
Ken ternyata datang kesana dengan Eka dan Beni. Sebab dia tidak tenang mendengar kabar dari anak buahnya. Tidak lama Doni, Rian, Raisa, dan paman aku juga datang.
“Sekarang apa kalian sudah puas?” bentak aku.
“Puas bangat, setelah ini usaha lo akan hancur” ucap Putri.
“Terimakasih, nyesal aku sudah baik sama kamu” aku menatap Putri.
“Apalagi aku, bukan nyesal tapi senang” Putri tertawa.
“Kamu juga sama saja, tidak tahu diri sama dengan kakak kamu itu” kataku dengan emosinya.
“Apa kata kamu” Denis mendorong aku.
Ken langsung berlari membantu aku tidak jadi jatuh “sayang, tidak apa-apa?”.
“Ken...” ucap aku dan semua orang.
“Lo ya gak tahu terimakasih. Lo tahu gak siapa yang membiayai pengobatan ibu lo itu ha. Membiayai kuliah lo dan kehidupan lo ha” teriak Ken.
“Ya kakak aku lah, siapa lagi” Denis menatap Ken.
“Lo banggakan terus William, apa dia pernah melihat lo dan keluarga lo ha. Asal kamu tahu...” Ken ingin mengatakan semua apa yang terjadi sama Denis.
“Ken...” teriak aku.
“Kenapa? Kamu melarang aku mengatakanya, biar tahu bocah tengik ini siapa yang membiayai kehidupannya dan keluarganya. Tidak hanya membanggakan kakak bajingan itu” kesal Ken.
“Mike...” aku memberi kode pada Mike untuk membawa Ken pergi.
“Ayo Ken” Mike membawa Ken menjauh.
“Dave, mas....” aku serahkan pada Dave dan mas Tejo untuk memberi mereka hukuman.
“Bawa mereka?” Dave memerintahkan anak buah untuk membawanya ke aula yang di penuhi masyarakat sedang menonton acara disana.
“Ly...” Doni menghampiri aku.
“Kok mas, mbak, dan paman bisa kesini?” tanya aku.
“Tadi kita ketemu Ken di depan, makanya kita tahu” ucap Doni.
“Awas kamu...” Putri mengancam Cici.
Cici semakin ketakutan dan melihat aku “mbak...”.
“Cici kamu kenapa?” tanya Raisa.
Wajah Cici sudah berubah pucat dan ketakutan karena melihat tatapan Putri sebelum pergi. Mereka satu sekolah dan Putri terkenal dengan kehidupan dukun dalam keluarganya.
Tidak salah lagi kenapa Denis bisa jatuh cinta dan mengikuti keinginan Putri. Ternyata Putri memang suka mendukun, mungkin itu juga alasan suaminya membawa anaknya pergi.
__ADS_1
Karena ketakutan Cici langsung pinsan dan langsung disambut Eka yang berdiri di belakangnya.
“Cici...” teriak semua orang yang mengenalnya.
Eka langsung menggendong Cici tidur di sofa “Ka, bawa kesini” teriak Ken.
Eka meletakan Cici di sofa, setelah itu dia menjauh.
Aku mendekatinya “Ci.. Ci... bangun”.
“Ada yang punya minyak kayu putih?” tanya Luna.
“Ini mbak” Jihan memberikannya sebab dia selalu dibawanya karena dia sedang hamil dan sering pusing.
Luna mengambilnya dan memberikan pada Cici. Tidak lama Cici sadar dan membuka matanya. Dia melihat sekeliling lalu teriak “tidak....”.
Aku langsung memeluknya “Ci, tenang. Disini ada mbak, ada paman, dan bibi juga” aku menenangkannya.
Paman dekat “Ci, tenang. Sa ambil air putih” paman memerintahkan Raisa mengambil air putih.
Raisa langsung ke dapur dan memberikannya “ini paman”.
Lalu paman membacakan doa-doa ayat suci al-quran “ly, berikan pada Cici”.
Aku mengambilnya dan meminumkan pada Cici “minum Ci”.
Bibi datang dan langsung memeluk Cici yang mulai tenang “kenapa Cici, mas?” tanya bibi pada suaminya.
“Sudah tidak apa-apa, kamu tenang saja” ucap paman.
“Ada yang mau mas bicarakan” bisik Angga pada Ken.
“Apa mas?” Ken melihat Angga.
“Sebaiknya setelah semua orang kembali dulu” ucap Angga.
Cici sudah dibawa bibi dan mbak Raisa di kamar. Selain mereka bertiga masih di ruangan itu.
“Ada yang mau saya bicarakan, sebaiknya kita bicara di ruang meeting” kata Angga.
“Mike, jemput Dave sama mas Tejo. Kemudian susul ke ruang meeting” perintah Ken.
“Baiklah” Mike langsung pergi.
