MY DREAM

MY DREAM
124


__ADS_3

Kita sudah berada di ruang keluarga “ada apa mbak?” tanya Resi.


“Mbak mau tanya, apa Cici sering cerita sama kamu?”.


“Cerita apa mbak?” Resi tidak paham.


“Misalnya masalahnya atau hal sulit yang dihadapinya berapa tahun ini”.


“Sebenarnya Cici banyak cerita sama aku mbak. Tapi aku tidak berani untuk mengatakannya. Masalah ini sudah lama lagi mbak” Resi mulai kebuka.


“Apa Si?”.


“Sebenarnya Putri sudah lama menekan Cici mbak, semenjak sekolah lagi. Putri memang sudah lama menyukai Denis tapi Denis menyukai Cici. Tapi tidak tahu kenapa Putri malah pacaran dengan mas William” cerita Resi.


“Selain itu ada lagi?” tanya aku.


“Sampai Cici kuliah pun Putri tetap menekannya mbak. Cici berusaha untuk menghindari Denis dan Putri. Denis pergi dari kampung, membuat Putri sakit hati dan terjebak dengan suaminya itu sampai dia hamil”.


“Saat hamil kekuatannya sudah tidak ada makanya Cici tidak terlalu tertekan. Putri melahirkan, kekuatannya meningkat lagi dan tega membunuh gurunya untuk mendapatkan semuanya. Ilmu sirik yang didapatkan itu karena paksaan” cerita Resi.


“Kenapa kamu tidak berusaha untuk cerita sama paman dan bibi atau mbak?” tanya aku.


“Aku dilarang sama Cici mbak, dia bermohon padaku untuk tidak mengatakannya. Cici semakin tertekan bila cerita mbak, makanya ku tidak tega” jawab Resi.


“Mbak pesan, kamu juga hati-hati dalam berteman. Tidak semua orang yang suka dengan kita, pasti ada yang membenci kita. Kalau ada masalah jangan simpan dan pendam sendiri. Cerita sama teman atau sama mbak juga tidak masalah” pesan aku.


“Iya mbak” jawab Resi.


“Kita sama-sama menjaga Cici dan membantunya untuk sembuh. Nanti selama mbak pergi juga ada ibu-ibu yang datang mengajarkan kalian mengaji dan berusaha memberikan kalian nasehat tentang agama” lanjut aku.


“Berapa lama mbak akan pergi?” tanya Dio.


“Belum tahu lagi, jika Ken sudah bilang pulang mbak pasti akan pulang. Pokoknya apapun masalah nanti hubungi mbak atau gak Ken. Mbak usahakan pulang sebelum kalian masuk kuliah lagi” kata mbak.


Lalu Ken, Mike, dan Galu datang “Ly, mbak pamit ya” ucap Galu.


“Kok pamit sih mbak, gak nginap disini saja” ucap ku.


“Hari minggu mbak akan nginap disini kok, sampai ketemu besok pagi di hotel” kata Galu.


“Oke mbak, pulang sama siapa?” tanya aku.


“Gue yang antar Ly” ucap Mike.


Mike dan Galu sudah pamit pada semua orang. Lalu Ken duduk bersama kami yang sedang asyik ngobrol.


“Mbak, mas, kalau gitu aku pamit juga ya. Sebentar lagi malam, nanti lama sampai Bandung” ucap Dio.


“Kamu pulang juga Yo, gak nginep disini saja. Besok datang lagi ke Jakarta, sanggup bolak balik?” tanya aku.


“Ya bagaimana lagi mbak” ucap Dio.

__ADS_1


“Kalau gak kamu nginep di hotel saja, setelah resepsi mbak Laili dan mas Ken besok baru balik ke Bandung” kata Resi.


“Kok nginep di hotel, nginap disini saja. Disini banyak kamar kosong kok, siap acara besok kalau ingin pulang juga tidak masalah. Kalau mau menemani Resi disini juga tidak apa-apa” kata Ken.


“Benar Yo, nginep disini saja” kata aku.


“Baiklah mas, mbak. Makasih banyak mas, mbak” ucap Dio.


“Sama-sama” jawab aku dan Ken.


“Bik..” Ken memanggil pembantu.


Datang pembantu “iya tuan”.


“Antar mereka ke kamar tamu ya, ingat kamarnya satu-satu” kata Ken.


“Iya tuan” jawab pembantu.


Lalu Dio dan Resi mengikuti pembantu menunjuk kamar mereka. Setelah tahu kamar mereka, Dio keluar lagi mengambil koper Resi. Aku dan Ken pun ke kamar, kita bersih-bersih sebab Ken mau melaksanakan sholat Maghrib.


Dua jam kemudian aku dan Ken keluar kamar untuk makan malam. Di meja makan sudah ada Resi dan Dio yang sudah duluan disana.


“Oma, Mike sudah pulang?” tanya Ken.


“Sudah, dia juga sudah di panggil sama pembantu” jawab oma.


