaskan Jihan, Dave, Mike, dan mas Tejo mereka langsung paham.


Aku dan Ken pun sudah berada di kamar aku. Kita akan mengganti baju akad nikah kita tadi. Resepsi aku belum tentu akan dilaksanakan, sebab masalah Cici harus diselesaikan.


Ken sudah keluar dari kamar mandi dengan baju yang sudah diganti. Aku masih duduk di meja rias tanpa membuka baju aku. Aku melamun memikirkan Cici, sebab kita memang cukup dekat. Dia dan Resi adalah adik sepupu aku yang selalu membantu aku dan selalu mendengarkan curhatan aku.


“Sayang...” Ken menghampiri aku.


“Ah ya” aku melihat Ken.


“Kok belum juga di buka dan dibersihkan make up nya?” Ken berdiri di belakang aku.


“Aku masih memikirkan Cici, semua itu terjadi karena aku” ucap aku.


“Ini bukan salah kamu, ayo bersih-bersih. Kita sholat zuhur dulu, baru setelah itu kita ke makam ayah dan bunda” Ken berusaha mengalihkan pemikiran aku.


“Tapi Cici bagaimana?” tanya ku.


“Setelah itu kita bicarakan, apakah resepsia nanti akan tetap jalan atau tidak. Jadi kamu bersih-bersih dulu” ucap aku.


“Iya..” aku langsung membuka hiasan akad nikah aku.


“Sini aku bantu” Ken membantu aku membukanya.


Setelah semua sudah kebukan hanya tinggal penutup kepala aku. Ken pun ragu untuk membukanya, sedangkan aku sibuk membersih make up.


Aku melihat Ken dari cermin “kenapa diam?” tanya aku.


“Tidak apa-apa. Boleh aku tanya sesuatu?” Ken melihat aku dicermin.


“Boleh, tanya saja”.


“Setelah ini kamu memanggil aku dengan apa, apakah akan tetap Ken” ucap Ken.


“Ya gak lah. Kamu suami aku bukan rekan kerja aku lagi. Kamu akan aku panggil ‘Bi yaitu Hubby, suamiku’” ucap aku.


“Terimakasih sayang, sini” Ken membalikkan badan aku menghadapnya.


Ken membacakan doa seorang istri dan langsung membuka penutup kepala aku. Setelah itu Ken langsung mencium keningkan dengan sangat haru. Lalu kita langsung berpelukan saling menenangkan.

__ADS_1


__ADS_2