Kita semua sudah berada di ruang meeting. Tidak lama datang Mike bersama Dave dan Tejo. Kita langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan disana.
“Kenapa mas?” tanya aku.
“Begini, tadi kan mas sama karyawan yang lain memperiksa kamar yang ditempati Denis dan Putri. Mas menemukan sesuatu yang aneh, Lun panggil karyawan diluar suruh masuk” Angga memanggil karyawa yang mengumpulkan semua ini.
Karyawan itu masuk “letakan semua diatas meja. Setelah itu kamu keluar” perintah Angga.
__ADS_1
“Baik mas” jawab karyawan itu.
Semua orang tercengang melihat semuanya “apa itu mas?” tanya Ken.
“Mungkin kamu dan teman kamu yang dari kota tidak akan paham Ken. Tetapi kita yang lama tinggal disini paham, inilah yang membuat Putri bisa mengendalikan Denis dan membuat Cici pinsan tadi” penjelasan Angga.
Paman mengambil barang-barang itu dan mengamatinya “sepertinya dia sudah ahli dalam melakukan ini” ucap paman.
“Caranya sudah sama dengan teman paman yang punya kerjaan ini. Sebaiknya Denis cepat di obati kalau tidak, dia akan susah diobati nantinya” lanjut paman.
“Sepertinya orang di video itu bukan Putri sebab saya menemukan seorang wanita yang tidak sadarkan diri di kamar sebelah. Wanita itu sampai sekarang belum sadarkan diri dan sudah dibawa anak buah Ken sama karyawan ke rumah sakit” kata Angga.
“Terus dimana Denis tahu kalau perempuan yang dia tiduri itu adalah Putri?” tanya Dave.
“Dia terpengaruh hipnotis Putri makanya dia tidak bisa membedakannya. Tapi yang paman lihat di video sepertinya mereka tidak sempat melakukan apa-apa karena Denis tidak sadar saat itu” penjelasan paman.
“Apa sebaiknya tidak lihat video CCTV untuk memastikannya dengan durasi video yang sudah di upload” kata Eka.
“Benar juga, Mike ambil latop di ruang kerja gue” Ken menyuruh Mike mengmbil latop yang biasa di tinggal di ruang kerja.
Berapa menit kemudian Mike datang dengan membawa latop. Ken langsung membuka latop dan aku yang tahu pasword untuk membuka file CCTV.
“Sayang, paswordnya?” ucap Ken pada aku.
Aku mendekati Ken dan membuka pasword. Layar latop di sambungkan ke layar yang ada di ruang meeting, biar bisa dilihat oleh semua orang yang ada disana.
“Ken perbesar CCTV pertama” perintah Doni.
Ken langsung membukanya, disana ada sebuah video yang membuat keluarga aku tidak percaya.
“Joko...” kata keluarga aku termasuk ayah Joko.
“Berarti Joko yang membantu mereka masuk dan ketika kita semua ada di aula” ucap Rian.
“Joko dimana sekarang?” tanya paman aku yang paling di tuakan.
“Dia di kamar, tadi istrinya juga bilang kalau Joko seperti orang aneh” jawab ayah Joko.
“Tidak salah lagi, pasti sudah dimanfaatkan” paman mengambil air minum di depannya lalu membaca doa-doa. “Berikan ini pada dia, pasti besok pagi dia tidak akan tahu apa yang dia lakukan tadi” paman memberikan pada ayah Joko.
“Iya mas” ayah Joko mengambilnya.
“Lanjut ke CCTV di dekat kamar mereka” ucap Eka yang ikut penasaran.
Ken langsung membuka videonya, disana terlihat memang Putri dan Denis yang masuk dalam kamar itu. Lima menit kemudian Putri keluar kamar dan masuk ke kamar sebelahnya. Ternyata karyawan penginapan yang dia manfaatkan.
Putri keluar lagi dengan menyuruh karyawan itu masuk kamar. Lalu sampai di dalam ternyata Putri memaksanya membuka baju dan tidur di atas kasur. Setelah Denis dari kamar mandi melihat karyawan yang tidur langsung memulai aksinya dan Putri yang merekamnya.
Sepuluh menit kemuadian Puttri meminta karyawan itu keluar kamar dengan penampilan berantakan dan masuk kamarnya lagi. Lalu Putri masuk dan menggantikan karyawan tadi sebelum hipnotis Denis habis.
Lima menit kemudian mereka keluar kamar dengan tergesa-gesa sebab merek mendengar suara diluar kamar. Yaitu suara Cici yang memanggil sepupunya yang lain. Dia mengira sepupunya tidur disana, ternyata sepupunya itu sedang ada di aula menonton.
__ADS_1
“Dari video jelas kalau durasi video yang di upload tidak sampai 10 menit. Berarti memang benar bukan dia yang ada di video tersebut” kata Eka.
“Iya benar” ucap semua orang.