Tidak lama Mike datang “maaf, sudah nunggu lama”.


Kita semua langsung makan bersama. Setelah makan Ken dan Mike seperti biasa masuk ruang meeting. Aku pergi bersama Resi melihat Cici di kamarnya. Kita berusaha mengajaknya untuk bicara mekipun belum tentu berhasil. Sedangkan Dio duduk di ruang keluarga berusaha menghubungi orang tua angkatnya.


Datang Resi “kenapa?”.


“Nggak tahu nih, dari tadi pagi mami belum menghubungi aku. Kalau papi jangan tanya lagi” ucap Dio.


Aku melihat Resi dan Dio sedang bicara di ruang keluarga. Aku melihat Dio seperti ada masalah, dia berusaha menghubungi seseorang tapi gak ada jawabnya. Ken melihat aku yang melihat pada Resi dan Dio dari jauh.


“Sayang...” ucap Ken.


“Bi, bikin terkejut saja” ucap aku.


“Ngapain kamu melihat mereka dari sini”.


“Bi, coba perhatikan Dio. Sepertinya dia sedang ada masalah, lihat tuh mereka sedang berusaha menghubungi seseorang” kataku.


“Biarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka sayang. Kita jangan ikut campur, ayo kita ke kamar” ajak Ken.


“Ayo..” aku dan Ken langsung ke kamar.


***


Pagi harinya kita sarapan bareng dulu, setelah itu kita melihat keadaan Cici. Setelah Cici sudah bisa di tinggalkan, kita langsung berangkat menuju hotel. Tempat acara resepsi yang akan diadakan.

__ADS_1


Acara resepsi akan diadakan malam harinya di hotel Ken sendiri. Mengapa malam hari karena hanya malam waktunya tidak terlalu lama dan tidak terlalu singkat.


Aku dan Ken sudah berada di kamar hotel yang sudah di persiapkan. Kita akan menunggu disana sebelum acara dimulai. Sore harinya MUA sudah datang, aku langsung di make up dulu.


Setelah maghrib acara langsung dimulai, berbagai persiapan sudah dilakukan dan banyak kegiatan yang kita lakukan. Setelah acara inti sudah selesai dilaksanakan, masuk ke acara tamu yang akan memberika selamat.


Banyak tamu yang berdatangan, tidak hanya di negara Indonesia saja. Tapi dari luar negeri juga berdatangan, semua tamu yang datang adalah rekan bisnis Ken dan almarhum orang tuanya. Siapa yang tidak ingin datang ke acara resepsi pengusaha nomor 1.


William datang bersama Qasya, mereka benar-benar datang. William menatap aku seperti masih ada perasaan yang tersimpan. Sedangkan Qasya tahu kalau William sedang menatap aku. Tapi William bisa mengontrol perasaannya dan Qasya tahu itu.


Tiba saatnya giliran mereka datang memberikan salam pada kita. Setelah memberikan salam kita foto bersama, lalu mereka langsung menikmati hidangan yang sudah ada.


Resi melihat William dan langsung menghampirinya bersama Dio “malam mas” ucap Resi.


“Malam, Resi?” ucap William.


“Iya mas, apa kabar?” tanya Resi.


“Alhamdulillah sehat, kenalin istri mas Qasya. Qasya ini Resi adik sepupu Laili dan teman sekolah Denis” William memperkenalkan kita.


“Resi..” Resi mengulurkan tangannya.


“Qasya..” balas Qasya.


“Mas ada yang mau aku katakan sama mas?”.


“Apa Si?” ucap William.


“Denis terperangkap sedang melakukan hubungan dengan Putri mantan mas di tempat wisata mbak Laili. Ini videonya..” Resi memperlihatkan.


Qasya dan William kaget menonton videonya “ini bukan Putri?” ucap William.


“Iya benar, itu bukan Putri tapi itu ulah Putri. Merek ketahuan oleh Cici dan sekarang mas pasti tahu apa yang terjadi dengan Cici!”.


“Apa?”.


“Cici seperti orang linglung dan tidak bisa di obati. Itu semua karena Putri, mereka sudah di usir dari kampung. Sekarang mas Ken menyembunyikan mereka entah dimana” cerita Resi.


“Kenapa?”.


“Karena Denis sudah masuk perangkap Putri, mas tahu kan bagaimana perbuatan mantan mas itu. Apa yang diinginkannya harus didapatkan, seperti itulah Putri. Kalau ma ingin tahu ceritanya tanya sama mas Ken” kata Resi.


“Baiklah, terimakasih ya sudah beritahu mas” William.


“Iya mas. Kalau gitu kita pamit” Resi dan Dio langsung pergi.


“William..” Qasya menatap William minta penjelasan.


“Nanti setelah makan saya ceritakan” ucap William.


Mereka langsung melanjutkan makan, setelah makan William langsung menceritakan semuanya pada Qasya. Sehingga Qasya paham dengan apa yang dirasakan William.

__ADS_1


__ADS_2