
Galu melihat mereka dari jauh bersama Beni. Sebab dokter Cici sudah langsung pulang setelah memeriksanya.
“Sepertinya Cici sangat senang dengan kedatangan bunda” ucap Galu.
“Iya, meskipun dia hanya menjawab satu-satu pertanyaan dari bunda” Beni juga senang melihatnya.
Datang Eka “Beni..” Eka marah.
Beni senang “lo datang juga?”.
“Apa maksud kalian membawa bunda datang kesini ha?” Eka menatap Beni marah.
“Lo kenapa tiba-tiba langsung marah” ucap Beni.
Eka tidak menjawab pertanyaan Beni, dia langsung menghampiri Risa, Resi, dan Cici.
“Bunda...” ucap Eka.
Cici mendengar suara Eka langsung melihatnya “mas Eka....” Cici langsung berlari dan memeluknya.
Eka melepaskan tangan Cici “lepaskan!”.
“Eka...” teriak bunda, Beni dan Galu ikut menghampiri mereka.
Eka tidak menghiraukan mereka, dia langsung menatap Cici “lo kalau sakit ya sakit saja. Jangan menyusahkan semua orang, menurut lo dengan kedatangan bunda saya dapat membantu kesembuhan lo. Lo yang tidak bisa menjaga diri malah orang jadi susah” Eka marah pada Cici.
“Stoooppp....” teriak Cici dengan ketakutan.
Cici langsung lari ke kamarnya dan langsung mengunci diri di kamarnya. Resi pun langsung berlari mengikuti Cici yang mengurung dirinya.
Beni kesal “lo apa-apaan sih. Lo mau buat dia semakin parah ha, kalau lo memang tidak mau membantu jangan larang orang dong”.
“Lo juga, lo fikir dengan membawa bunda saya datang kesini saya bisa luluh gitu untuk menikahi perempuan gila itu” Eka tidak bisa mengontrol bicaranya.
Galu menampar Eka “cukup! Cukup sudah lo mengatainya. Lo memang tidak punya hati nurani ya, percuma lo seorang pengacara tapi mulut lo gak bisa lo jaga. Lo paham kan dengan perkataan lo itu bisa buat lo masuk penjara” Galu ikut marah.
“Kamu kenapa Ka? Apa salahnya sih bunda membantunya. Bunda hanya ingin membantu bukan lebih, mereka datang kepada bunda pun tidak bilang kalau kamu mengenalnya. Kamu semakin hari semakin buruk, kecewa bunda sama kamu” Risa meneteskan air mata.
Risa melihat Galu dan Beni “Galu, Beni, maafin bunda. Bilang sama Ken datang ke rumah bunda kalau sudah pulang honeymoonnya. Ada yang mau bunda bicarakan sama kalian, bilang juga sama Mike dan Dave. Bunda sudah tidak punya anak yang namanya Eka” Risa langsung pergi.
“Lihat, dasar anak durhaka” Beni pun pergi begitu juga dengan Cici.
Flashback Berakhir
“Begitu ceritanya Mike” kata Galu sudah menceritakan semuanya.
__ADS_1
“Eka sudah tidak bisa mengontrol dirinya, gue takut dia akan seperti Ken nantinya. Dia menyesal saat semua telah tiada” ucap Mike.
“Itulah, dokter awalnya sudah senang melihat kesembuhan Cici tapi sekarang semakin buruk”.
“Lo temani mereka, biar gue menemui Beni” Mike langsung mengejar Beni.
Beni sudah pergi dengan mobilnya, Mike langsung berdiri di depan mobil Beni dan menghentikannya.
“Lo turun” ucap Mike.
Beni terpaksa turun “ada apa lagi, lo gak kasihan sama Cici. Gue ga mau nanti Ken tahu kalau Cici semakin buruk keadaannya”.
“Iya gue tahu, Ken pasti akan menyalahkan kita. Kita harus cara sebelum Ken kembali kita bisa membuat Cici naik signifikan”.
“Ya cara gue sama Dave yang harus kita lakukan. Semakin gue mendengar nama wanita menjijikan itu semakin gue membenci Eka”.
“Apa rencana kalian?” tanya Mike.
“Gue akan mencari keburukan dan kebusukan dari Wulan. Tapi sebelum itu gue ingin ketemu sama bunda” kata Beni.
“Gue ikut” Mike pun masuk kedalam mobil Beni.
Beni mengendarai mobil menuju ke rumah Eka. Sampai di rumah mereka melihat Eka yang berdiri di depan pintu sambil berlutut. Eka langsung berdiri ketika melihat Mike dan Beni jalan ke rumahnya.
“Ngapain kalian kesini?” Eka masih marah.
Mike langsung menahan Beni agar tidak emosi disana. Makanya Beni langsung mundur dan mendekati pintu masuk.
“Assalamualaikum bunda” Beni mengetuk pintu.
Lalau Risa membuka pintu “waalaikumsalam”.
Eka kaget setelah mengetahui kalau bundanya membuka pintu “eh Beni sama Mike datang, silakan masuk” ucap Risa.
Beni dan Mike langsung salaman dengan Risa, setelah itu mereka langsung masuk ke rumah. Ketika Eka mau ikut masuk Risa langsung menutup pintu rumah.
“Kenapa di tutup bunda?” tanya Mike.
“Kita bicara sambil duduk saja, ayo” Risa mengajak Mike dan Beni duduk.
Beni dan Mike sudah duduk, sedangkan Risa membuat minum. Tidak lama Risa datang dan membawa minum.
“Silakan di minum Ben, Mike” Risa duduk.
“Iya bunda” Mike dan Beni langsung minum.
__ADS_1
“Bunda, kenapa Eka tidak boleh masuk?” tanya Mike.
“Dia bukan anak bunda lagi Mike. Berkali-kali bunda bilang sama dia untuk tidak berhubungan sama wanita itu tapi dia masih berhubungan. Kemudian mengenai nona Cici, bunda tidak menyangka dia akan sekasar gitu bicaranya. Dia sudah tidak seperti anak bunda dulu yang lemah lembut” Risa kecewa.
“Emang apa yang dilakukan Eka, bunda?” tanya Beni penasaran.
“Bukan sekali dua kali bunda melihat si Wulan bermesraan sama pria lain yang seharusnya jadi ayahnya. Kemudian bunda menghampirinya tapi dia malah mencaci bunda di depan orang banyak. Disaat bunda bilang sama Eka, dia malah membela wanita itu. Bunda sudah tidak punya anak pembangkang” cerita bunda.
“Dimana bunda sering melihat Wulan?” tanya Beni.
“Di restoran private, di hotel, dan bunda pernah lihat dia masuk klub malam”.
“Hotel, ngapaian bunda ke hotel?” tanya Mike.
“Beberapa bulan ini bunda sering ada jadwal tausiyah di ballroom hotel di luar kota. Jadi bunda datang kesana dan melihatnya langsung bersama pria. Bunda hanya tidak ingin Eka terusan termakan bujuk rayu Wulan Mike, Ben. Sudah berapa uang Eka habis untuk dia” Risa menangis.
“Bunda jangan seperti ini dong, kita jadi malas cerita sama bunda” ucap Mike.
“Bantu bunda ya buat dia sadar” mohon bunda.
“Bunda jangan memohon seperti ini, apapun yang terjadi kita akan membantu bunda. Bunda masih mau kan membantu Cici?” tanya Mike.
“Bagaimana caranya bunda kesana, pasti Eka melarang bunda” Risa.
“Mike sendiri yang jemput bunda setiap mau datang. Kalau Eka marah biar nanti Mike bilang sama Ken. Biar Ken yang bicara sama Eka” jawab Mike.
“Baiklah, bunda senang hati ingin membantu Cici. Bunda ingin tanya sesuatu mengenai penyakit Cici. Apa kalian mau menceritakan sama bunda?”.
Mike meliha Beni, lalu mereka setuju ingin menceritakan. Mereka langsung menceritakan semuanya apa yang terjadi.
“Berarti Eka yang hanya bisa membantunya?” tanya Risa.
“Iya bunda, tapi kita semua tahu kalau Eka masih ada hati untuk Wulan. Makanya kita tidak pernah memaksanya, tapi kita berusaha menyembuhkan Cici dengan cara apapun. Kita tidak menyangka Eka akan melakukan itu” ucap Beni.
“Kita usahakan lagi, kita ikhtiar saja. Sebab kita hanya bisa melakukan itu, hanya Allah yang akan membantunya nanti” kata Risa.
“Iya bunda. Kita pamit bunda, sebab kita akan lanjut mengerjakan sesuatu lagi” mike pamit.
Kita salaman sama Risa lalu pamit. Kita keluar dari rumah dan langsung menutup pintu. Di luar kita melihat Eka sedang bicara dengan Wulan. Kita tidak menyapa mereka, kita langsung masuk mobil dan pergi.
“Lihat tuh sahabat lo, tidak ada yang menyapa aku” ucap Wulan.
“Emang apa yang sudah kamu perbuat sehingga mereka sangat membenci kamu?”.
“Nggak tahu. Sayang kapan pergi dari sini, aku kangen. Anak kamu kangen juga” Wulan memegang perutnya.
__ADS_1
Ternyata Wulan saat ini sedang hamil. Pantasan saja Eka tidak bisa melupakan Wulan. Kalau semua orang tahu Eka menghamili Wulan tanpa status apapun, akan terjadi masalah besar nantinya.
Eka langsung naik mobil Wulan. Mereka langsung pergi ke aparteman Eka. Ternyata di belakang mobil mereka Beni dan Mike mengikuti mereka dengan diam-diam.